<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga Tetap di 5,75%, BI: Ini Agar Inflasi Terkendali</title><description>Keputusan ini diambil berdasarkan asesmen menyeluruh, proyeksi, ekonomi global, ekonomi domestik,&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/19/320/3115311/suku-bunga-tetap-di-5-75-bi-ini-agar-inflasi-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/19/320/3115311/suku-bunga-tetap-di-5-75-bi-ini-agar-inflasi-terkendali"/><item><title>Suku Bunga Tetap di 5,75%, BI: Ini Agar Inflasi Terkendali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/19/320/3115311/suku-bunga-tetap-di-5-75-bi-ini-agar-inflasi-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/19/320/3115311/suku-bunga-tetap-di-5-75-bi-ini-agar-inflasi-terkendali</guid><pubDate>Rabu 19 Februari 2025 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/19/320/3115311/bi-mX7D_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/19/320/3115311/bi-mX7D_large.jpg</image><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate pada level 5,75%. Keputusan ini ditetapkan dapat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 18-19 Februari 2025.&#13;
&#13;
1. Alasan BI Rate Ditahan&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan asesmen menyeluruh, proyeksi, ekonomi global, ekonomi domestik, kondisi moneter sistem keuangan dan pembayaran ke depan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan asesmen menyeluruh, RDG BI pada 18 dan 19 Februari 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%,&amp;rdquo; kata Perry dalam pengumuman hasil RDG BI periode Februari di Jakarta, Rabu (19/2/2025).&#13;
&#13;
Adapun suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan menjadi 5% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5%.&#13;
&#13;
Langkah BI ini juga konsisten dengan inflasi yang masih terkendali. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga masih terjaga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keputusan ini diambil agar inflasi tetap terkendali,&amp;rdquo; kata Perry.&#13;
&#13;
2. Laju Inflasi&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai catatan, inflasi Januari 2025 tercatat sebesar 0,76% (year-on-year), turun dari 1,57 persen (yoy) pada Desember 2024. Ini merupakan titik terendahnya sejak tahun 2000.&#13;
&#13;
Sementara indeks harga konsumen (IHK) periode Januari 2025 tercatat mengalami deflasi 0,76% (month-to-month). Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh diskon tarif listrik untuk kelompok rumah tangga tertentu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun Inflasi inti naik menjadi 0,30 persen (mtm), dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen (mtm). Sementara inflasi inti tahunan naik menjadi 2,26 persen (yoy).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. BI Perlu Tahan Suku Bunga&#13;
&#13;
Sebelumnya Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia mencermati BI perlu menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen dalam menghadapi ketidakpastian global dan kondisi domestik terkini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di market global, penerapan tarif impor Amerika Serikat, hingga gejolak tensi geopolitik masih membayangi kebijakan dalam negeri.&#13;
&#13;
Periode Ramadhan dan Idul Fitri pada Maret mendatang juga dipandang berpotensi mendongkrak inflasi, saat nilai tukar rupiah terhadap dolar masih fluktuatif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, kami berpandangan bahwa Bank Indonesia perlu menahan suku bunga acuannya di 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur di Februari ini,&amp;rdquo; kata Ekonom LPEM UI Teuku Riefky, dkk dalam risetnya, Selasa (18/2).&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate pada level 5,75%. Keputusan ini ditetapkan dapat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 18-19 Februari 2025.&#13;
&#13;
1. Alasan BI Rate Ditahan&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan asesmen menyeluruh, proyeksi, ekonomi global, ekonomi domestik, kondisi moneter sistem keuangan dan pembayaran ke depan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan asesmen menyeluruh, RDG BI pada 18 dan 19 Februari 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%,&amp;rdquo; kata Perry dalam pengumuman hasil RDG BI periode Februari di Jakarta, Rabu (19/2/2025).&#13;
&#13;
Adapun suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan menjadi 5% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5%.&#13;
&#13;
Langkah BI ini juga konsisten dengan inflasi yang masih terkendali. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga masih terjaga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keputusan ini diambil agar inflasi tetap terkendali,&amp;rdquo; kata Perry.&#13;
&#13;
2. Laju Inflasi&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai catatan, inflasi Januari 2025 tercatat sebesar 0,76% (year-on-year), turun dari 1,57 persen (yoy) pada Desember 2024. Ini merupakan titik terendahnya sejak tahun 2000.&#13;
&#13;
Sementara indeks harga konsumen (IHK) periode Januari 2025 tercatat mengalami deflasi 0,76% (month-to-month). Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh diskon tarif listrik untuk kelompok rumah tangga tertentu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun Inflasi inti naik menjadi 0,30 persen (mtm), dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen (mtm). Sementara inflasi inti tahunan naik menjadi 2,26 persen (yoy).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. BI Perlu Tahan Suku Bunga&#13;
&#13;
Sebelumnya Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia mencermati BI perlu menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen dalam menghadapi ketidakpastian global dan kondisi domestik terkini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di market global, penerapan tarif impor Amerika Serikat, hingga gejolak tensi geopolitik masih membayangi kebijakan dalam negeri.&#13;
&#13;
Periode Ramadhan dan Idul Fitri pada Maret mendatang juga dipandang berpotensi mendongkrak inflasi, saat nilai tukar rupiah terhadap dolar masih fluktuatif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, kami berpandangan bahwa Bank Indonesia perlu menahan suku bunga acuannya di 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur di Februari ini,&amp;rdquo; kata Ekonom LPEM UI Teuku Riefky, dkk dalam risetnya, Selasa (18/2).&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
