<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Prediksi The Fed Hanya Pangkas Suku Bunga Maksimal 2 Kali di 2025</title><description>OJK memperkirakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve hanya akan memangkas suku bunga acuan / Fed Funds Rate (FFR).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/04/320/3119351/ojk-prediksi-the-fed-hanya-pangkas-suku-bunga-maksimal-2-kali-di-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/04/320/3119351/ojk-prediksi-the-fed-hanya-pangkas-suku-bunga-maksimal-2-kali-di-2025"/><item><title>OJK Prediksi The Fed Hanya Pangkas Suku Bunga Maksimal 2 Kali di 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/04/320/3119351/ojk-prediksi-the-fed-hanya-pangkas-suku-bunga-maksimal-2-kali-di-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/04/320/3119351/ojk-prediksi-the-fed-hanya-pangkas-suku-bunga-maksimal-2-kali-di-2025</guid><pubDate>Selasa 04 Maret 2025 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/04/320/3119351/ketua_ojk-ZB9t_large.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Ketua OJK Mahendra soal The Fed (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/04/320/3119351/ketua_ojk-ZB9t_large.PNG</image><title>Ketua OJK Mahendra soal The Fed (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve hanya akan memangkas suku bunga acuan / Fed Funds Rate (FFR) maksimal dua kali pada 2025.&#13;
&#13;
1. Pasar Tenaga Kerja AS Masih Kuat&#13;
&#13;
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menilai pasar tenaga kerja AS masih kuat, ditambah inflasi yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Kebijakan moneter AS cenderung netral dengan bank sentral Amerika diperkirakan hanya akan memangkas FFR sebanyak 1 hingga maksimal 2 kali di tahun 2025 ini,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Selasa (4/3/2025)&#13;
&#13;
Inflasi AS masih berada di level 3 persen year-on-year (yoy) pada Januari 2025, dengan inflasi inti mencapai 3,3 persen yoy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini menunjukkan tekanan harga di luar energi dan pangan masih cukup tinggi,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kebijakan Tarif Dagang AS&#13;
&#13;
Kebijakan tarif dagang AS terhadap negara mitra, ujar Mahendra, juga berpotensi meningkatkan ketidakpastian ekonomi, terutama di sisi perdagangan global.&#13;
&#13;
Sedianya Presiden Donald Trump mengonfirmasi rencana penerapan tarif 25 persen atas barang-barang yang diimpor dari Kanada dan Meksiko ke AS.&#13;
&#13;
Trump menegaskan bahwa waktu negosiasi telah habis untuk mencapai kesepakatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada ruang tersisa bagi Meksiko atau Kanada,&amp;quot; kata Trump di Gedung Putih.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve hanya akan memangkas suku bunga acuan / Fed Funds Rate (FFR) maksimal dua kali pada 2025.&#13;
&#13;
1. Pasar Tenaga Kerja AS Masih Kuat&#13;
&#13;
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menilai pasar tenaga kerja AS masih kuat, ditambah inflasi yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Kebijakan moneter AS cenderung netral dengan bank sentral Amerika diperkirakan hanya akan memangkas FFR sebanyak 1 hingga maksimal 2 kali di tahun 2025 ini,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Selasa (4/3/2025)&#13;
&#13;
Inflasi AS masih berada di level 3 persen year-on-year (yoy) pada Januari 2025, dengan inflasi inti mencapai 3,3 persen yoy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini menunjukkan tekanan harga di luar energi dan pangan masih cukup tinggi,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kebijakan Tarif Dagang AS&#13;
&#13;
Kebijakan tarif dagang AS terhadap negara mitra, ujar Mahendra, juga berpotensi meningkatkan ketidakpastian ekonomi, terutama di sisi perdagangan global.&#13;
&#13;
Sedianya Presiden Donald Trump mengonfirmasi rencana penerapan tarif 25 persen atas barang-barang yang diimpor dari Kanada dan Meksiko ke AS.&#13;
&#13;
Trump menegaskan bahwa waktu negosiasi telah habis untuk mencapai kesepakatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada ruang tersisa bagi Meksiko atau Kanada,&amp;quot; kata Trump di Gedung Putih.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
