<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jubir BUMN Buka Suara soal Kabar Eks Karyawan Lion di Garuda Digaji Rp117 Juta</title><description>BUMN merespons kabar perihal 14 mantan karyawan Lion Air mendapat gaji hingga Rp117 juta per bulan saat bekerja di PT Garuda Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/05/320/3119532/jubir-bumn-buka-suara-soal-kabar-eks-karyawan-lion-di-garuda-digaji-rp117-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/05/320/3119532/jubir-bumn-buka-suara-soal-kabar-eks-karyawan-lion-di-garuda-digaji-rp117-juta"/><item><title>Jubir BUMN Buka Suara soal Kabar Eks Karyawan Lion di Garuda Digaji Rp117 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/05/320/3119532/jubir-bumn-buka-suara-soal-kabar-eks-karyawan-lion-di-garuda-digaji-rp117-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/05/320/3119532/jubir-bumn-buka-suara-soal-kabar-eks-karyawan-lion-di-garuda-digaji-rp117-juta</guid><pubDate>Rabu 05 Maret 2025 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/05/320/3119532/pesawat-z4Ed_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir BUMN Buka Suara soal Kabar Eks Karyawan Lion di Garuda Digaji Rp117 Juta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/05/320/3119532/pesawat-z4Ed_large.jpg</image><title>Jubir BUMN Buka Suara soal Kabar Eks Karyawan Lion di Garuda Digaji Rp117 Juta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merespons kabar perihal 14 mantan karyawan Lion Air mendapat gaji hingga Rp117 juta per bulan saat bekerja di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kabar tersebut juga ramai di media sosial.&#13;
&#13;
Juru Bicara Kementerian BUMN Putri Viola mengatakan, gaji yang diterima karyawan maskapai Garuda Indonesia seyogyanya harus disesuaikan dengan jabatannya. Posisi yang diemban pun harus berdasarkan kebutuhan perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentunya itu sesuai kebutuhan ya. Jabatan-jabatan sesuai kebutuhan,&amp;rdquo; ujar Putri saat ditemui di gedung Kementerian BUMN ditulis Rabu (5/3/2025).&#13;
&#13;
1. Koordinasi dengan Manajemen Garuda Indonesia&#13;
&#13;
Kendati begitu, Putri mengaku harus berkoordinasi dengan manajemen Garuda Indonesia untuk memastikan kebenaran informasi bahwa 14 eks karyawan Lion Air di Garuda digaji hingga ratusan juta rupiah per bulannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nanti teman-teman, kalau yang ini mungkin masih terbatas informasinya. Nanti kita bisa sampaikan dulu. Kita diskusikan juga ke atas apa yang bisa disampaikan ke teman-teman,&amp;rdquo; kata Putri.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Garuda Harus Pertimbangkan Biaya Operasional&#13;
&#13;
Garuda Indonesia perlu mempertimbangkan biaya operasional dan pendapatannya sehingga tidak berdampak buruk bagi struktur keuangan perusahaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pikir Garuda juga punya cara untuk bisa memaksimalkan bagaimana pendapat yang didapatkan dan memang kebutuhannya kalau memang seperti itu yang harus dilakukan,&amp;rdquo; kata Putri&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya nanti, itu kan mungkin jangka pendeknya memang seperti itu ya, tapi jangka panjangnya kan mungkin kontribusinya bagaimana transformasi dilakukan, kalau mungkin dengan personil seperti itu nanti kita lihat jangka panjangnya,&amp;rdquo; lanjut Putri.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merespons kabar perihal 14 mantan karyawan Lion Air mendapat gaji hingga Rp117 juta per bulan saat bekerja di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kabar tersebut juga ramai di media sosial.&#13;
&#13;
Juru Bicara Kementerian BUMN Putri Viola mengatakan, gaji yang diterima karyawan maskapai Garuda Indonesia seyogyanya harus disesuaikan dengan jabatannya. Posisi yang diemban pun harus berdasarkan kebutuhan perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentunya itu sesuai kebutuhan ya. Jabatan-jabatan sesuai kebutuhan,&amp;rdquo; ujar Putri saat ditemui di gedung Kementerian BUMN ditulis Rabu (5/3/2025).&#13;
&#13;
1. Koordinasi dengan Manajemen Garuda Indonesia&#13;
&#13;
Kendati begitu, Putri mengaku harus berkoordinasi dengan manajemen Garuda Indonesia untuk memastikan kebenaran informasi bahwa 14 eks karyawan Lion Air di Garuda digaji hingga ratusan juta rupiah per bulannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nanti teman-teman, kalau yang ini mungkin masih terbatas informasinya. Nanti kita bisa sampaikan dulu. Kita diskusikan juga ke atas apa yang bisa disampaikan ke teman-teman,&amp;rdquo; kata Putri.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Garuda Harus Pertimbangkan Biaya Operasional&#13;
&#13;
Garuda Indonesia perlu mempertimbangkan biaya operasional dan pendapatannya sehingga tidak berdampak buruk bagi struktur keuangan perusahaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pikir Garuda juga punya cara untuk bisa memaksimalkan bagaimana pendapat yang didapatkan dan memang kebutuhannya kalau memang seperti itu yang harus dilakukan,&amp;rdquo; kata Putri&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya nanti, itu kan mungkin jangka pendeknya memang seperti itu ya, tapi jangka panjangnya kan mungkin kontribusinya bagaimana transformasi dilakukan, kalau mungkin dengan personil seperti itu nanti kita lihat jangka panjangnya,&amp;rdquo; lanjut Putri.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
