<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerbitan Surat Utang di BEI Tembus Rp15,3 Triliun, Ada Antrean 15 Emisi</title><description>Aktivitas penerbitan surat utang di pasar modal Indonesia terus menggeliat. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/15/278/3114163/penerbitan-surat-utang-di-bei-tembus-rp15-3-triliun-ada-antrean-15-emisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/15/278/3114163/penerbitan-surat-utang-di-bei-tembus-rp15-3-triliun-ada-antrean-15-emisi"/><item><title>Penerbitan Surat Utang di BEI Tembus Rp15,3 Triliun, Ada Antrean 15 Emisi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/15/278/3114163/penerbitan-surat-utang-di-bei-tembus-rp15-3-triliun-ada-antrean-15-emisi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/15/278/3114163/penerbitan-surat-utang-di-bei-tembus-rp15-3-triliun-ada-antrean-15-emisi</guid><pubDate>Sabtu 15 Februari 2025 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/15/278/3114163/bei-X10T_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Surat Utang BEI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/15/278/3114163/bei-X10T_large.jpg</image><title>Surat Utang BEI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Aktivitas penerbitan surat utang di pasar modal Indonesia terus menggeliat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Penerbitan Efek Bersifat Utang&#13;
&#13;
&#13;
Hingga 14 Februari 2025, nilai penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) telah mencapai Rp15,3 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ini berasal dari 13 emisi yang diterbitkan oleh 11 perusahaan, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (15/2/2025).&#13;
&#13;
Selain penerbitan yang telah terealisasi, masih terdapat antrean 15 emisi lainnya yang tengah dalam proses. &amp;nbsp;Sementara sebanyak 12 perusahaan telah masuk dalam pipeline penerbitan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai dengan 14 February 2025 terdapat 15 emisi dari 12 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Sabtu (15/2).&#13;
&#13;
&#13;
2. Penerbitan Surat Utang&#13;
&#13;
&#13;
Dari sisi sektor, penerbitan surat utang ini berasal dari beragam industri. Sebanyak 3 perusahaan masing-masing berasal dari sektor bahan baku, energi, dan sektor keuangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, sektor konsumer nonsiklikal menyumbang 2 perusahaan, dan satu lainnya berasal dari sektor konsumer siklikal.&#13;
&#13;
Adapun sepanjang pekan ini, BEI juga kedatangan 2 sukuk dan 4 obligasi. Berikut daftarnya&#13;
&#13;
Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Medco Power Indonesia Tahap IV Tahun 2025 diterbitkan oleh PT Medco Power Indonesia bernilai Rp1,15 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Obligasi Berkelanjutan III Lontar Papyrus Pulp &amp;amp; Paper Industry Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Lontar Papyrus Pulp &amp;amp; Paper Industry Tahap II Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Lontar Papyrus Pulp &amp;amp; Paper Industry sebesar Rp867,82 miliar, dan Sukuk sebesar Rp917,02 miliar.&#13;
&#13;
Kemudian Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mulai dicatatkan di BEI. Obligasi dicatatkan dengan nominal pokok sebesar Rp2,79 triliun.&#13;
&#13;
Selanjutnya Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap IV Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk. Obligasi dicatatkan dengan nominal pokok sebesar Rp612,20 miliar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivitas penerbitan surat utang di pasar modal Indonesia terus menggeliat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Penerbitan Efek Bersifat Utang&#13;
&#13;
&#13;
Hingga 14 Februari 2025, nilai penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) telah mencapai Rp15,3 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ini berasal dari 13 emisi yang diterbitkan oleh 11 perusahaan, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (15/2/2025).&#13;
&#13;
Selain penerbitan yang telah terealisasi, masih terdapat antrean 15 emisi lainnya yang tengah dalam proses. &amp;nbsp;Sementara sebanyak 12 perusahaan telah masuk dalam pipeline penerbitan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai dengan 14 February 2025 terdapat 15 emisi dari 12 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Sabtu (15/2).&#13;
&#13;
&#13;
2. Penerbitan Surat Utang&#13;
&#13;
&#13;
Dari sisi sektor, penerbitan surat utang ini berasal dari beragam industri. Sebanyak 3 perusahaan masing-masing berasal dari sektor bahan baku, energi, dan sektor keuangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, sektor konsumer nonsiklikal menyumbang 2 perusahaan, dan satu lainnya berasal dari sektor konsumer siklikal.&#13;
&#13;
Adapun sepanjang pekan ini, BEI juga kedatangan 2 sukuk dan 4 obligasi. Berikut daftarnya&#13;
&#13;
Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Medco Power Indonesia Tahap IV Tahun 2025 diterbitkan oleh PT Medco Power Indonesia bernilai Rp1,15 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Obligasi Berkelanjutan III Lontar Papyrus Pulp &amp;amp; Paper Industry Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Lontar Papyrus Pulp &amp;amp; Paper Industry Tahap II Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Lontar Papyrus Pulp &amp;amp; Paper Industry sebesar Rp867,82 miliar, dan Sukuk sebesar Rp917,02 miliar.&#13;
&#13;
Kemudian Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mulai dicatatkan di BEI. Obligasi dicatatkan dengan nominal pokok sebesar Rp2,79 triliun.&#13;
&#13;
Selanjutnya Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap IV Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk. Obligasi dicatatkan dengan nominal pokok sebesar Rp612,20 miliar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
