<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Anjlok hingga Akhir Februari 2025, Apa Kata OJK?</title><description>OJK) melaporkan adanya tekanan terhadap bursa saham domestik sepanjang Februari 2025. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/04/278/3119345/ihsg-anjlok-hingga-akhir-februari-2025-apa-kata-ojk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/04/278/3119345/ihsg-anjlok-hingga-akhir-februari-2025-apa-kata-ojk"/><item><title>IHSG Anjlok hingga Akhir Februari 2025, Apa Kata OJK?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/04/278/3119345/ihsg-anjlok-hingga-akhir-februari-2025-apa-kata-ojk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/04/278/3119345/ihsg-anjlok-hingga-akhir-februari-2025-apa-kata-ojk</guid><pubDate>Selasa 04 Maret 2025 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/04/278/3119345/ihsg-rdTu_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK soal IHSG Anjlok (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/04/278/3119345/ihsg-rdTu_large.jpg</image><title>OJK soal IHSG Anjlok (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya tekanan terhadap bursa saham domestik sepanjang Februari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ini tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah sebesar 11,8 persen month-to-date (mtd) ke level 6.270,60 pada 28 Februari 2025.&#13;
&#13;
Sejalan dengan hal itu, terjadi arus modal keluar dari investor asing di bursa saham (foreign capital outflow) sebesar Rp21,9 triliun.&#13;
&#13;
1. Kondisi Ekonomi Global&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tengah sentimen terhadap kondisi perekonomian global, pasar saham domestik ditutup melemah 11,8 persen mtd pada 28 Februari 2025 ke level 6.270,60,&amp;rdquo; kata Inarno dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Selasa (4/3/2025)&#13;
&#13;
Apabila ditarik sejak awal tahun atau year-to-date (ytd) per 28 Februari, IHSG juga mengalami penurunan sebesar 11,43 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Pelemahan Turut Berdampak&#13;
&#13;
Pelemahan ini turut berdampak terhadap kapitalisasi pasar atau market cap, yang turun 11,68 persen secara bulanan menjadi Rp10.879,86 triliun.&#13;
&#13;
Salah satu faktor yang turut menekan IHSG adalah arus keluar dana asing yang signifikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investor non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp18,19 triliun sepanjang Februari 2025 dan mencapai Rp21,9 triliun sejak awal tahun,&amp;rdquo; ujar Inarno.&#13;
&#13;
3. Komentar Analis&#13;
&#13;
Head of Investment PT Eastspring Investment Indonesia, Liew Kong Qian, mengakui tekanan jual dari investor asing sempat mendorong IHSG ke level terendah sejak tahun 2021.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasar saham Indonesia mulai memasuki wilayah bearish, koreksi mendekati 21 persen dari puncaknya pada bulan September 2024,&amp;rdquo; kata Liew Kong dalam ulasannya kepada IDX Channel, Jumat (28/2).&#13;
&#13;
Koreksi pasar dinilai dapat menjadi peluang bagi investor untuk membuka peluang investasi, mengingat valuasi yang lebih menarik saat harga turun.&#13;
&#13;
Dalam menghadapi tekanan pasar akibat aksi jual investor asing, investor jangka panjang disarankan untuk tetap tenang dan tetap berpegang pada strategi investasi yang direncanakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena pemulihan pasar mungkin memerlukan waktu,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya tekanan terhadap bursa saham domestik sepanjang Februari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ini tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah sebesar 11,8 persen month-to-date (mtd) ke level 6.270,60 pada 28 Februari 2025.&#13;
&#13;
Sejalan dengan hal itu, terjadi arus modal keluar dari investor asing di bursa saham (foreign capital outflow) sebesar Rp21,9 triliun.&#13;
&#13;
1. Kondisi Ekonomi Global&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tengah sentimen terhadap kondisi perekonomian global, pasar saham domestik ditutup melemah 11,8 persen mtd pada 28 Februari 2025 ke level 6.270,60,&amp;rdquo; kata Inarno dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Selasa (4/3/2025)&#13;
&#13;
Apabila ditarik sejak awal tahun atau year-to-date (ytd) per 28 Februari, IHSG juga mengalami penurunan sebesar 11,43 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Pelemahan Turut Berdampak&#13;
&#13;
Pelemahan ini turut berdampak terhadap kapitalisasi pasar atau market cap, yang turun 11,68 persen secara bulanan menjadi Rp10.879,86 triliun.&#13;
&#13;
Salah satu faktor yang turut menekan IHSG adalah arus keluar dana asing yang signifikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investor non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp18,19 triliun sepanjang Februari 2025 dan mencapai Rp21,9 triliun sejak awal tahun,&amp;rdquo; ujar Inarno.&#13;
&#13;
3. Komentar Analis&#13;
&#13;
Head of Investment PT Eastspring Investment Indonesia, Liew Kong Qian, mengakui tekanan jual dari investor asing sempat mendorong IHSG ke level terendah sejak tahun 2021.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasar saham Indonesia mulai memasuki wilayah bearish, koreksi mendekati 21 persen dari puncaknya pada bulan September 2024,&amp;rdquo; kata Liew Kong dalam ulasannya kepada IDX Channel, Jumat (28/2).&#13;
&#13;
Koreksi pasar dinilai dapat menjadi peluang bagi investor untuk membuka peluang investasi, mengingat valuasi yang lebih menarik saat harga turun.&#13;
&#13;
Dalam menghadapi tekanan pasar akibat aksi jual investor asing, investor jangka panjang disarankan untuk tetap tenang dan tetap berpegang pada strategi investasi yang direncanakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena pemulihan pasar mungkin memerlukan waktu,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
