<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efisiensi Anggaran, PNS Kerja dengan Cahaya Matahari hingga Honorer Potong Gaji</title><description>Efisiensi anggaran untuk memuluskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis membuat intansi kelabakan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/08/320/3111934/efisiensi-anggaran-pns-kerja-dengan-cahaya-matahari-hingga-honorer-potong-gaji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/08/320/3111934/efisiensi-anggaran-pns-kerja-dengan-cahaya-matahari-hingga-honorer-potong-gaji"/><item><title>Efisiensi Anggaran, PNS Kerja dengan Cahaya Matahari hingga Honorer Potong Gaji</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/08/320/3111934/efisiensi-anggaran-pns-kerja-dengan-cahaya-matahari-hingga-honorer-potong-gaji</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/08/320/3111934/efisiensi-anggaran-pns-kerja-dengan-cahaya-matahari-hingga-honorer-potong-gaji</guid><pubDate>Sabtu 08 Februari 2025 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/08/320/3111934/pns-mEbX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Efisiensi Anggaran, PNS Kerja dengan Cahaya Matahari hingga Honorer Potong Gaji (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/08/320/3111934/pns-mEbX_large.jpg</image><title>Efisiensi Anggaran, PNS Kerja dengan Cahaya Matahari hingga Honorer Potong Gaji (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Efisiensi anggaran untuk memuluskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis membuat intansi kelabakan. Sejumlah instansi melakukan penghematan besar-besaran termasuk dalam penggunaan listrik.&#13;
&#13;
1. Penghematan Listrik&#13;
&#13;
Salah satu instansi di Jakarta Pusat mengumpulkan PNS di ruangan-ruangan besar yang biasa dipakai untuk rapat, sementara sebagian lain diarahkan ke area semi-outdoor. Menurut Ina, yang meminta nama lengkapnya tidak disebutkan, ruang-ruang itu telah diubah dadakan jadi ruang kerja bersama untuk PNS eselon 3 ke bawah, yang diminta bekerja dari rumah dua hari dalam seminggu secara bergantian agar ruang-ruang yang ada muat menampung mereka.&#13;
Di ruang rapat, meja-meja berjejer rapi. Tak lupa, colokan dipasang di sana-sini agar memudahkan mereka mengisi daya laptop atau ponsel saat bekerja.&#13;
AC sentral gedung kantor sengaja dimatikan. Hanya AC split di ruang kerja bersama yang boleh menyala, itu pun dengan setelan suhu tak boleh lebih rendah dari 24 derajat Celsius.&#13;
Sebelum mulai bekerja, seluruh PNS dikumpulkan secara daring untuk mendengar arahan pimpinan instansi.&#13;
Saat itu, kata Ina, pimpinan meminta para pegawai memahami kondisi yang ada dan tetap bekerja maksimal.&#13;
&amp;quot;Anggap saja ini salah satu wujud bela negara, wujud nasionalisme, katanya dilansir dari BBC, Sabtu (8/2/2025).&#13;
Tak lama setelah pertemuan daring usai, salah satu atasan Ina datang ke ruang kerja bersama. Melihat lampu ruangan menyala, si atasan bilang: &amp;quot;Dimatiin aja.&amp;quot;&#13;
&amp;quot;Ini kan terang dari cahaya matahari.&amp;quot;&#13;
Benar saja. Lampu-lampu dimatikan, sehingga Ina mesti bekerja dari pagi hingga sore dengan hanya mengandalkan cahaya matahari dari jendela.&#13;
&#13;
2. Efisiensi Besar-besaran&#13;
&#13;
Instansi Ina melakukan simulasi penghematan mulai Senin, 3 Februari, untuk mencari tahu sebesar apa pemangkasan yang bisa dilakukan di berbagai pos belanja, sebelum menyampaikan rencana efisiensi yang telah disetujui DPR ke Menteri Keuangan Sri Mulyani paling lambat 14 Februari.&#13;
Karena itu, Ina dan kawan-kawan mesti bekerja di ruang rapat dengan hanya bermodal cahaya matahari dari jendela, dengan setelan suhu AC tak boleh kurang dari 24 derajat Celsius.&#13;
Masalahnya, besaran efisiensi instansi Ina yang ditargetkan Sri Mulyani mencapai lebih dari 30% dari total alokasi belanja awal. Sebagai perbandingan, di tahun pertama pandemi Covid-19 pada 2020 silam, pengalihan anggaran yang dilakukan hanya sekitar 6-7%.&#13;
Setelah simulasi berjalan beberapa hari, Ina mendapat informasi bahwa kantornya masih harus menghemat beberapa miliar rupiah lagi demi mengejar target efisiensi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Gaji Honorer Dipotong&#13;
&#13;
Gaji Ina dan kawan-kawan memang aman, karena dilarang diutak-atik seperti ditegaskan di Instruksi Presiden No. 1/2025 dan Surat Menteri Keuangan No. S-37/MK.02/2025.&#13;
Namun, Ina bilang gaji untuk sopir, teknisi, dan office boy kantor terancam dipotong sebesar 30-50% karena alokasi dana untuk mereka tidak termasuk &amp;quot;belanja pegawai&amp;quot;.&#13;
Kemungkinan terburuknya, para pekerja semacam itu bisa dipecat.&#13;
Program-program kerja juga otomatis terdampak. Salah satu program yang seharusnya akan dikerjakan Ina di 2025 awalnya mendapat alokasi dana Rp150 juta. Kini, ia dipangkas hingga tersisa sekitar Rp20 juta.&#13;
&amp;quot;Di instansi lain bahkan lebih parah. Ada satu unit kerja di salah satu kementerian yang anggarannya dipotong dari Rp80 miliar jadi Rp4 miliar,&amp;quot; kata Ina.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Efisiensi anggaran untuk memuluskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis membuat intansi kelabakan. Sejumlah instansi melakukan penghematan besar-besaran termasuk dalam penggunaan listrik.&#13;
&#13;
1. Penghematan Listrik&#13;
&#13;
Salah satu instansi di Jakarta Pusat mengumpulkan PNS di ruangan-ruangan besar yang biasa dipakai untuk rapat, sementara sebagian lain diarahkan ke area semi-outdoor. Menurut Ina, yang meminta nama lengkapnya tidak disebutkan, ruang-ruang itu telah diubah dadakan jadi ruang kerja bersama untuk PNS eselon 3 ke bawah, yang diminta bekerja dari rumah dua hari dalam seminggu secara bergantian agar ruang-ruang yang ada muat menampung mereka.&#13;
Di ruang rapat, meja-meja berjejer rapi. Tak lupa, colokan dipasang di sana-sini agar memudahkan mereka mengisi daya laptop atau ponsel saat bekerja.&#13;
AC sentral gedung kantor sengaja dimatikan. Hanya AC split di ruang kerja bersama yang boleh menyala, itu pun dengan setelan suhu tak boleh lebih rendah dari 24 derajat Celsius.&#13;
Sebelum mulai bekerja, seluruh PNS dikumpulkan secara daring untuk mendengar arahan pimpinan instansi.&#13;
Saat itu, kata Ina, pimpinan meminta para pegawai memahami kondisi yang ada dan tetap bekerja maksimal.&#13;
&amp;quot;Anggap saja ini salah satu wujud bela negara, wujud nasionalisme, katanya dilansir dari BBC, Sabtu (8/2/2025).&#13;
Tak lama setelah pertemuan daring usai, salah satu atasan Ina datang ke ruang kerja bersama. Melihat lampu ruangan menyala, si atasan bilang: &amp;quot;Dimatiin aja.&amp;quot;&#13;
&amp;quot;Ini kan terang dari cahaya matahari.&amp;quot;&#13;
Benar saja. Lampu-lampu dimatikan, sehingga Ina mesti bekerja dari pagi hingga sore dengan hanya mengandalkan cahaya matahari dari jendela.&#13;
&#13;
2. Efisiensi Besar-besaran&#13;
&#13;
Instansi Ina melakukan simulasi penghematan mulai Senin, 3 Februari, untuk mencari tahu sebesar apa pemangkasan yang bisa dilakukan di berbagai pos belanja, sebelum menyampaikan rencana efisiensi yang telah disetujui DPR ke Menteri Keuangan Sri Mulyani paling lambat 14 Februari.&#13;
Karena itu, Ina dan kawan-kawan mesti bekerja di ruang rapat dengan hanya bermodal cahaya matahari dari jendela, dengan setelan suhu AC tak boleh kurang dari 24 derajat Celsius.&#13;
Masalahnya, besaran efisiensi instansi Ina yang ditargetkan Sri Mulyani mencapai lebih dari 30% dari total alokasi belanja awal. Sebagai perbandingan, di tahun pertama pandemi Covid-19 pada 2020 silam, pengalihan anggaran yang dilakukan hanya sekitar 6-7%.&#13;
Setelah simulasi berjalan beberapa hari, Ina mendapat informasi bahwa kantornya masih harus menghemat beberapa miliar rupiah lagi demi mengejar target efisiensi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Gaji Honorer Dipotong&#13;
&#13;
Gaji Ina dan kawan-kawan memang aman, karena dilarang diutak-atik seperti ditegaskan di Instruksi Presiden No. 1/2025 dan Surat Menteri Keuangan No. S-37/MK.02/2025.&#13;
Namun, Ina bilang gaji untuk sopir, teknisi, dan office boy kantor terancam dipotong sebesar 30-50% karena alokasi dana untuk mereka tidak termasuk &amp;quot;belanja pegawai&amp;quot;.&#13;
Kemungkinan terburuknya, para pekerja semacam itu bisa dipecat.&#13;
Program-program kerja juga otomatis terdampak. Salah satu program yang seharusnya akan dikerjakan Ina di 2025 awalnya mendapat alokasi dana Rp150 juta. Kini, ia dipangkas hingga tersisa sekitar Rp20 juta.&#13;
&amp;quot;Di instansi lain bahkan lebih parah. Ada satu unit kerja di salah satu kementerian yang anggarannya dipotong dari Rp80 miliar jadi Rp4 miliar,&amp;quot; kata Ina.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
