<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada yang Aneh, Bahlil Diminta Cek Distribusi LPG 3 Kg dari Pangkalan ke Pengecer</title><description>Keputusan Menteri Bahlil Lahadalia yang melarang penyaluran LPG 3 kg ke warung pengecer justru menimbulkan keresahan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/07/320/3111465/ada-yang-aneh-bahlil-diminta-cek-distribusi-lpg-3-kg-dari-pangkalan-ke-pengecer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/07/320/3111465/ada-yang-aneh-bahlil-diminta-cek-distribusi-lpg-3-kg-dari-pangkalan-ke-pengecer"/><item><title>Ada yang Aneh, Bahlil Diminta Cek Distribusi LPG 3 Kg dari Pangkalan ke Pengecer</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/07/320/3111465/ada-yang-aneh-bahlil-diminta-cek-distribusi-lpg-3-kg-dari-pangkalan-ke-pengecer</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/07/320/3111465/ada-yang-aneh-bahlil-diminta-cek-distribusi-lpg-3-kg-dari-pangkalan-ke-pengecer</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2025 06:24 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/07/320/3111465/gas_elpiji-Cb4P_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asosiasi IUMKM Tidak Terima dengan Keputusan Bahlil Melarang Pengecer Berjualan Gas Elpiji 3 Kg. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/07/320/3111465/gas_elpiji-Cb4P_large.jpg</image><title>Asosiasi IUMKM Tidak Terima dengan Keputusan Bahlil Melarang Pengecer Berjualan Gas Elpiji 3 Kg. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang melarang penyaluran LPG 3 kg ke warung pengecer justru menimbulkan keresahan. Niat agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah jika membeli di pangkalan ketimbang di warung kelontong, justru membuat antrean sangat panjang di pangkalan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Asosiasi IUMKM Sandi Suwardi Hasan merasa tidak terima dengan keputusan tersebut. Meski sudah ada kebijakan baru saat ini, justru keputusan Bahlil sebelumnya menyudutkan para warung kelontong.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menyebut, harga jual di warung kelontong sudah sesuai dengan modal yang harus keluarkan ketika harus datang ke pangkalan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya jalur distribusinya jangan kemudian dipotong langsung di pengecer karena jarak tempuh pengecer kadang dia harus ngambil sendiri ke pangkalan, kemudian ada ongkos transportasi. Tiba-tiba yang divonis bersalah oleh Pak Menteri pengecer tuh,&amp;quot; kata Sandi dalam program interupsi di Inews TV, Jumat (7/2/2025).&#13;
&#13;
1. Sayangkan Keputusan Bahlil&#13;
&#13;
Seharusnya, sebelum berfikir menertibkan penjualan gas LPG 3 Kg di warung kelontong, Bahlil kata dia lebih baik mempelajari jalur distribusi ke pangkalan. Sebab para pengecer biasanya menyetok gas melon hanya 5-10.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya pemain utamanya di pangkalan siapa sih berapa orang yang punya pangkalan ini siapa saja yang punya, itu dulu ditertibkan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Setelah hal tersebut rampung, alangkah lebih mudah menertibkan rumah yang seharusnya bukan penerima manfaat subsidi gas 3 kg.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan kemudian yang disidak yang 3 kg dulu, yang 12 kg karena lebih mudah lebih mudah untuk menemukan ini &amp;#39;oh ini orang kaya nih penghasilannya lebih dari 15 juta pakai 3 kg&amp;#39; ini lebih mudah, karena lebih sedikit,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Prabowo Ambil Sikap&#13;
&#13;
Adapun setelah adanya kegaduhan akibat kebijakan ini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada Kementerian ESDM untuk mengaktifkan kembali peran pengecer dalam rangka penjualan gas LPG 3 kg. Instruksi ini dikeluarkan setelah adanya keluhan masyarakat yang sulit mendapatkan gas tersebut.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat disinggung polemik kelangkaan gas LPG belakangan ini. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden ihwal hal tersebut pada Senin (3/2) tadi malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah komunikasi dengan Presiden, Presiden kemudian telah menginstruksikan kepada ESDM untuk perhari ini mengaktifkan kembali pengecer-pengecer yang ada untuk berjualan seperti biasa,&amp;quot; kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang melarang penyaluran LPG 3 kg ke warung pengecer justru menimbulkan keresahan. Niat agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah jika membeli di pangkalan ketimbang di warung kelontong, justru membuat antrean sangat panjang di pangkalan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Asosiasi IUMKM Sandi Suwardi Hasan merasa tidak terima dengan keputusan tersebut. Meski sudah ada kebijakan baru saat ini, justru keputusan Bahlil sebelumnya menyudutkan para warung kelontong.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menyebut, harga jual di warung kelontong sudah sesuai dengan modal yang harus keluarkan ketika harus datang ke pangkalan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya jalur distribusinya jangan kemudian dipotong langsung di pengecer karena jarak tempuh pengecer kadang dia harus ngambil sendiri ke pangkalan, kemudian ada ongkos transportasi. Tiba-tiba yang divonis bersalah oleh Pak Menteri pengecer tuh,&amp;quot; kata Sandi dalam program interupsi di Inews TV, Jumat (7/2/2025).&#13;
&#13;
1. Sayangkan Keputusan Bahlil&#13;
&#13;
Seharusnya, sebelum berfikir menertibkan penjualan gas LPG 3 Kg di warung kelontong, Bahlil kata dia lebih baik mempelajari jalur distribusi ke pangkalan. Sebab para pengecer biasanya menyetok gas melon hanya 5-10.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya pemain utamanya di pangkalan siapa sih berapa orang yang punya pangkalan ini siapa saja yang punya, itu dulu ditertibkan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Setelah hal tersebut rampung, alangkah lebih mudah menertibkan rumah yang seharusnya bukan penerima manfaat subsidi gas 3 kg.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan kemudian yang disidak yang 3 kg dulu, yang 12 kg karena lebih mudah lebih mudah untuk menemukan ini &amp;#39;oh ini orang kaya nih penghasilannya lebih dari 15 juta pakai 3 kg&amp;#39; ini lebih mudah, karena lebih sedikit,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Prabowo Ambil Sikap&#13;
&#13;
Adapun setelah adanya kegaduhan akibat kebijakan ini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada Kementerian ESDM untuk mengaktifkan kembali peran pengecer dalam rangka penjualan gas LPG 3 kg. Instruksi ini dikeluarkan setelah adanya keluhan masyarakat yang sulit mendapatkan gas tersebut.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat disinggung polemik kelangkaan gas LPG belakangan ini. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden ihwal hal tersebut pada Senin (3/2) tadi malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah komunikasi dengan Presiden, Presiden kemudian telah menginstruksikan kepada ESDM untuk perhari ini mengaktifkan kembali pengecer-pengecer yang ada untuk berjualan seperti biasa,&amp;quot; kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
