<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Panggil AHY hingga Basuki Hadimuljono Bahas Nasib Pembangunan IKN, Dilanjut?</title><description>Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/03/470/3110325/prabowo-panggil-ahy-hingga-basuki-hadimuljono-bahas-nasib-pembangunan-ikn-dilanjut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/03/470/3110325/prabowo-panggil-ahy-hingga-basuki-hadimuljono-bahas-nasib-pembangunan-ikn-dilanjut"/><item><title>Prabowo Panggil AHY hingga Basuki Hadimuljono Bahas Nasib Pembangunan IKN, Dilanjut?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/03/470/3110325/prabowo-panggil-ahy-hingga-basuki-hadimuljono-bahas-nasib-pembangunan-ikn-dilanjut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/03/470/3110325/prabowo-panggil-ahy-hingga-basuki-hadimuljono-bahas-nasib-pembangunan-ikn-dilanjut</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2025 22:57 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/03/470/3110325/presiden_prabowo-ag3S_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Rapat soal IKN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/03/470/3110325/presiden_prabowo-ag3S_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Rapat soal IKN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Istana Merdeka, Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;Pembahasan Progres Pembangunan IKN&#13;
&#13;
&#13;
Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dengan pembahasan terkait progres pembangunan IKN.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentu harapannya kita bisa melanjutkan pembangunan dengan sejumlah penyesuaian dan prioritas. Karena pasti kita selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran, dihadapkan juga dengan berbagai misi dan target-target utama yang menjadi agenda nasional,&amp;rdquo; kata AHY usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/2/2025).&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat&#13;
&#13;
&#13;
AHY mengatakan bahwa saat ini swasembada pangan, energi dan air, termasuk juga peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi prioritas nasional lima tahun ke depan. Infrastruktur, dalam hal ini, akan memberikan dukungan penuh dalam mewujudkan target-target nasional tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan berarti kemudian infrastruktur di nomor dua-kan. Justru kami harus melakukan prioritas ulang, paling tidak melakukan penyesuaian-penyesuaian agar yang menjadi prioritas utama dari pembangunan nasional 5 tahun ke depan, terutama juga di awal-awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bisa kami dukung dengan baik,&amp;rdquo; jelasnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
3.&amp;nbsp;Pembangunan IKN Dilanjutkan&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, berkaitan dengan pembangunan IKN, AHY memastikan bahwa pembangunan tersebut akan terus dilanjutkan. Menurutnya, pemerintah pun telah mengalokasikan anggaran pembangunan yang akan digunakan secara bertahap untuk periode 2025- 2029.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terkait dengan IKN, ini juga sudah dipastikan akan dilanjutkan dan beliau sendiri juga sudah memastikan akan ada alokasi anggaran besaran kurang lebih Rp48,8 triliun 2025 hingga 2029 ini. Tentu nanti digunakan sesuai dengan pertahapan dan juga rencana yang telah ditetapkan sejak awal,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Istana Merdeka, Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;Pembahasan Progres Pembangunan IKN&#13;
&#13;
&#13;
Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dengan pembahasan terkait progres pembangunan IKN.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentu harapannya kita bisa melanjutkan pembangunan dengan sejumlah penyesuaian dan prioritas. Karena pasti kita selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran, dihadapkan juga dengan berbagai misi dan target-target utama yang menjadi agenda nasional,&amp;rdquo; kata AHY usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/2/2025).&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat&#13;
&#13;
&#13;
AHY mengatakan bahwa saat ini swasembada pangan, energi dan air, termasuk juga peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi prioritas nasional lima tahun ke depan. Infrastruktur, dalam hal ini, akan memberikan dukungan penuh dalam mewujudkan target-target nasional tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan berarti kemudian infrastruktur di nomor dua-kan. Justru kami harus melakukan prioritas ulang, paling tidak melakukan penyesuaian-penyesuaian agar yang menjadi prioritas utama dari pembangunan nasional 5 tahun ke depan, terutama juga di awal-awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bisa kami dukung dengan baik,&amp;rdquo; jelasnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
3.&amp;nbsp;Pembangunan IKN Dilanjutkan&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, berkaitan dengan pembangunan IKN, AHY memastikan bahwa pembangunan tersebut akan terus dilanjutkan. Menurutnya, pemerintah pun telah mengalokasikan anggaran pembangunan yang akan digunakan secara bertahap untuk periode 2025- 2029.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terkait dengan IKN, ini juga sudah dipastikan akan dilanjutkan dan beliau sendiri juga sudah memastikan akan ada alokasi anggaran besaran kurang lebih Rp48,8 triliun 2025 hingga 2029 ini. Tentu nanti digunakan sesuai dengan pertahapan dan juga rencana yang telah ditetapkan sejak awal,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
