<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Syarat dan Kriteria Penerima JKP 60% Setelah PHK</title><description>Pemutusan hubungan kerja (PHK) akan tetap mendapatkan penghasilan rutin melalui Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) 60?ri gaji bulanan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/320/3115641/syarat-dan-kriteria-penerima-jkp-60-setelah-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/320/3115641/syarat-dan-kriteria-penerima-jkp-60-setelah-phk"/><item><title>Syarat dan Kriteria Penerima JKP 60% Setelah PHK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/320/3115641/syarat-dan-kriteria-penerima-jkp-60-setelah-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/320/3115641/syarat-dan-kriteria-penerima-jkp-60-setelah-phk</guid><pubDate>Kamis 20 Februari 2025 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Adinda Ayu Larasati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/20/320/3115641/phk-6g71_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Syarat dan kriteria penerima JKP 60% setelah PHK sudah diputuskan mulai tahun ini. (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/20/320/3115641/phk-6g71_large.png</image><title>Syarat dan kriteria penerima JKP 60% setelah PHK sudah diputuskan mulai tahun ini. (foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Syarat dan kriteria penerima JKP 60% setelah PHK sudah diputuskan mulai tahun ini. Pemutusan hubungan kerja (PHK) akan tetap mendapatkan penghasilan rutin melalui Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) 60% dari gaji bulanan.&#13;
&#13;
Presiden Prabowo Subianto telah terbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2025 mengenai Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program JKP.&#13;
&#13;
Beberapa poin yang diubah adalah Pasal 11 PP 37/2021 mengenai iuran JKP sebesar 0,46% dari upah sebulan, diubah menjadi PP 6/2025 tentang iuran JKP sebesar 0,36% dari upah sebulan.&#13;
&#13;
Dalam Pasal 21 PP 37/2021 mengenai manfaat uang tunai yang diberikan setiap bulan paling banyak 6 bulan upah dengan ketentuan sebesar 45% dari upah untuk 3 bulan pertama dan 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya.&#13;
&#13;
Ketentuan di atas telah diubah dalam Pasal 21 ayat (1) PP 6/2025 menjadi &amp;ldquo;Manfaat uang tunai diberikan setiap bulan sebesar 60% dari upah, untuk paling lama 6 bulan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Adanya penambahan Pasal 39A ayat (1) yang menyebutkan bahwa &amp;ldquo;Dalam hal perusahaan dinyatakan pailit atau tutup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan menunggak iuran paling lama 6 bulan, maka manfaat JKP tetap dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Ayat (2) berbunyi &amp;ldquo;Ketentuan pembayaran manfaat JKP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menghapus kewajiban pengusaha untuk melunasi tunggakan iuran dan denda program jaminan social ketenagakerjaan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Selanjutnya, Pasal 40 PP 6/2025 menyebutkan Hak atas manfaat JKP sebagaimana dimaksud hilang jika pekerja/buruh tidak mengajukan permohonan klaim manfaat JKP selama 6 bulan sejak terjadi pemutusan hubungan kerja, telah mendapat pekerjaan, atau meninggal dunia.&#13;
&#13;
Berikut Okezone merangkum syarat dan kriteria penerima JKP 60% setelah PKH, Kamis (20/2/2025).&#13;
&#13;
Syarat penerima JKP 60% setelah PKH&#13;
&#13;
Berdasarkan Pasal 9 ayat 1 PP Nomor 6/2025 tentang penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan, manfaat JKP akan diberikan kepada peserta yang terdampak PHK berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (karyawan tetap) maupun perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak).&#13;
&#13;
Pelaporan PHK disertai bukti&#13;
Punya komitmen untuk bekerja kembali&#13;
Peserta memiliki masa iuran paling sedikit 12 bulan dalam rentang waktu 24 bulan sebelum terjadi PHK&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Telah dilaporkan Non Aktif oleh Perusahaan kepada BPJS Ketenagakerjaan&#13;
Tidak sedang kembali bekerja di Sektor Penerima Upah (PU)&#13;
Tidak ada ketentuan wajib membayar iuran minimal 6 bulan berturut-turut&#13;
Pengajuan paling lambat 3 bulan sejak terkena PHK&#13;
Kriteria penerima JKP 60% setelah PKH&#13;
&#13;
Para penerima JKP 60% &amp;nbsp;ditujukan bagi para pegawai yang mengalami PHK bukan karena beberapa poin berikut:&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Mengundurkan diri&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pensiun&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Cacat total tetap&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Meninggal dunia&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pekerja PKWT yang masa kerjanya berakhir sesuai jangka waktu pada kontrak kerja&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Syarat dan kriteria penerima JKP 60% setelah PHK sudah diputuskan mulai tahun ini. Pemutusan hubungan kerja (PHK) akan tetap mendapatkan penghasilan rutin melalui Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) 60% dari gaji bulanan.&#13;
&#13;
Presiden Prabowo Subianto telah terbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2025 mengenai Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program JKP.&#13;
&#13;
Beberapa poin yang diubah adalah Pasal 11 PP 37/2021 mengenai iuran JKP sebesar 0,46% dari upah sebulan, diubah menjadi PP 6/2025 tentang iuran JKP sebesar 0,36% dari upah sebulan.&#13;
&#13;
Dalam Pasal 21 PP 37/2021 mengenai manfaat uang tunai yang diberikan setiap bulan paling banyak 6 bulan upah dengan ketentuan sebesar 45% dari upah untuk 3 bulan pertama dan 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya.&#13;
&#13;
Ketentuan di atas telah diubah dalam Pasal 21 ayat (1) PP 6/2025 menjadi &amp;ldquo;Manfaat uang tunai diberikan setiap bulan sebesar 60% dari upah, untuk paling lama 6 bulan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Adanya penambahan Pasal 39A ayat (1) yang menyebutkan bahwa &amp;ldquo;Dalam hal perusahaan dinyatakan pailit atau tutup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan menunggak iuran paling lama 6 bulan, maka manfaat JKP tetap dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Ayat (2) berbunyi &amp;ldquo;Ketentuan pembayaran manfaat JKP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menghapus kewajiban pengusaha untuk melunasi tunggakan iuran dan denda program jaminan social ketenagakerjaan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Selanjutnya, Pasal 40 PP 6/2025 menyebutkan Hak atas manfaat JKP sebagaimana dimaksud hilang jika pekerja/buruh tidak mengajukan permohonan klaim manfaat JKP selama 6 bulan sejak terjadi pemutusan hubungan kerja, telah mendapat pekerjaan, atau meninggal dunia.&#13;
&#13;
Berikut Okezone merangkum syarat dan kriteria penerima JKP 60% setelah PKH, Kamis (20/2/2025).&#13;
&#13;
Syarat penerima JKP 60% setelah PKH&#13;
&#13;
Berdasarkan Pasal 9 ayat 1 PP Nomor 6/2025 tentang penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan, manfaat JKP akan diberikan kepada peserta yang terdampak PHK berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (karyawan tetap) maupun perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak).&#13;
&#13;
Pelaporan PHK disertai bukti&#13;
Punya komitmen untuk bekerja kembali&#13;
Peserta memiliki masa iuran paling sedikit 12 bulan dalam rentang waktu 24 bulan sebelum terjadi PHK&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Telah dilaporkan Non Aktif oleh Perusahaan kepada BPJS Ketenagakerjaan&#13;
Tidak sedang kembali bekerja di Sektor Penerima Upah (PU)&#13;
Tidak ada ketentuan wajib membayar iuran minimal 6 bulan berturut-turut&#13;
Pengajuan paling lambat 3 bulan sejak terkena PHK&#13;
Kriteria penerima JKP 60% setelah PKH&#13;
&#13;
Para penerima JKP 60% &amp;nbsp;ditujukan bagi para pegawai yang mengalami PHK bukan karena beberapa poin berikut:&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Mengundurkan diri&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pensiun&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Cacat total tetap&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Meninggal dunia&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pekerja PKWT yang masa kerjanya berakhir sesuai jangka waktu pada kontrak kerja&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
