<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBN Airlines Hentikan Semua Penerbangan di Indonesia</title><description>BBN Airlines, perusahaan penerbangan asal Irlandia, telah mengubah model bisnisnya untuk menyewakan pesawat, dan tidak lagi melayani penerbangan domestik dan rute di Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/09/320/3120619/bbn-airlines-hentikan-semua-penerbangan-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/09/320/3120619/bbn-airlines-hentikan-semua-penerbangan-di-indonesia"/><item><title>BBN Airlines Hentikan Semua Penerbangan di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/09/320/3120619/bbn-airlines-hentikan-semua-penerbangan-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/09/320/3120619/bbn-airlines-hentikan-semua-penerbangan-di-indonesia</guid><pubDate>Minggu 09 Maret 2025 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Alifya Amari Poetry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/08/320/3120619/pesawat-aNQZ_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BBN Airlines Hentikan Semua Penerbangan di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/08/320/3120619/pesawat-aNQZ_large.jpeg</image><title>BBN Airlines Hentikan Semua Penerbangan di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa BBN Airlines, perusahaan penerbangan asal Irlandia, telah mengubah model bisnisnya untuk menyewakan pesawat, dan tidak lagi melayani penerbangan domestik dan rute di Indonesia.&#13;
&#13;
Dari penjelasan Dudy, Sriwijaya Air menjadi salah satu pelanggan pertama yang menyewa pesawat dari BBN Airlines, sehingga saat ini maskapai tidak lagi melayani rute-rute penerbangan domestik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau mereka sepertinya tidak begitu siap atau merubah bisnisnya yang tadinya penyelenggara menjadi hanya menyewakan pesawat mereka kepada Sriwijaya,&amp;quot; ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, dikutip Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
1. Jumlah Pesawat Terbatas&#13;
&#13;
Pada kesempatan tersebut, Menhub menyatakan bahwa dua produsen pesawat terbang utama di dunia, Airbus dan Boeing, saat ini masih dalam proses pemulihan setelah pandemi COVID-19 yang terjadi lima tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan pesawat di seluruh dunia masih terbatas, dan membuka peluang untuk bisnis penyewaan pesawat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah pesawat terbatas secara global, membuat kita menjadi tidak gampang mendapatkan pesawat,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kesulitan Operasional&#13;
&#13;
Setelah BBN Airlines mengalami kesulitan mempertahankan operasional penerbangan komersial mereka di Indonesia, salah satu alasan utama dari kebijakan ini adalah minat pasar yang rendah. Rute penerbangan Jakarta-Surabaya, yang baru dibuka pada 27 September 2024, harus ditutup pada 15 Januari 2025 karena tingkat keterisian penumpang yang tidak mencapai 50%.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, BBN Airlines mulai beroperasi secara resmi di Indonesia pada 27 September 2024 setelah menerima Sertifikat Operasi Udara (AOC) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).&#13;
&#13;
Jakarta - Surabaya, Jakarta - Balikpapan, dan Jakarta - Denpasar adalah bandara-bandara yang dikelola oleh Injourney Airports dan dioperasikan oleh BBN Airlines. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya: BBN Airlines Tutup Seluruh Rute Penerbangan di Indonesia&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa BBN Airlines, perusahaan penerbangan asal Irlandia, telah mengubah model bisnisnya untuk menyewakan pesawat, dan tidak lagi melayani penerbangan domestik dan rute di Indonesia.&#13;
&#13;
Dari penjelasan Dudy, Sriwijaya Air menjadi salah satu pelanggan pertama yang menyewa pesawat dari BBN Airlines, sehingga saat ini maskapai tidak lagi melayani rute-rute penerbangan domestik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau mereka sepertinya tidak begitu siap atau merubah bisnisnya yang tadinya penyelenggara menjadi hanya menyewakan pesawat mereka kepada Sriwijaya,&amp;quot; ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, dikutip Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
1. Jumlah Pesawat Terbatas&#13;
&#13;
Pada kesempatan tersebut, Menhub menyatakan bahwa dua produsen pesawat terbang utama di dunia, Airbus dan Boeing, saat ini masih dalam proses pemulihan setelah pandemi COVID-19 yang terjadi lima tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan pesawat di seluruh dunia masih terbatas, dan membuka peluang untuk bisnis penyewaan pesawat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah pesawat terbatas secara global, membuat kita menjadi tidak gampang mendapatkan pesawat,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kesulitan Operasional&#13;
&#13;
Setelah BBN Airlines mengalami kesulitan mempertahankan operasional penerbangan komersial mereka di Indonesia, salah satu alasan utama dari kebijakan ini adalah minat pasar yang rendah. Rute penerbangan Jakarta-Surabaya, yang baru dibuka pada 27 September 2024, harus ditutup pada 15 Januari 2025 karena tingkat keterisian penumpang yang tidak mencapai 50%.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, BBN Airlines mulai beroperasi secara resmi di Indonesia pada 27 September 2024 setelah menerima Sertifikat Operasi Udara (AOC) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).&#13;
&#13;
Jakarta - Surabaya, Jakarta - Balikpapan, dan Jakarta - Denpasar adalah bandara-bandara yang dikelola oleh Injourney Airports dan dioperasikan oleh BBN Airlines. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya: BBN Airlines Tutup Seluruh Rute Penerbangan di Indonesia&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
