<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Lesu di Bawah Level 7.000, Bos Danantara: Ada Banyak Faktor</title><description>CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani buka suara soal penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kini berada di bawah level 7.000&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/27/320/3117713/ihsg-lesu-di-bawah-level-7-000-bos-danantara-ada-banyak-faktor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/02/27/320/3117713/ihsg-lesu-di-bawah-level-7-000-bos-danantara-ada-banyak-faktor"/><item><title>IHSG Lesu di Bawah Level 7.000, Bos Danantara: Ada Banyak Faktor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/02/27/320/3117713/ihsg-lesu-di-bawah-level-7-000-bos-danantara-ada-banyak-faktor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/02/27/320/3117713/ihsg-lesu-di-bawah-level-7-000-bos-danantara-ada-banyak-faktor</guid><pubDate>Kamis 27 Februari 2025 09:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/27/320/3117713/ihsg-y67u_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Turun di Bawah Level 7.000. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/27/320/3117713/ihsg-y67u_large.jpg</image><title>IHSG Turun di Bawah Level 7.000. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani buka suara soal penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kini berada di bawah level 7.000. Rosan meyakini bahwa indeks saham akan kembali menguat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Koreksi Saham&#13;
&#13;
Menurut Menteri Investasi ini, koreksi IHSG hingga ke luar dari level 7.000 bukanlah fenomena baru. Menurutnya, kondisi ini telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada faktor, banyak faktor, faktor teknikal, ada faktor fundamental, faktor market dan yang lain-lain,&amp;rdquo; kata Rosan, di Jakarta, Kamis (26/2/2025).&#13;
&#13;
2. Kondisi Pasar Tetap Baik&#13;
&#13;
Meskipun demikian, Kepala BKPM ini tetap optimistis kondisi pasar saham akan segera membaik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan penurunan ini, valuasi sejumlah saham big cap penggerak indeks dinilai cukup menarik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya meyakini bahwa ke depannya saham kita akan naik. Kenapa? Karena valuasi dari saham-saham kita ini sudah menjadi sangat-sangat affordable, sangat-sangat baik,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
3. IHSG Turun&amp;nbsp;&#13;
&#13;
IHSG turun 2,8% dalam sepekan terakhir. Koreksi ini membawa tekanan indeks 6,7% sepanjang tahun berjalan (ytd).&#13;
&#13;
Rosan juga menyoroti faktor eksternal, khususnya langkah Morgan Stanley yang memangkas peringkat atau rating MSCI Indonesia lantaran ketidakpastian iklim ekonomi domestik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam dokumen Morgan Stanley pada 19 Februari 2025, peringkat saham MSCI Indonesia dipangkas dari equal weight menjadi underweight.&#13;
&#13;
Rosan menekankan pergerakan saham, baik naik maupun turun, adalah hal yang wajar dalam dinamika pasar modal.&#13;
&#13;
4. Investasi Pasar Modal&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan bahwa investasi di pasar modal bukanlah untuk tujuan jangka pendek, melainkan harus dilihat dalam perspektif jangka menengah hingga panjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi percaya, saya meyakini ini saham kita akan rebound kembali, akan kembali naik. Karena kenapa? Kalau saya ini investasi, saya percaya dengan fundamental,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani buka suara soal penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kini berada di bawah level 7.000. Rosan meyakini bahwa indeks saham akan kembali menguat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Koreksi Saham&#13;
&#13;
Menurut Menteri Investasi ini, koreksi IHSG hingga ke luar dari level 7.000 bukanlah fenomena baru. Menurutnya, kondisi ini telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada faktor, banyak faktor, faktor teknikal, ada faktor fundamental, faktor market dan yang lain-lain,&amp;rdquo; kata Rosan, di Jakarta, Kamis (26/2/2025).&#13;
&#13;
2. Kondisi Pasar Tetap Baik&#13;
&#13;
Meskipun demikian, Kepala BKPM ini tetap optimistis kondisi pasar saham akan segera membaik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan penurunan ini, valuasi sejumlah saham big cap penggerak indeks dinilai cukup menarik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya meyakini bahwa ke depannya saham kita akan naik. Kenapa? Karena valuasi dari saham-saham kita ini sudah menjadi sangat-sangat affordable, sangat-sangat baik,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
3. IHSG Turun&amp;nbsp;&#13;
&#13;
IHSG turun 2,8% dalam sepekan terakhir. Koreksi ini membawa tekanan indeks 6,7% sepanjang tahun berjalan (ytd).&#13;
&#13;
Rosan juga menyoroti faktor eksternal, khususnya langkah Morgan Stanley yang memangkas peringkat atau rating MSCI Indonesia lantaran ketidakpastian iklim ekonomi domestik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam dokumen Morgan Stanley pada 19 Februari 2025, peringkat saham MSCI Indonesia dipangkas dari equal weight menjadi underweight.&#13;
&#13;
Rosan menekankan pergerakan saham, baik naik maupun turun, adalah hal yang wajar dalam dinamika pasar modal.&#13;
&#13;
4. Investasi Pasar Modal&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan bahwa investasi di pasar modal bukanlah untuk tujuan jangka pendek, melainkan harus dilihat dalam perspektif jangka menengah hingga panjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi percaya, saya meyakini ini saham kita akan rebound kembali, akan kembali naik. Karena kenapa? Kalau saya ini investasi, saya percaya dengan fundamental,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
