<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RUU BUMN Belum Disahkan, Komisi VI: Masih Perumusan</title><description>Komisi VI DPR RI melakukan rapat bersama dengan pemerintah membahas RUU BUMN, hari ini&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/01/320/3109707/ruu-bumn-belum-disahkan-komisi-vi-masih-perumusan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/01/320/3109707/ruu-bumn-belum-disahkan-komisi-vi-masih-perumusan"/><item><title>RUU BUMN Belum Disahkan, Komisi VI: Masih Perumusan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/01/320/3109707/ruu-bumn-belum-disahkan-komisi-vi-masih-perumusan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/01/320/3109707/ruu-bumn-belum-disahkan-komisi-vi-masih-perumusan</guid><pubDate>Sabtu 01 Februari 2025 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/01/320/3109707/grafik-4V6z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR dan Pemerintah Masih Merumuskan RUU BUMN. (Foto: Okezone.com/DPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/01/320/3109707/grafik-4V6z_large.jpg</image><title>DPR dan Pemerintah Masih Merumuskan RUU BUMN. (Foto: Okezone.com/DPR)</title></images><description>JAKARTA - Komisi VI DPR RI melakukan rapat bersama dengan pemerintah membahas RUU BUMN, hari ini. Agenda Rapat Kerja Tingkat I Komisi VI dilakukan bersama Menteri BUMN RI, Menteri Hukum RI, Menteri Keuangan RI, dan Menteri Sekretaris Negara RI.&#13;
&#13;
1. Bahas RUU BUMN&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini mengonfirmasi pembahasan RUU BUMN berkaitan dengan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) BUMN. &amp;nbsp;Pembahasan DIM RUU BUMN dilakukan untuk menginventarisir masalah suatu peraturan atau undang-undang sebelum diterbitkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya (DIM), panitia kerja (Panja),&amp;quot; kata Anggia kepada Okezone.com, Sabtu (1/2/2025).&#13;
&#13;
2. RUU BUMN Masih Perumusan&#13;
&#13;
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Firnandito Ganinduto menambahkan pembahasan DIM RUU BUMN diambil untuk membahas perumusan dan sinkronisasi.&#13;
&#13;
Firnandito memastikan belum terdapat pengesahan RUU BUMN di hari ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum (Disahkan). Masih pembahasan perumusan dan sinkronisasi,&amp;quot; kata Firnandito.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Daftar DIM BUMN&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyodorkan daftar inventarisasi masalah (DIM) perusahaan pelat merah kepada Komisi VI DPR saat rapat kerja.&#13;
&#13;
DIM yang diberikan Erick Thohir merupakan topik utama dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) atau perubahan ketiga UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Erick Thohir memastikan daftar DIM sudah didasarkan atas pandangan Presiden.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam kesempatan ini agenda penyampaian pandangan Presiden dan penyerahan daftar inventisasi masalah atau DIM Rancangan Undang-Undang tentang Badan Usaha Milik Negara atau RUU BUMN,&amp;rdquo; ujar Erick, Jakarta, Kamis (23/1/2025).&#13;
&#13;
Erick menjelaskan, Kementerian BUMN sebelumnya sudah memberikan naskah akademik RUU BUMN kepada Presiden.&#13;
&#13;
Sebagai tindaklanjut, Kepala Negara menugaskan kepada Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi untuk mewakili pemerintah membahas RUU tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada kesempatan yang baik ini, kami mengambil positif dan menyampaikan apresiasi kepada para Anggota Dewan yang terhormat atas penyampaian usulan RUU BUMN yang dimaksud,&amp;rdquo; ujar Erick.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semoga hasil kerja keras para anggota dewan ini dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi VI DPR RI melakukan rapat bersama dengan pemerintah membahas RUU BUMN, hari ini. Agenda Rapat Kerja Tingkat I Komisi VI dilakukan bersama Menteri BUMN RI, Menteri Hukum RI, Menteri Keuangan RI, dan Menteri Sekretaris Negara RI.&#13;
&#13;
1. Bahas RUU BUMN&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini mengonfirmasi pembahasan RUU BUMN berkaitan dengan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) BUMN. &amp;nbsp;Pembahasan DIM RUU BUMN dilakukan untuk menginventarisir masalah suatu peraturan atau undang-undang sebelum diterbitkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya (DIM), panitia kerja (Panja),&amp;quot; kata Anggia kepada Okezone.com, Sabtu (1/2/2025).&#13;
&#13;
2. RUU BUMN Masih Perumusan&#13;
&#13;
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Firnandito Ganinduto menambahkan pembahasan DIM RUU BUMN diambil untuk membahas perumusan dan sinkronisasi.&#13;
&#13;
Firnandito memastikan belum terdapat pengesahan RUU BUMN di hari ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum (Disahkan). Masih pembahasan perumusan dan sinkronisasi,&amp;quot; kata Firnandito.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Daftar DIM BUMN&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyodorkan daftar inventarisasi masalah (DIM) perusahaan pelat merah kepada Komisi VI DPR saat rapat kerja.&#13;
&#13;
DIM yang diberikan Erick Thohir merupakan topik utama dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) atau perubahan ketiga UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Erick Thohir memastikan daftar DIM sudah didasarkan atas pandangan Presiden.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam kesempatan ini agenda penyampaian pandangan Presiden dan penyerahan daftar inventisasi masalah atau DIM Rancangan Undang-Undang tentang Badan Usaha Milik Negara atau RUU BUMN,&amp;rdquo; ujar Erick, Jakarta, Kamis (23/1/2025).&#13;
&#13;
Erick menjelaskan, Kementerian BUMN sebelumnya sudah memberikan naskah akademik RUU BUMN kepada Presiden.&#13;
&#13;
Sebagai tindaklanjut, Kepala Negara menugaskan kepada Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi untuk mewakili pemerintah membahas RUU tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada kesempatan yang baik ini, kami mengambil positif dan menyampaikan apresiasi kepada para Anggota Dewan yang terhormat atas penyampaian usulan RUU BUMN yang dimaksud,&amp;rdquo; ujar Erick.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semoga hasil kerja keras para anggota dewan ini dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
