<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Pergerakan IHSG Pekan Depan, Cermati Saham-Saham Ini</title><description>IHSG diperkirakan akan uji support di level 7.070 pada perdagangan awal pekan, Senin 3 Februari 2025 besok.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/02/278/3109963/intip-pergerakan-ihsg-pekan-depan-cermati-saham-saham-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/02/278/3109963/intip-pergerakan-ihsg-pekan-depan-cermati-saham-saham-ini"/><item><title>Intip Pergerakan IHSG Pekan Depan, Cermati Saham-Saham Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/02/278/3109963/intip-pergerakan-ihsg-pekan-depan-cermati-saham-saham-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/02/278/3109963/intip-pergerakan-ihsg-pekan-depan-cermati-saham-saham-ini</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2025 21:28 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/02/278/3109963/ihsg-w2A0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Pekan Depan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/02/278/3109963/ihsg-w2A0_large.jpg</image><title>IHSG Pekan Depan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan uji support di level 7.070 pada perdagangan awal pekan, Senin 3 Februari 2025 besok. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat ke level 7.109.196 atau naik 0,50 persen pada perdagangan Jumat (31/1/2025) lalu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;Rilis Data Tingkat Pengangguran&#13;
&#13;
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan jika secara teknikal, IHSG breaklow support dinamis MA20 yang disertai dengan pembentukan upper shadow yang menunjukan adanya tekanan jual. Selain itu indicator modern seperti MACD menunjukan &amp;nbsp;pelebaran pada negative slope.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu fokus pasar tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, dengan Non-Farm Payrolls bulan Januari yang diproyeksi turun menjadi 205 ribu dari 256 ribu. Jika terealisasi, hal ini dapat menjadi sinyal perlambatan ekonomi yang berpotensi memengaruhi kebijakan moneter The Fed.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sementara itu, dihari yang sama akan rilis data tingkat pengangguran bulan Januari. Diperkirakan tingkat pengangguran AS stabil di level 5,10 persen,&amp;rdquo; kata Valdy dalam risetnya, Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;Rilis Data Inflasi&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, pasar menantikan rilis data inflasi bulan Januari yang diperkirakan akan tumbuh menjadi ke 1,70 persen year on year dari 1,57 persen year on year. Di sisi lain, PMI manufaktur diperkirakan akan tetap di zona ekspansif atau berada pada level 51,60 dari 51,20 yang menandakan aktivitas industri masih tumbuh meski di tengah dinamika ekonomi global.&#13;
&#13;
Sejumlah saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan Senin besok antara lain PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan uji support di level 7.070 pada perdagangan awal pekan, Senin 3 Februari 2025 besok. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat ke level 7.109.196 atau naik 0,50 persen pada perdagangan Jumat (31/1/2025) lalu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;Rilis Data Tingkat Pengangguran&#13;
&#13;
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan jika secara teknikal, IHSG breaklow support dinamis MA20 yang disertai dengan pembentukan upper shadow yang menunjukan adanya tekanan jual. Selain itu indicator modern seperti MACD menunjukan &amp;nbsp;pelebaran pada negative slope.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu fokus pasar tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, dengan Non-Farm Payrolls bulan Januari yang diproyeksi turun menjadi 205 ribu dari 256 ribu. Jika terealisasi, hal ini dapat menjadi sinyal perlambatan ekonomi yang berpotensi memengaruhi kebijakan moneter The Fed.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sementara itu, dihari yang sama akan rilis data tingkat pengangguran bulan Januari. Diperkirakan tingkat pengangguran AS stabil di level 5,10 persen,&amp;rdquo; kata Valdy dalam risetnya, Minggu (2/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;Rilis Data Inflasi&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, pasar menantikan rilis data inflasi bulan Januari yang diperkirakan akan tumbuh menjadi ke 1,70 persen year on year dari 1,57 persen year on year. Di sisi lain, PMI manufaktur diperkirakan akan tetap di zona ekspansif atau berada pada level 51,60 dari 51,20 yang menandakan aktivitas industri masih tumbuh meski di tengah dinamika ekonomi global.&#13;
&#13;
Sejumlah saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan Senin besok antara lain PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
