<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gas LPG 3 Kg Langka, Masyarakat Panic Buying?</title><description>Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di warung pengecer mulai langka, seiring larangan penyaluran gas bersubsidi&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/04/320/3110380/gas-lpg-3-kg-langka-masyarakat-panic-buying</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/04/320/3110380/gas-lpg-3-kg-langka-masyarakat-panic-buying"/><item><title>Gas LPG 3 Kg Langka, Masyarakat Panic Buying?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/04/320/3110380/gas-lpg-3-kg-langka-masyarakat-panic-buying</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/04/320/3110380/gas-lpg-3-kg-langka-masyarakat-panic-buying</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2025 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/04/320/3110380/gas_elpiji-tvfa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di warung pengecer mulai langka. (Foto: Okezone.com/Pertamina) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/04/320/3110380/gas_elpiji-tvfa_large.jpg</image><title> Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di warung pengecer mulai langka. (Foto: Okezone.com/Pertamina) </title></images><description>JAKARTA - Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di warung pengecer mulai langka, seiring larangan penyaluran gas bersubsidi oleh pangkalan atau agen. Kelangkaan terjadi salah satunya di Jakarta, sejak Sabtu, 1 Februari 2025 atau kebijakan itu mulai diberlakukan.&#13;
&#13;
1. Upaya Atasi Kelangkaan Gas Elpiji&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Hari Nugroho terus mengupayakan sejumlah langkah agar ketersediaan stok gas terus terjaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Makanya kita sedang mengupayakan penanganan kelangkaan, dengan satu meminta para agen atau pangkalan memonitor ketersediaan stok di pangkalan dengan foto laporan kondisi pagi dan sore,&amp;quot; ujar Hari saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Meminta agen untuk segera mensuplai wilayah stok di pangkalan sudah kosong apa akan habis, ketika mendorong angka Pertamina membuka peluang lagi bagi pengecer atau untuk menjadi pangkalan resmi Pertamina supaya mata rantai distribusinya lancar kembali,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
2. Harga Gas Elpiji Naik&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hari membuka opsi untuk menaikkan harga eceran tertinggi (HET) di Jakarta dari Rp16 ribu menjadi Rp19 ribu sama seperti wilayah penyangga lainnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian agen setengah kilo secara rutin melakukan kunjungan pangkalan atau setiap bulannya untuk melakukan pengecekan lokasi pangkalan. Nah tentunya ke depan kita akan membahas HET tadi untuk dinaikkan sesuai dengan daerah penyangga,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
3. Jangan Panic Buying&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Hari meminta masyarakat tidak &amp;#39;panic buying&amp;#39; dengan menumpuk gas LPG 3 Kg buntut pembatasan distribusi ke pengecer atau warung kelontong. Ia meminta masyarakat agar membeli gas melon sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya harapkan gak perlu menumpuk gas elpiji terlalu banyak, dan kebutuhan sehari-hari, masalah itu akan kita atasi mungkin dengan operasi pasar,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di warung pengecer mulai langka, seiring larangan penyaluran gas bersubsidi oleh pangkalan atau agen. Kelangkaan terjadi salah satunya di Jakarta, sejak Sabtu, 1 Februari 2025 atau kebijakan itu mulai diberlakukan.&#13;
&#13;
1. Upaya Atasi Kelangkaan Gas Elpiji&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Hari Nugroho terus mengupayakan sejumlah langkah agar ketersediaan stok gas terus terjaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Makanya kita sedang mengupayakan penanganan kelangkaan, dengan satu meminta para agen atau pangkalan memonitor ketersediaan stok di pangkalan dengan foto laporan kondisi pagi dan sore,&amp;quot; ujar Hari saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Meminta agen untuk segera mensuplai wilayah stok di pangkalan sudah kosong apa akan habis, ketika mendorong angka Pertamina membuka peluang lagi bagi pengecer atau untuk menjadi pangkalan resmi Pertamina supaya mata rantai distribusinya lancar kembali,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
2. Harga Gas Elpiji Naik&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hari membuka opsi untuk menaikkan harga eceran tertinggi (HET) di Jakarta dari Rp16 ribu menjadi Rp19 ribu sama seperti wilayah penyangga lainnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian agen setengah kilo secara rutin melakukan kunjungan pangkalan atau setiap bulannya untuk melakukan pengecekan lokasi pangkalan. Nah tentunya ke depan kita akan membahas HET tadi untuk dinaikkan sesuai dengan daerah penyangga,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
3. Jangan Panic Buying&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Hari meminta masyarakat tidak &amp;#39;panic buying&amp;#39; dengan menumpuk gas LPG 3 Kg buntut pembatasan distribusi ke pengecer atau warung kelontong. Ia meminta masyarakat agar membeli gas melon sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya harapkan gak perlu menumpuk gas elpiji terlalu banyak, dan kebutuhan sehari-hari, masalah itu akan kita atasi mungkin dengan operasi pasar,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
