<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Tembus Level 6.900 Pekan Depan, Ini Faktor Pendorongnya</title><description>Indeks mencoba keluar dari fase konsolidasi, untuk menguji level psikologis 6.900.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/23/278/3116498/ihsg-tembus-level-6-900-pekan-depan-ini-faktor-pendorongnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/23/278/3116498/ihsg-tembus-level-6-900-pekan-depan-ini-faktor-pendorongnya"/><item><title>IHSG Tembus Level 6.900 Pekan Depan, Ini Faktor Pendorongnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/23/278/3116498/ihsg-tembus-level-6-900-pekan-depan-ini-faktor-pendorongnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/23/278/3116498/ihsg-tembus-level-6-900-pekan-depan-ini-faktor-pendorongnya</guid><pubDate>Minggu 23 Februari 2025 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/23/278/3116498/ihsg-CSDu_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal menguji level 6.900 di awal pekan depan. (Foto: okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/23/278/3116498/ihsg-CSDu_large.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal menguji level 6.900 di awal pekan depan. (Foto: okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal menguji level 6.900 di awal pekan depan. Sebelumnya, IHSG bergerak menguat 2,48% ke level 6.803,001.&#13;
&#13;
1. Uji Level 6.900&#13;
&#13;
Indeks mencoba keluar dari fase konsolidasi, untuk menguji level psikologis 6.900. Secara teknikal, IHSG berada dalam fase minor bullish reversal, meskipun cenderung terkonsolidasi di atas 6.800&#13;
&#13;
&amp;quot;IHSG berpotensi mencoba keluar dari area konsolidasi dengan uji level psikologis berikutnya di 6.900 pada pekan ini,&amp;quot; tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Minggu (23/2).&#13;
&#13;
Adapun level resistance IHSG berada di 6.900, pivot di 6.800, dan support di 6.700.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Rekomendasi Saham&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa saham yang dapat menjadi perhatian investor (berdasarkan pilihan Phintraco) di pekan depan antara lain ASII, BBCA, BRPT, CPIN, INCO, AUTO, dan NCKL.&#13;
&#13;
3. Sentimen IHSG&#13;
&#13;
Dari sisi global, mayoritas indeks Wall Street mengalami sell-off pada Jumat (21/2). Pelemahan ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat setelah Michigan Consumer Sentiment turun tajam ke 64,7 pada Februari 2025 dari 71,1 di Januari 2025.&#13;
&#13;
Phintraco menilai aksi jual ini muncul seiring dampak dari penerapan paket tarif baja dan aluminium serta rencana kebijakan reciprocal tariff yang kemungkinan diumumkan pada Maret 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sentimen ini semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan bahwa suku bunga perlu dipangkas sebelum paket tarif terbaru diberlakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini membuka keyakinan bahwa pengumuman tarif akan dilakukan setelah FOMC pada Maret 2025,&amp;quot; ungkap Phintraco Sekuritas dalam risetnya.&#13;
&#13;
4. Pasar Fokus High-Div&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, pekan terakhir Februari 2025 diperkirakan minim data ekonomi yang signifikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Praktis, hanya data pertumbuhan kredit yang akan menjadi perhatian utama pada awal pekan (24/2).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan kondisi tersebut, pasar mulai mengalihkan fokus pada periode pembagian dividen, khususnya perusahaan-perusahaan yang secara historis rutin membagikan dividen besar, seperti yang tergabung dalam indeks IDX High Dividend 20.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus pasar diperkirakan mulai beralih pada antisipasi pengumuman dividen, khususnya dari perusahaan yang memiliki rekam jejak pembagian dividen besar,&amp;quot; jelas analis.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal menguji level 6.900 di awal pekan depan. Sebelumnya, IHSG bergerak menguat 2,48% ke level 6.803,001.&#13;
&#13;
1. Uji Level 6.900&#13;
&#13;
Indeks mencoba keluar dari fase konsolidasi, untuk menguji level psikologis 6.900. Secara teknikal, IHSG berada dalam fase minor bullish reversal, meskipun cenderung terkonsolidasi di atas 6.800&#13;
&#13;
&amp;quot;IHSG berpotensi mencoba keluar dari area konsolidasi dengan uji level psikologis berikutnya di 6.900 pada pekan ini,&amp;quot; tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Minggu (23/2).&#13;
&#13;
Adapun level resistance IHSG berada di 6.900, pivot di 6.800, dan support di 6.700.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Rekomendasi Saham&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa saham yang dapat menjadi perhatian investor (berdasarkan pilihan Phintraco) di pekan depan antara lain ASII, BBCA, BRPT, CPIN, INCO, AUTO, dan NCKL.&#13;
&#13;
3. Sentimen IHSG&#13;
&#13;
Dari sisi global, mayoritas indeks Wall Street mengalami sell-off pada Jumat (21/2). Pelemahan ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat setelah Michigan Consumer Sentiment turun tajam ke 64,7 pada Februari 2025 dari 71,1 di Januari 2025.&#13;
&#13;
Phintraco menilai aksi jual ini muncul seiring dampak dari penerapan paket tarif baja dan aluminium serta rencana kebijakan reciprocal tariff yang kemungkinan diumumkan pada Maret 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sentimen ini semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan bahwa suku bunga perlu dipangkas sebelum paket tarif terbaru diberlakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini membuka keyakinan bahwa pengumuman tarif akan dilakukan setelah FOMC pada Maret 2025,&amp;quot; ungkap Phintraco Sekuritas dalam risetnya.&#13;
&#13;
4. Pasar Fokus High-Div&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, pekan terakhir Februari 2025 diperkirakan minim data ekonomi yang signifikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Praktis, hanya data pertumbuhan kredit yang akan menjadi perhatian utama pada awal pekan (24/2).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan kondisi tersebut, pasar mulai mengalihkan fokus pada periode pembagian dividen, khususnya perusahaan-perusahaan yang secara historis rutin membagikan dividen besar, seperti yang tergabung dalam indeks IDX High Dividend 20.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus pasar diperkirakan mulai beralih pada antisipasi pengumuman dividen, khususnya dari perusahaan yang memiliki rekam jejak pembagian dividen besar,&amp;quot; jelas analis.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
