<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Jamin Antrean Gas Elpiji 3 Kg Tak Terjadi Lagi Besok, Harga Harus Rp19 Ribu per Tabung</title><description>Bahlil Lahadalia memastikan anteran gas elpiji 3 kilogram (Kg) yang belakangan terjadi di pangkalan gas tidak terjadi lagi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/04/320/3110482/bahlil-jamin-antrean-gas-elpiji-3-kg-tak-terjadi-lagi-besok-harga-harus-rp19-ribu-per-tabung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/04/320/3110482/bahlil-jamin-antrean-gas-elpiji-3-kg-tak-terjadi-lagi-besok-harga-harus-rp19-ribu-per-tabung"/><item><title>Bahlil Jamin Antrean Gas Elpiji 3 Kg Tak Terjadi Lagi Besok, Harga Harus Rp19 Ribu per Tabung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/04/320/3110482/bahlil-jamin-antrean-gas-elpiji-3-kg-tak-terjadi-lagi-besok-harga-harus-rp19-ribu-per-tabung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/04/320/3110482/bahlil-jamin-antrean-gas-elpiji-3-kg-tak-terjadi-lagi-besok-harga-harus-rp19-ribu-per-tabung</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2025 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/04/320/3110482/antrean_gas_elpiji_mengular-YoES_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Bahlil Jamin Antrean Gas Elpiji 3 Kg Tidak Terjadi Lagi. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/04/320/3110482/antrean_gas_elpiji_mengular-YoES_large.jpg</image><title>Menteri Bahlil Jamin Antrean Gas Elpiji 3 Kg Tidak Terjadi Lagi. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan anteran gas elpiji 3 kilogram (Kg) yang belakangan terjadi di pangkalan gas tidak terjadi lagi. Apalagi antrean sampai ada yang meninggal dunia demi mendapatkan gas melon subsidi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Pengecer Bisa Jual Gas Elpiji&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, mulai hari ini 4 Februari 2025 para pedagang eceran bisa kembali berjualan dengan syarat menjadi sub-pangkalan yang terdaftar. Adapun harga yang dijual kepada masyarakat tidak boleh lebih dari Rp19 ribu di tingkat eceran atau sub-pangkalan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah mulai hari ini (warung eceran menjadi sub-pangkalan). Dinaikan statusnya menjadi sub pangkalan dengan harga yang kita kontrol,&amp;quot; kata Bahlil di Tangerang, Selasa (4/2/2025).&#13;
&#13;
Sebelumnya Bahlil juga menyampaikan permintaan secara langsung kepada masyarakat saat melakukan kunjungan ke pangkalan gas elpiji 3 Kg di Jalan Palem Raya, Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang Selasa (4/2).&#13;
&#13;
2. Bahlil Mohon Maaf&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan MNC Portal, Bahlil tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WIB dengan disambut oleh antrean panjang masyarakat dengan membawa tabung di depan pangkalan gas elpiji tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mohon maaf ibu ngantri panjang. Insya Allah besok sudah kembali normal, mohon maaf ibu,&amp;quot; kata Bahlil kepada seorang warga yang sedang Antre.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Alasan Pengecer Dilarang Jual Gas Elpiji&#13;
&#13;
Pada kesempatan itu, Bahlil menjelaskan langkah ini diambil sebagai langkah antisipatif dari Pemerintah untuk mengantisipasi penyalahgunaan subsidi gas elpiji 3 Kg. Karena saat ini penyaluran gas elpiji 3 Kg yang diperuntukan khusus warga miskin masih dimanfaatkan bagi golongan yang tidak berhak menerima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita melakukan penataan, kita harus fair untuk memperbaiki, tapi juga diakui kan, bahwa ada yang menyalahgunakan subsidi yang harus kita perbaiki, itu yang penting,&amp;quot; pungkas Bahlil.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan anteran gas elpiji 3 kilogram (Kg) yang belakangan terjadi di pangkalan gas tidak terjadi lagi. Apalagi antrean sampai ada yang meninggal dunia demi mendapatkan gas melon subsidi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Pengecer Bisa Jual Gas Elpiji&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, mulai hari ini 4 Februari 2025 para pedagang eceran bisa kembali berjualan dengan syarat menjadi sub-pangkalan yang terdaftar. Adapun harga yang dijual kepada masyarakat tidak boleh lebih dari Rp19 ribu di tingkat eceran atau sub-pangkalan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah mulai hari ini (warung eceran menjadi sub-pangkalan). Dinaikan statusnya menjadi sub pangkalan dengan harga yang kita kontrol,&amp;quot; kata Bahlil di Tangerang, Selasa (4/2/2025).&#13;
&#13;
Sebelumnya Bahlil juga menyampaikan permintaan secara langsung kepada masyarakat saat melakukan kunjungan ke pangkalan gas elpiji 3 Kg di Jalan Palem Raya, Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang Selasa (4/2).&#13;
&#13;
2. Bahlil Mohon Maaf&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan MNC Portal, Bahlil tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WIB dengan disambut oleh antrean panjang masyarakat dengan membawa tabung di depan pangkalan gas elpiji tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mohon maaf ibu ngantri panjang. Insya Allah besok sudah kembali normal, mohon maaf ibu,&amp;quot; kata Bahlil kepada seorang warga yang sedang Antre.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Alasan Pengecer Dilarang Jual Gas Elpiji&#13;
&#13;
Pada kesempatan itu, Bahlil menjelaskan langkah ini diambil sebagai langkah antisipatif dari Pemerintah untuk mengantisipasi penyalahgunaan subsidi gas elpiji 3 Kg. Karena saat ini penyaluran gas elpiji 3 Kg yang diperuntukan khusus warga miskin masih dimanfaatkan bagi golongan yang tidak berhak menerima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita melakukan penataan, kita harus fair untuk memperbaiki, tapi juga diakui kan, bahwa ada yang menyalahgunakan subsidi yang harus kita perbaiki, itu yang penting,&amp;quot; pungkas Bahlil.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
