<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Guyur Insentif Rp80 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah</title><description>BI menaikan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) menjadi Rp80 triliun. Kenaikan KLM untuk mendukung implementasi program 3 juta rumah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/12/470/3112907/bi-guyur-insentif-rp80-triliun-untuk-program-3-juta-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/12/470/3112907/bi-guyur-insentif-rp80-triliun-untuk-program-3-juta-rumah"/><item><title>BI Guyur Insentif Rp80 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/12/470/3112907/bi-guyur-insentif-rp80-triliun-untuk-program-3-juta-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/12/470/3112907/bi-guyur-insentif-rp80-triliun-untuk-program-3-juta-rumah</guid><pubDate>Rabu 12 Februari 2025 00:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/12/470/3112907/program_3_juta_rumah-Q08H_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BAI Beri Insentif Program 3 Juta Rumah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/12/470/3112907/program_3_juta_rumah-Q08H_large.jpg</image><title>BAI Beri Insentif Program 3 Juta Rumah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bakal menaikan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) menjadi Rp80 triliun. Kenaikan KLM untuk mendukung implementasi program 3 juta rumah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Insentif 80 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah&#13;
&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo usai melaksakan pertemuan dengan Menteri Permukiman dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait (Ara), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.&#13;
&#13;
&#13;
Lalu, Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Sementara itu, DPR diwakili Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun pada Selasa (11/2/2025) di gedung BI, Jakarta Pusat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil diskusi ini kami akan naikkan secara bertahap (KLM) menjadi Rp80 triliun untuk mendukung program perumahan ini (3 juta rumah),&amp;rdquo; ujar Perry Warjiyo.&#13;
&#13;
2. BI Sediakan Insentif Kebijakan Likuiditas&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, BI masih menyediakan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial senilai Rp23,19 triliun. Namun, nilainya naik menjadi Rp80 triliun setelah pertemuan tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
Adapun, KLM diberikan BI kepada lembaga perbankan yang dipercaya menyalurkan kredit untuk perumahaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana dukungan konkret BI untuk kesuksesan program perumahan? Yaitu adalah memberikan insentif likuiditas makro kepada bank-bank yang menyalurkan kredit, kepada sektor perumahan. Kami menyediakan sekarang adalah Rp23,19 triliun,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Optimis Sektor Perumahan&#13;
&#13;
&#13;
Perry optimis, sektor perumahan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Sehingga program ini perlu direalisasikan.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berkeyakinan bahwa perumahan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,&amp;rdquo; tukas dia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bakal menaikan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) menjadi Rp80 triliun. Kenaikan KLM untuk mendukung implementasi program 3 juta rumah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Insentif 80 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah&#13;
&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo usai melaksakan pertemuan dengan Menteri Permukiman dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait (Ara), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.&#13;
&#13;
&#13;
Lalu, Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Sementara itu, DPR diwakili Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun pada Selasa (11/2/2025) di gedung BI, Jakarta Pusat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil diskusi ini kami akan naikkan secara bertahap (KLM) menjadi Rp80 triliun untuk mendukung program perumahan ini (3 juta rumah),&amp;rdquo; ujar Perry Warjiyo.&#13;
&#13;
2. BI Sediakan Insentif Kebijakan Likuiditas&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, BI masih menyediakan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial senilai Rp23,19 triliun. Namun, nilainya naik menjadi Rp80 triliun setelah pertemuan tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
Adapun, KLM diberikan BI kepada lembaga perbankan yang dipercaya menyalurkan kredit untuk perumahaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana dukungan konkret BI untuk kesuksesan program perumahan? Yaitu adalah memberikan insentif likuiditas makro kepada bank-bank yang menyalurkan kredit, kepada sektor perumahan. Kami menyediakan sekarang adalah Rp23,19 triliun,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Optimis Sektor Perumahan&#13;
&#13;
&#13;
Perry optimis, sektor perumahan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Sehingga program ini perlu direalisasikan.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berkeyakinan bahwa perumahan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,&amp;rdquo; tukas dia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
