<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramai Tagar Kabur Aja Dulu, Luhut: Ini Kan Baru 100 Hari Enggak Perlu Terburu-buru</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara mengenai ramai tagar #KaburAjaDulu.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/18/320/3114964/ramai-tagar-kabur-aja-dulu-luhut-ini-kan-baru-100-hari-enggak-perlu-terburu-buru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/18/320/3114964/ramai-tagar-kabur-aja-dulu-luhut-ini-kan-baru-100-hari-enggak-perlu-terburu-buru"/><item><title>Ramai Tagar Kabur Aja Dulu, Luhut: Ini Kan Baru 100 Hari Enggak Perlu Terburu-buru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/18/320/3114964/ramai-tagar-kabur-aja-dulu-luhut-ini-kan-baru-100-hari-enggak-perlu-terburu-buru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/18/320/3114964/ramai-tagar-kabur-aja-dulu-luhut-ini-kan-baru-100-hari-enggak-perlu-terburu-buru</guid><pubDate>Selasa 18 Februari 2025 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Aura Fierdausi Alfahis</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/18/320/3114964/luhut-TR5L_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ramai Tagar Kabur Aja Dulu, Luhut: Ini Kan Baru 100 Hari Enggak Perlu Terburu-buru (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/18/320/3114964/luhut-TR5L_large.jpg</image><title>Ramai Tagar Kabur Aja Dulu, Luhut: Ini Kan Baru 100 Hari Enggak Perlu Terburu-buru (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara mengenai ramai tagar #KaburAjaDulu. Hashtag Kabur Aja Dulu menunjukkan adanya keluhan dari masyarakat Indonesia dengan kondisi negara saat ini terutama kebijakan yang baru saja disahkan.&#13;
&#13;
Maksud tagar Kabur Aja Dulu adalah menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia ingin pergi dari Indonesia menuju negara lain.&#13;
&#13;
1. Tanggapan Luhut soal Tagar Kabur Aja Dulu&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Luhut mengungkapkan bahwa masyarakat terlalu terburu-buru mengkhawatirkan kebijakan yang baru saja disahkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebenernya, ini kan baru 100 hari. Saya pikir enggak perlu terburu-buru,&amp;rdquo; ungkap Luhut di Jakarta, Selasa (18/2/2025).&#13;
&#13;
Luhut juga menambahkan bahwa program digitalisasi maupun efisiensi anggaran sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan output yang terbaik untuk negara Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kan baru mulai, kita lihat lah nanti sampai awal tahun depan atau akhir tahun progresnya,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Menurut Luhut, adanya kebijakan mengenai efisiensi anggaran merupakan salah satu hal yang akan berdampak pada perbaikan ekonomi di Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Pentingnya Efisiensi Anggaran dan Program Digitalisasi&#13;
&#13;
Luhut mengatakan bahwa Indonesia kini tengah menghadapi tantangan jangka menengah seperti ketahanan pangan global, perubahan iklim, gangguan digital dan kecerdasan buatan, serta fragmentasi geopolitik dan persaingan ekonomi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Upaya efisiensi anggaran ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas belanja dan meningkatkan multiplier effect terhadap perekonomian daerah, belanja yang lebih produktif, belanja yang lebih tepat sasaran, belanja yang berdampak langsung pada masyarakat, UMKM dan perekonomian daerah&#13;
&#13;
Luhut juga menanbahkan peningkatan efisiensi dan tata kelola dapat dipercepat dengan melanjutkan program digitalisasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan digitalisasi ini, Indonesia akan menjadi negara yang bisa efisien,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara mengenai ramai tagar #KaburAjaDulu. Hashtag Kabur Aja Dulu menunjukkan adanya keluhan dari masyarakat Indonesia dengan kondisi negara saat ini terutama kebijakan yang baru saja disahkan.&#13;
&#13;
Maksud tagar Kabur Aja Dulu adalah menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia ingin pergi dari Indonesia menuju negara lain.&#13;
&#13;
1. Tanggapan Luhut soal Tagar Kabur Aja Dulu&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Luhut mengungkapkan bahwa masyarakat terlalu terburu-buru mengkhawatirkan kebijakan yang baru saja disahkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebenernya, ini kan baru 100 hari. Saya pikir enggak perlu terburu-buru,&amp;rdquo; ungkap Luhut di Jakarta, Selasa (18/2/2025).&#13;
&#13;
Luhut juga menambahkan bahwa program digitalisasi maupun efisiensi anggaran sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan output yang terbaik untuk negara Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kan baru mulai, kita lihat lah nanti sampai awal tahun depan atau akhir tahun progresnya,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Menurut Luhut, adanya kebijakan mengenai efisiensi anggaran merupakan salah satu hal yang akan berdampak pada perbaikan ekonomi di Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Pentingnya Efisiensi Anggaran dan Program Digitalisasi&#13;
&#13;
Luhut mengatakan bahwa Indonesia kini tengah menghadapi tantangan jangka menengah seperti ketahanan pangan global, perubahan iklim, gangguan digital dan kecerdasan buatan, serta fragmentasi geopolitik dan persaingan ekonomi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Upaya efisiensi anggaran ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas belanja dan meningkatkan multiplier effect terhadap perekonomian daerah, belanja yang lebih produktif, belanja yang lebih tepat sasaran, belanja yang berdampak langsung pada masyarakat, UMKM dan perekonomian daerah&#13;
&#13;
Luhut juga menanbahkan peningkatan efisiensi dan tata kelola dapat dipercepat dengan melanjutkan program digitalisasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan digitalisasi ini, Indonesia akan menjadi negara yang bisa efisien,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
