<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Investasi Tembus Rp1.714,2 Triliun di 2024, Paling Banyak dari Singapura</title><description>Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi investasi Rp1.714,2 triliun sepanjang 2024&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/31/320/3109327/realisasi-investasi-tembus-rp1-714-2-triliun-di-2024-paling-banyak-dari-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/31/320/3109327/realisasi-investasi-tembus-rp1-714-2-triliun-di-2024-paling-banyak-dari-singapura"/><item><title>Realisasi Investasi Tembus Rp1.714,2 Triliun di 2024, Paling Banyak dari Singapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/31/320/3109327/realisasi-investasi-tembus-rp1-714-2-triliun-di-2024-paling-banyak-dari-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/31/320/3109327/realisasi-investasi-tembus-rp1-714-2-triliun-di-2024-paling-banyak-dari-singapura</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2025 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/31/320/3109327/investasi-qxJT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi investasi 2024 melampaui target Presiden Rp1.650 triliun. (Foto: Okezone.com/PU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/31/320/3109327/investasi-qxJT_large.jpg</image><title>Realisasi investasi 2024 melampaui target Presiden Rp1.650 triliun. (Foto: Okezone.com/PU)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi investasi Rp1.714,2 triliun sepanjang 2024. Data tersebut menunjukkan realisasi investasi melampaui target Presiden Rp1.650 triliun, atau setara 103,9% dari target. Capaian ini juga mencapai 138,3% dari target Rencana Strategis (Renstra).&#13;
&#13;
1. Menyerap Jutaan Pekerja&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menteri Investasi/BKPM Rosan Roeslani mengatakan pertumbuhan ini berdampak terhadap serapan tenaga kerja sebanyak 2.456.130 orang, atau tumbuh 34,7% year-on-year (YoY).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini angka yang menurut saya sangat baik dan sangat menggembirakan,&amp;rdquo; kata Rosan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (31/1/2025).&#13;
&#13;
2. Penopang Investasi di Indonesia&#13;
&#13;
Dari sisi sumber modal, Penanaman Modal Asing (PMA) tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar Rp900,2 triliun atau 52,5% . Angka ini tumbuh 21% dibandingkan tahun lalu.&#13;
&#13;
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar 47,5% atau Rp814 triliun, tumbuh 20,6% YoY.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Angka PMA dan PMDN tidak terlalu berbeda, peningkatannya hampir sama. Ini tren positif,&amp;rdquo; jelas Rosan.&#13;
&#13;
3. Investasi di Berbagai Wilayah&#13;
&#13;
Investasi yang berhasil dihimpun tersebar cukup merata antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Wilayah Luar Jawa mencatat kontribusi 52,2%, senilai Rp895,4 triliun, dengan pertumbuhan 22,5% &amp;nbsp;YoY.&#13;
&#13;
Sementara nilai investasi Jawa menyumbang 47,8% senilai Rp818,8 triliun, mengalami kenaikan 19% secara tahunan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. 5 Motor Penggerak Investasi&#13;
&#13;
Adapun 5 besar subsektor yang menjadi motor penggerak investasi nasional meliputi Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya (Rp238,4 triliun), Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp189,9 triliun), Pertambangan (Rp184,7 triliun), Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp122,9 triliun), dan Jasa Lainnya (Rp120,8 triliun).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lima negara penyumbang investasi terbesar nasional meliputi Singapura (USD20,1 miliar), Hong Kong (USD8,2 miliar), China (USD8,1 miliar), Malaysia (USD4,2 miliar), dan Amerika Serikat (USD3,7 miliar).&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi investasi Rp1.714,2 triliun sepanjang 2024. Data tersebut menunjukkan realisasi investasi melampaui target Presiden Rp1.650 triliun, atau setara 103,9% dari target. Capaian ini juga mencapai 138,3% dari target Rencana Strategis (Renstra).&#13;
&#13;
1. Menyerap Jutaan Pekerja&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menteri Investasi/BKPM Rosan Roeslani mengatakan pertumbuhan ini berdampak terhadap serapan tenaga kerja sebanyak 2.456.130 orang, atau tumbuh 34,7% year-on-year (YoY).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini angka yang menurut saya sangat baik dan sangat menggembirakan,&amp;rdquo; kata Rosan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (31/1/2025).&#13;
&#13;
2. Penopang Investasi di Indonesia&#13;
&#13;
Dari sisi sumber modal, Penanaman Modal Asing (PMA) tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar Rp900,2 triliun atau 52,5% . Angka ini tumbuh 21% dibandingkan tahun lalu.&#13;
&#13;
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar 47,5% atau Rp814 triliun, tumbuh 20,6% YoY.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Angka PMA dan PMDN tidak terlalu berbeda, peningkatannya hampir sama. Ini tren positif,&amp;rdquo; jelas Rosan.&#13;
&#13;
3. Investasi di Berbagai Wilayah&#13;
&#13;
Investasi yang berhasil dihimpun tersebar cukup merata antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Wilayah Luar Jawa mencatat kontribusi 52,2%, senilai Rp895,4 triliun, dengan pertumbuhan 22,5% &amp;nbsp;YoY.&#13;
&#13;
Sementara nilai investasi Jawa menyumbang 47,8% senilai Rp818,8 triliun, mengalami kenaikan 19% secara tahunan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. 5 Motor Penggerak Investasi&#13;
&#13;
Adapun 5 besar subsektor yang menjadi motor penggerak investasi nasional meliputi Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya (Rp238,4 triliun), Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp189,9 triliun), Pertambangan (Rp184,7 triliun), Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp122,9 triliun), dan Jasa Lainnya (Rp120,8 triliun).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lima negara penyumbang investasi terbesar nasional meliputi Singapura (USD20,1 miliar), Hong Kong (USD8,2 miliar), China (USD8,1 miliar), Malaysia (USD4,2 miliar), dan Amerika Serikat (USD3,7 miliar).&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
