<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ara, Sri Mulyani dan Erick Thohir Kumpul Lagi Bahas Biaya 3 Juta Rumah</title><description>Maruarar Sirait bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani bahas 3 juta rumah&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/470/3115600/ara-sri-mulyani-dan-erick-thohir-kumpul-lagi-bahas-biaya-3-juta-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/470/3115600/ara-sri-mulyani-dan-erick-thohir-kumpul-lagi-bahas-biaya-3-juta-rumah"/><item><title>Ara, Sri Mulyani dan Erick Thohir Kumpul Lagi Bahas Biaya 3 Juta Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/470/3115600/ara-sri-mulyani-dan-erick-thohir-kumpul-lagi-bahas-biaya-3-juta-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/470/3115600/ara-sri-mulyani-dan-erick-thohir-kumpul-lagi-bahas-biaya-3-juta-rumah</guid><pubDate>Kamis 20 Februari 2025 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/20/470/3115600/rumah-3NGX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 Menteri dan Gubernur BI Bahas Program 3 Juta Rumah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/20/470/3115600/rumah-3NGX_large.jpg</image><title>3 Menteri dan Gubernur BI Bahas Program 3 Juta Rumah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, juga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menggelar rapat di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat sore ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Bahas 3 Juta Rumah&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rapat dilakukan sebagai tindak lanjut dari rapat semalam yang belum rampung untuk membahas rencana BI terkait relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM) dalam rangka mendukung program 3 juta rumah yang sampai saat ini sudah menghasilkan tim teknis yang dipimpin oleh Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.&#13;
&#13;
Diungkap Menteri Ara, rapat akan berlangsung pukul 16.00 WIB. Ia juga menjanjikan akan mengungkap detail teknis terkait program 3 juta rumah pada sore nanti, termasuk juga tim teknis yang nantinya akan ada perwakilan dari Kementerian BUMN dan PKP untuk membantu program tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi kami mendapatkan luar biasa support dari Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN, Ibu Sri Mulyani dan Pak Erick. Dan sekarang langsung malam ini tim teknis dipimpin oleh Bapak Wamen, Bapak Suahasil, langsung bekerja, dan besok kami akan bertemu lagi jam 4 sore disini,&amp;quot; kata Ara.&#13;
&#13;
2. Realisasi 3 Juta Rumah&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk diketahui, Menteri Ara juga menekankan agar program 3 juta rumah bisa berjalan dengan tepat sasaran dan berkualitas. Menurutnya, hal tersebut sudah diwanti-wanti oleh Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
Menteri Ara mengungkapkan, pihaknya bakal bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) untuk bisa mengidentifikasi kriteria penerima program sesuai nama dan alamatnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Langkah ini menurutnya perlu diambil sebagai upaya validasi bahwa penerima program 3 juta rumah benar-benar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).&#13;
&#13;
&amp;quot;Makanya saya selalu minta sama BPS dan Bappenas bisa memberikan kriteria MBR supaya tepat sasaran, by name, by address. Dengan begitu bisa langsung dieksekusi dengan tepat. Tidak ada lagi yang tidak tepat sasaran,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
Selain memastikan program berjalan tepat sasaran, Menteri Ara juga menekankan agar rumah yang dibangun punya kualitas yang baik. Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto menginginkan rumah dengan mutu yang terjamin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian kualitas perumahan juga kita sudah sampaikan, Presiden meminta betul kualitas rumah rakyat, rumah subsidi harus tetap berkualitas. Rumah yang banjir, retak-retak belum 10 tahun itu tidak boleh terjadi lagi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menteri Ara mengatakan, untuk memastikan rumah memiliki kualitas baik, maka Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus melakukan audit secara terukur. Ia pun meminta agar pengembang nantinya mau dan berani untuk dilakukan audit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau bagus benar, gak usah takut ya audit. Kenapa perlu takut. Kalau benar bagus Kenapa perlu takut di audit. Justru nanti akan kelihatan mana yang bagus dan benar berdasarkan audit itu,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, juga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menggelar rapat di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat sore ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Bahas 3 Juta Rumah&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rapat dilakukan sebagai tindak lanjut dari rapat semalam yang belum rampung untuk membahas rencana BI terkait relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM) dalam rangka mendukung program 3 juta rumah yang sampai saat ini sudah menghasilkan tim teknis yang dipimpin oleh Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.&#13;
&#13;
Diungkap Menteri Ara, rapat akan berlangsung pukul 16.00 WIB. Ia juga menjanjikan akan mengungkap detail teknis terkait program 3 juta rumah pada sore nanti, termasuk juga tim teknis yang nantinya akan ada perwakilan dari Kementerian BUMN dan PKP untuk membantu program tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi kami mendapatkan luar biasa support dari Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN, Ibu Sri Mulyani dan Pak Erick. Dan sekarang langsung malam ini tim teknis dipimpin oleh Bapak Wamen, Bapak Suahasil, langsung bekerja, dan besok kami akan bertemu lagi jam 4 sore disini,&amp;quot; kata Ara.&#13;
&#13;
2. Realisasi 3 Juta Rumah&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk diketahui, Menteri Ara juga menekankan agar program 3 juta rumah bisa berjalan dengan tepat sasaran dan berkualitas. Menurutnya, hal tersebut sudah diwanti-wanti oleh Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
Menteri Ara mengungkapkan, pihaknya bakal bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) untuk bisa mengidentifikasi kriteria penerima program sesuai nama dan alamatnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Langkah ini menurutnya perlu diambil sebagai upaya validasi bahwa penerima program 3 juta rumah benar-benar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).&#13;
&#13;
&amp;quot;Makanya saya selalu minta sama BPS dan Bappenas bisa memberikan kriteria MBR supaya tepat sasaran, by name, by address. Dengan begitu bisa langsung dieksekusi dengan tepat. Tidak ada lagi yang tidak tepat sasaran,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
Selain memastikan program berjalan tepat sasaran, Menteri Ara juga menekankan agar rumah yang dibangun punya kualitas yang baik. Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto menginginkan rumah dengan mutu yang terjamin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian kualitas perumahan juga kita sudah sampaikan, Presiden meminta betul kualitas rumah rakyat, rumah subsidi harus tetap berkualitas. Rumah yang banjir, retak-retak belum 10 tahun itu tidak boleh terjadi lagi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menteri Ara mengatakan, untuk memastikan rumah memiliki kualitas baik, maka Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus melakukan audit secara terukur. Ia pun meminta agar pengembang nantinya mau dan berani untuk dilakukan audit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau bagus benar, gak usah takut ya audit. Kenapa perlu takut. Kalau benar bagus Kenapa perlu takut di audit. Justru nanti akan kelihatan mana yang bagus dan benar berdasarkan audit itu,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
