<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI: Transaksi Surat Utang Tembus Rp246,1 Triliun</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan jumlah transaksi surat utang dalam Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/10/278/3121164/bei-transaksi-surat-utang-tembus-rp246-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/10/278/3121164/bei-transaksi-surat-utang-tembus-rp246-1-triliun"/><item><title>BEI: Transaksi Surat Utang Tembus Rp246,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/10/278/3121164/bei-transaksi-surat-utang-tembus-rp246-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/10/278/3121164/bei-transaksi-surat-utang-tembus-rp246-1-triliun</guid><pubDate>Senin 10 Maret 2025 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/10/278/3121164/transaksi_bei-APDT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI: Transaksi Surat Utang Tembus Rp246,1 Triliun (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/10/278/3121164/transaksi_bei-APDT_large.jpg</image><title>BEI: Transaksi Surat Utang Tembus Rp246,1 Triliun (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan jumlah transaksi surat utang dalam Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA). Total nilai transaksi mencapai Rp246,1 triliun sepanjang 2024, alias meningkat 76% dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut peningkatan ini turut mendorong pangsa pasar Interdealer Domestic Market Share menjadi 16%, atau naik 77% dibandingkan periode sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya SPPA akan memainkan peranan penting dalam ekosistem Perdagangan Surat Utang dan Pasar Uang di Indonesia,&amp;rdquo; kata Jeffrey di Jakarta, Senin (10/3/2025).&#13;
&#13;
1. Lonjakan Pengguna SPPA&#13;
&#13;
Selain itu, jumlah pengguna jasa SPPA juga mengalami lonjakan drastis, terutama sejak adanya fitur transaksi Repurchase Agreement (Repo) dalam SPPA.&#13;
&#13;
Hingga awal tahun ini, BEI mencatat terdapat 39 pengguna yang aktif memanfaatkan layanan transaksi Repo, meningkat 95% dibandingkan saat awal implementasi sistem ini.&#13;
&#13;
BEI menargetkan jumlah pengguna SPPA terus bertambah seiring dengan sosialisasi dan komunikasi yang dilakukan kepada para pelaku pasar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Transaksi Surat Utang&#13;
&#13;
Dengan semakin luasnya pemanfaatan sistem ini, diharapkan SPPA BEI dapat menjadi pilihan utama dalam transaksi surat utang dan pasar uang di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BEI berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik sehingga para pelaku pasar mendapatkan harga yang terbaik, mekanisme perdagangan yang best practice, serta proses post-trade yang efisien,&amp;rdquo; ujar Jeffrey.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan jumlah transaksi surat utang dalam Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA). Total nilai transaksi mencapai Rp246,1 triliun sepanjang 2024, alias meningkat 76% dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut peningkatan ini turut mendorong pangsa pasar Interdealer Domestic Market Share menjadi 16%, atau naik 77% dibandingkan periode sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya SPPA akan memainkan peranan penting dalam ekosistem Perdagangan Surat Utang dan Pasar Uang di Indonesia,&amp;rdquo; kata Jeffrey di Jakarta, Senin (10/3/2025).&#13;
&#13;
1. Lonjakan Pengguna SPPA&#13;
&#13;
Selain itu, jumlah pengguna jasa SPPA juga mengalami lonjakan drastis, terutama sejak adanya fitur transaksi Repurchase Agreement (Repo) dalam SPPA.&#13;
&#13;
Hingga awal tahun ini, BEI mencatat terdapat 39 pengguna yang aktif memanfaatkan layanan transaksi Repo, meningkat 95% dibandingkan saat awal implementasi sistem ini.&#13;
&#13;
BEI menargetkan jumlah pengguna SPPA terus bertambah seiring dengan sosialisasi dan komunikasi yang dilakukan kepada para pelaku pasar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Transaksi Surat Utang&#13;
&#13;
Dengan semakin luasnya pemanfaatan sistem ini, diharapkan SPPA BEI dapat menjadi pilihan utama dalam transaksi surat utang dan pasar uang di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BEI berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik sehingga para pelaku pasar mendapatkan harga yang terbaik, mekanisme perdagangan yang best practice, serta proses post-trade yang efisien,&amp;rdquo; ujar Jeffrey.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
