<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menengok Rest Area Heritage Sambut Mudik Lebaran 2025, Eks Pabrik Gula Zaman Belanda</title><description>Menengok Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma di Brebes, Jawa Tengah menyambut mudik Lebaran 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/470/3115846/menengok-rest-area-heritage-sambut-mudik-lebaran-2025-eks-pabrik-gula-zaman-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/470/3115846/menengok-rest-area-heritage-sambut-mudik-lebaran-2025-eks-pabrik-gula-zaman-belanda"/><item><title>Menengok Rest Area Heritage Sambut Mudik Lebaran 2025, Eks Pabrik Gula Zaman Belanda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/470/3115846/menengok-rest-area-heritage-sambut-mudik-lebaran-2025-eks-pabrik-gula-zaman-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/20/470/3115846/menengok-rest-area-heritage-sambut-mudik-lebaran-2025-eks-pabrik-gula-zaman-belanda</guid><pubDate>Kamis 20 Februari 2025 21:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/20/470/3115846/rest_area_heritage-6Azy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rest Area Heritage Siap untuk Mudik Lebaran 2025 (Foto: Okezone/Dokumentasi PP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/20/470/3115846/rest_area_heritage-6Azy_large.jpg</image><title>Rest Area Heritage Siap untuk Mudik Lebaran 2025 (Foto: Okezone/Dokumentasi PP)</title></images><description>BREBES - Menengok Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma di Brebes, Jawa Tengah menyambut mudik Lebaran 2025. Rest area ini terletak di ruas tol Pemalang-Pejagan yang dikelola oleh PT PP Sinergi Banjaratma, anak usaha PT PP Tbk (PTPP).&#13;
&#13;
Rest Area Heritage ini sebelumnya adalah pabrik gula zaman Belanda yang didirikan pada tahun 1908. Kemudian, pabrik gula ini berhenti beroperasi pada 1997 dan sempat tidak dipergunakan untuk apapun selama kurang lebih 20 tahun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasca gulung tikar, kompleks pabrik gula yang berdiri di lahan seluas 10,6 hektare itu ditetapkan sebagai cagar budaya.&#13;
&#13;
Kemudian pabrik gula tersebut disulap menjadi &amp;nbsp;rest area. Kini Rest Area Heritage menjadi tempat estetik bagi masyarakat yang ingin istirahat, makan, beli oleh-oleh khas Brebes maupun menginap karena ada hotel.&#13;
&#13;
Direktur PT PP Sinergi Banjaratma Dina Yunanda mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk merevitalisasi bekas pabrik gula zaman Belanda menjadi rest area mencapai Rp149 miliar. Revitalisasi tersebut rampung dan mulai beroperasi sebagai rest area sejak 17 Maret 2019.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembangunan rest area melibatkan beberapa konsorsium yang terdiri dari PT Waskita Toll Road, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT PP Properti, PT Jasamarga Properti, dan PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN).&#13;
&#13;
Revitalisasi rest area dilakukan dengan mempertahankan bangunan bekas produksi gula pada zaman itu, sehingga masih terlihat bangunan tungku-tungku besar untuk memproduksi gula, serta mesin penggiling tebu besar yang juga masih dipajang di rest area tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hingga saat ini, kondisi bangunan rest area tersebut masih kental akan nuansa pabrik gula di masa lalu. Bahkan, masih terdapat lokomotif uap yang dipajang di sisi luar bangunan yang menggambarkan alat mobilisasi gula zaman itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa yang kami bangun, atap gedung saja. Kalau (rangka) baja masih tahun 1908, masih murni dari sana. Kalau terlihat bangunan dari batu bata, itu masih lama. Atap, lantai, kawasan, 10,6 hektare ini adalah yang untuk gedung saja,&amp;quot; kata Direktur Utama PP Sinergi Banjaratma Dina Yunanda saat ditemui di Rest Area Heritage KM 260B, Kamis (20/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Pabrik Gula Banjaratma didirikan oleh N.V. Cultuurmaatschappij (perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam) pada tahun 1908. Hal ini didasarkan pada Inventaris van de archieven van de Cultuur-, Handel-en Industriebank Koloniale Bank; Cultuurbank NV, (1847) 1881-1969.&#13;
&#13;
Pada tahun 1997 merupakan operasional terakhir PG Banjaratma karena kerugian yang terjadi secara terus menerus, biaya operasional tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Beberapa bagian mesin yang masih dapat digunakan dipindahkan ke pabrik gula lainnya seperti PG Jatibarang untuk menggantikan kerusakan mesin di pabrik gula dimaksud.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasca revitalisasi yang mengeluarkan dana Rp149 miliar, Dina mengaku kondisi keuangan perusahaan sempat merugi sekitar Rp6 miliar. Hal ini merupakan dampak dari adanya relaksasi sewa tenant pada era Pandemi Covid-19.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami harus mengeluarkan biaya operasional dan pemeliharaan untuk lahan seluas 10,6 hektare. Saya masuk tahun 2021 dengan kondisi merugi, karena sejak tahun 2019 kami gratiskan 1 tahun tenant UMKM. Tapi saat covid pedagang minta keringanan lagi 50%,&amp;quot; kata Dina.&#13;
&#13;
Namun demikian, Dina menyebutkan mulai tahun 2024 saat ini perusahaan sudah berbalik dari rugi menjadi untung. Pada tahun 2024, pendapatan usaha dari rest area bekas pabrik gula itu tumbuh 15% dibandingkan tahun 2023 (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap tahun, dari 2 tahun awal (2019 - 2021) ruginya lumayan, sekitar Rp6 miliar per tahun. Tapi alhamdulillah tahun ke 4 kami ini (2024), kita sudah untung,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
1. Rest Area Heritage Bantu UMKM&#13;
&#13;
Rest Area Heritage KM 260B menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan membantu UMKM di sekitar wilayah Brebes, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan adanya Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area ini, kami membuka lapangan pekerjaan buat warga sekitar Brebes,&amp;quot; tambah Dina.&#13;
&#13;
Di rest area ini terdapat UMKM 188 tenant dan non UMKM 27 brand besar. Kehadiran tenant UMKM dan non UMKM tersebut menyerap 569 tenaga kerja yang merupakan warga setempat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau dia punya pasangan hidup saja, sudah seribu orang lagi yang bisa kami bantu dengan adanya rest area ini, belum kalau mereka punya anak juga. Alhamdulillah semua lokasi di rest area ini sudah terisi penuh,&amp;quot; kata Dina.&#13;
&#13;
Salah satu pelaku UMKM di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma Brebes mengakui, omzet bisa mencapai Rp20 juta dalam satu bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau lagi ramai Rp20 juta. Kalau hari biasa Rp15 juta. Kalau sepi bisa Rp5-10 juta,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Dia berharap pada momen mudik Lebaran 2025 mampu mencatat pendapatan Rp25 juta-Rp30 juta.&#13;
&#13;
Keterisian tenant di Rest Area Heritage KM 260B sebanyak lebih dari 70%-nya adalah UMKM.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain UMKM, Rest Area Heritage Km 260 B juga terdapat hotel yang dilengkapi kolam renang dan juga objek wisata berupa sejarah bangunan pabrik gula peninggalan Belanda dan taman rekreasi.&#13;
&#13;
Kemudian di rest area ini juga terdapat komunitas pelukis dan sentral batik (perkumpulan pebatik Brebes dan Pekalongan).&#13;
&#13;
Rest area ini juga sering dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari pengajian hingga acara pernikahan dan syuting film.&#13;
&#13;
2. Persiapan Mudik Lebaran 2025&#13;
&#13;
Dina Yunanda memastikan Rest Area Heritage KM 260B siap untuk menyambut arus mudik Lebaran 2025. Pihaknya selalu melakukan evaluasi terhadap fasilitas di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau untuk kesiapan itu dari parkir, kami sudah pasang CCTV yang bisa termonitor. Komunikasi semua pakai HT. Security, cleaning services,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan security nantinya bertugas untuk menginformasikan lahan yang masih bisa dimanfaatkan untuk parkir kendaraan agar tetap rapi dan tidak ada penutupan rest area karena penumpukan kendaraan. Sementara cleaning service bertugas menginformasikan fasilitas toilet yang bisa digunakan pengunjung agar tidak terjadi antrean.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk air sudah disiapkan. Kami pernah kekurangan air sampai kami beli ke PDAM sehari 5 truk, sehingga kami evaluasi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Bukan hanya sekadar menyediakan fasilitas, juga nantinya terdapat co-working space yang bisa digunakan oleh para pemudik.&#13;
&#13;
Mengingat Pemerintah juga akan menerapkan Work From Anywhere (WFA) bagi para ASN maupun pegawai BUMN mulai tanggal 24 Maret alias H-7 jelang Lebaran. Kebijakan ini diambil dengan harapan mampu memecah konsentrasi waktu perjalanan pemudik.&#13;
&#13;
Dina menyebut, dalam rest area ini juga ada satu hotel jika diperlukan tempat untuk melangsungkan meeting. Kemudian tenant-tenant juga sudah dilengkapi oleh meja dan kursi serta pengisian daya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Working space bisa, apapun itu juga bisa dipakai, hotel juga kami ada, kita punya ruang rapat 2 ruang meeting di hotel, ada 24 kamar,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Terkait kelistikan, rest area KM 260B didukung oleh gardu induk PLN, Genset 1.200 Kva hingga Grand Water Tank. Fasilitas ini dinilai cukup menampung tamu dengan total kapasitas parkir kendaraan.&#13;
</description><content:encoded>BREBES - Menengok Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma di Brebes, Jawa Tengah menyambut mudik Lebaran 2025. Rest area ini terletak di ruas tol Pemalang-Pejagan yang dikelola oleh PT PP Sinergi Banjaratma, anak usaha PT PP Tbk (PTPP).&#13;
&#13;
Rest Area Heritage ini sebelumnya adalah pabrik gula zaman Belanda yang didirikan pada tahun 1908. Kemudian, pabrik gula ini berhenti beroperasi pada 1997 dan sempat tidak dipergunakan untuk apapun selama kurang lebih 20 tahun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasca gulung tikar, kompleks pabrik gula yang berdiri di lahan seluas 10,6 hektare itu ditetapkan sebagai cagar budaya.&#13;
&#13;
Kemudian pabrik gula tersebut disulap menjadi &amp;nbsp;rest area. Kini Rest Area Heritage menjadi tempat estetik bagi masyarakat yang ingin istirahat, makan, beli oleh-oleh khas Brebes maupun menginap karena ada hotel.&#13;
&#13;
Direktur PT PP Sinergi Banjaratma Dina Yunanda mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk merevitalisasi bekas pabrik gula zaman Belanda menjadi rest area mencapai Rp149 miliar. Revitalisasi tersebut rampung dan mulai beroperasi sebagai rest area sejak 17 Maret 2019.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembangunan rest area melibatkan beberapa konsorsium yang terdiri dari PT Waskita Toll Road, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT PP Properti, PT Jasamarga Properti, dan PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN).&#13;
&#13;
Revitalisasi rest area dilakukan dengan mempertahankan bangunan bekas produksi gula pada zaman itu, sehingga masih terlihat bangunan tungku-tungku besar untuk memproduksi gula, serta mesin penggiling tebu besar yang juga masih dipajang di rest area tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hingga saat ini, kondisi bangunan rest area tersebut masih kental akan nuansa pabrik gula di masa lalu. Bahkan, masih terdapat lokomotif uap yang dipajang di sisi luar bangunan yang menggambarkan alat mobilisasi gula zaman itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa yang kami bangun, atap gedung saja. Kalau (rangka) baja masih tahun 1908, masih murni dari sana. Kalau terlihat bangunan dari batu bata, itu masih lama. Atap, lantai, kawasan, 10,6 hektare ini adalah yang untuk gedung saja,&amp;quot; kata Direktur Utama PP Sinergi Banjaratma Dina Yunanda saat ditemui di Rest Area Heritage KM 260B, Kamis (20/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Pabrik Gula Banjaratma didirikan oleh N.V. Cultuurmaatschappij (perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam) pada tahun 1908. Hal ini didasarkan pada Inventaris van de archieven van de Cultuur-, Handel-en Industriebank Koloniale Bank; Cultuurbank NV, (1847) 1881-1969.&#13;
&#13;
Pada tahun 1997 merupakan operasional terakhir PG Banjaratma karena kerugian yang terjadi secara terus menerus, biaya operasional tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Beberapa bagian mesin yang masih dapat digunakan dipindahkan ke pabrik gula lainnya seperti PG Jatibarang untuk menggantikan kerusakan mesin di pabrik gula dimaksud.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasca revitalisasi yang mengeluarkan dana Rp149 miliar, Dina mengaku kondisi keuangan perusahaan sempat merugi sekitar Rp6 miliar. Hal ini merupakan dampak dari adanya relaksasi sewa tenant pada era Pandemi Covid-19.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami harus mengeluarkan biaya operasional dan pemeliharaan untuk lahan seluas 10,6 hektare. Saya masuk tahun 2021 dengan kondisi merugi, karena sejak tahun 2019 kami gratiskan 1 tahun tenant UMKM. Tapi saat covid pedagang minta keringanan lagi 50%,&amp;quot; kata Dina.&#13;
&#13;
Namun demikian, Dina menyebutkan mulai tahun 2024 saat ini perusahaan sudah berbalik dari rugi menjadi untung. Pada tahun 2024, pendapatan usaha dari rest area bekas pabrik gula itu tumbuh 15% dibandingkan tahun 2023 (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap tahun, dari 2 tahun awal (2019 - 2021) ruginya lumayan, sekitar Rp6 miliar per tahun. Tapi alhamdulillah tahun ke 4 kami ini (2024), kita sudah untung,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
1. Rest Area Heritage Bantu UMKM&#13;
&#13;
Rest Area Heritage KM 260B menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan membantu UMKM di sekitar wilayah Brebes, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan adanya Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area ini, kami membuka lapangan pekerjaan buat warga sekitar Brebes,&amp;quot; tambah Dina.&#13;
&#13;
Di rest area ini terdapat UMKM 188 tenant dan non UMKM 27 brand besar. Kehadiran tenant UMKM dan non UMKM tersebut menyerap 569 tenaga kerja yang merupakan warga setempat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau dia punya pasangan hidup saja, sudah seribu orang lagi yang bisa kami bantu dengan adanya rest area ini, belum kalau mereka punya anak juga. Alhamdulillah semua lokasi di rest area ini sudah terisi penuh,&amp;quot; kata Dina.&#13;
&#13;
Salah satu pelaku UMKM di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma Brebes mengakui, omzet bisa mencapai Rp20 juta dalam satu bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau lagi ramai Rp20 juta. Kalau hari biasa Rp15 juta. Kalau sepi bisa Rp5-10 juta,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Dia berharap pada momen mudik Lebaran 2025 mampu mencatat pendapatan Rp25 juta-Rp30 juta.&#13;
&#13;
Keterisian tenant di Rest Area Heritage KM 260B sebanyak lebih dari 70%-nya adalah UMKM.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain UMKM, Rest Area Heritage Km 260 B juga terdapat hotel yang dilengkapi kolam renang dan juga objek wisata berupa sejarah bangunan pabrik gula peninggalan Belanda dan taman rekreasi.&#13;
&#13;
Kemudian di rest area ini juga terdapat komunitas pelukis dan sentral batik (perkumpulan pebatik Brebes dan Pekalongan).&#13;
&#13;
Rest area ini juga sering dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari pengajian hingga acara pernikahan dan syuting film.&#13;
&#13;
2. Persiapan Mudik Lebaran 2025&#13;
&#13;
Dina Yunanda memastikan Rest Area Heritage KM 260B siap untuk menyambut arus mudik Lebaran 2025. Pihaknya selalu melakukan evaluasi terhadap fasilitas di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau untuk kesiapan itu dari parkir, kami sudah pasang CCTV yang bisa termonitor. Komunikasi semua pakai HT. Security, cleaning services,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan security nantinya bertugas untuk menginformasikan lahan yang masih bisa dimanfaatkan untuk parkir kendaraan agar tetap rapi dan tidak ada penutupan rest area karena penumpukan kendaraan. Sementara cleaning service bertugas menginformasikan fasilitas toilet yang bisa digunakan pengunjung agar tidak terjadi antrean.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk air sudah disiapkan. Kami pernah kekurangan air sampai kami beli ke PDAM sehari 5 truk, sehingga kami evaluasi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Bukan hanya sekadar menyediakan fasilitas, juga nantinya terdapat co-working space yang bisa digunakan oleh para pemudik.&#13;
&#13;
Mengingat Pemerintah juga akan menerapkan Work From Anywhere (WFA) bagi para ASN maupun pegawai BUMN mulai tanggal 24 Maret alias H-7 jelang Lebaran. Kebijakan ini diambil dengan harapan mampu memecah konsentrasi waktu perjalanan pemudik.&#13;
&#13;
Dina menyebut, dalam rest area ini juga ada satu hotel jika diperlukan tempat untuk melangsungkan meeting. Kemudian tenant-tenant juga sudah dilengkapi oleh meja dan kursi serta pengisian daya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Working space bisa, apapun itu juga bisa dipakai, hotel juga kami ada, kita punya ruang rapat 2 ruang meeting di hotel, ada 24 kamar,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Terkait kelistikan, rest area KM 260B didukung oleh gardu induk PLN, Genset 1.200 Kva hingga Grand Water Tank. Fasilitas ini dinilai cukup menampung tamu dengan total kapasitas parkir kendaraan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
