<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Bukan Pengekspor Buah Terbesar Dunia meski Produksi Tinggi, Kenapa?</title><description>Masih terdapat tantangan bagi petani mikro di Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/13/320/3113620/ri-bukan-pengekspor-buah-terbesar-dunia-meski-produksi-tinggi-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/13/320/3113620/ri-bukan-pengekspor-buah-terbesar-dunia-meski-produksi-tinggi-kenapa"/><item><title>RI Bukan Pengekspor Buah Terbesar Dunia meski Produksi Tinggi, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/13/320/3113620/ri-bukan-pengekspor-buah-terbesar-dunia-meski-produksi-tinggi-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/13/320/3113620/ri-bukan-pengekspor-buah-terbesar-dunia-meski-produksi-tinggi-kenapa</guid><pubDate>Kamis 13 Februari 2025 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rifdahnailah Larasati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/13/320/3113620/ekspor_indonesia-9de7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Buah Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/13/320/3113620/ekspor_indonesia-9de7_large.jpg</image><title>Ekspor Buah Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Masih terdapat tantangan bagi petani mikro di Indonesia. Hal ini dikarenakan jumlah lahan yang kecil, sehingga keuntungan yang di dapat tidak dapat sepenuhnya mencukupi kebutuhan hidup.&#13;
&#13;
&#13;
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik, 93% petani di Indonesia adalah petani mikro. Petani mikro rata-rata hanya memiliki lahan sebesar 1.000 sampai 6.000 meter dan jika berbicara petani buah, tentu lahan tersebut terbilang sangat kecil.&#13;
&#13;
&#13;
Sehingga hanya bisa menanam pohon dengan jumlah yang sedikit. Tentu, hal tersebut menjadi tantangan bagi para petani Indonesia, khususnya petani buah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;Produksi Buah di Indonesia&#13;
&#13;
&#13;
Co-Founder &amp;amp; CEO Java Fresh, Margareta Astaman menyebutkan sebenarnya produksi buah di Indonesia sangat tinggi, tetapi Indonesia bukan ekspor yang terbesar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita melihat bahwa Indonesia itu sebenarnya secara produksi buah sangat tinggi, tetapi kita bukan ekspor yang terbesar di dunia. Artinya ada jarak antara produksi dengan kualitas,&amp;rdquo; kata Margaretha di DBS Tower, Capital Place, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;Langkah Atasi Tantangan&#13;
&#13;
&#13;
Margaretha juga menyebutkan langkah untuk mengatasi tantangan tersebut salah satunya dengan mengubah sistem yang ada di masyarakat agar para petani mikro menghasilkan skala ekonomi.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satunya menciptakan sortation based pricing untuk menawarkan harga berbeda pada masing-masing kriteria produk. Sehingga, para petani terpacu merawat pohon dan mendapatkan nilai lebih ketika menjual produk dengan kualitas lebih baik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Masih terdapat tantangan bagi petani mikro di Indonesia. Hal ini dikarenakan jumlah lahan yang kecil, sehingga keuntungan yang di dapat tidak dapat sepenuhnya mencukupi kebutuhan hidup.&#13;
&#13;
&#13;
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik, 93% petani di Indonesia adalah petani mikro. Petani mikro rata-rata hanya memiliki lahan sebesar 1.000 sampai 6.000 meter dan jika berbicara petani buah, tentu lahan tersebut terbilang sangat kecil.&#13;
&#13;
&#13;
Sehingga hanya bisa menanam pohon dengan jumlah yang sedikit. Tentu, hal tersebut menjadi tantangan bagi para petani Indonesia, khususnya petani buah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;Produksi Buah di Indonesia&#13;
&#13;
&#13;
Co-Founder &amp;amp; CEO Java Fresh, Margareta Astaman menyebutkan sebenarnya produksi buah di Indonesia sangat tinggi, tetapi Indonesia bukan ekspor yang terbesar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita melihat bahwa Indonesia itu sebenarnya secara produksi buah sangat tinggi, tetapi kita bukan ekspor yang terbesar di dunia. Artinya ada jarak antara produksi dengan kualitas,&amp;rdquo; kata Margaretha di DBS Tower, Capital Place, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;Langkah Atasi Tantangan&#13;
&#13;
&#13;
Margaretha juga menyebutkan langkah untuk mengatasi tantangan tersebut salah satunya dengan mengubah sistem yang ada di masyarakat agar para petani mikro menghasilkan skala ekonomi.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satunya menciptakan sortation based pricing untuk menawarkan harga berbeda pada masing-masing kriteria produk. Sehingga, para petani terpacu merawat pohon dan mendapatkan nilai lebih ketika menjual produk dengan kualitas lebih baik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
