<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menaker: THR Wajib Diberikan Paling Lambat H-7 Lebaran dan Tak Boleh Dicicil</title><description>Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa tunjangan hari raya (THR) wajib diberikan perusahaan kepada para pekerja paling lambat H-7 lebaran.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/11/320/3121516/menaker-thr-wajib-diberikan-paling-lambat-h-7-lebaran-dan-tak-boleh-dicicil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/11/320/3121516/menaker-thr-wajib-diberikan-paling-lambat-h-7-lebaran-dan-tak-boleh-dicicil"/><item><title>Menaker: THR Wajib Diberikan Paling Lambat H-7 Lebaran dan Tak Boleh Dicicil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/11/320/3121516/menaker-thr-wajib-diberikan-paling-lambat-h-7-lebaran-dan-tak-boleh-dicicil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/11/320/3121516/menaker-thr-wajib-diberikan-paling-lambat-h-7-lebaran-dan-tak-boleh-dicicil</guid><pubDate>Selasa 11 Maret 2025 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/11/320/3121516/menaker-bB9r_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menaker: THR Wajib Diberikan Paling Lambat H-7 Lebaran dan Tak Boleh Dicicil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/11/320/3121516/menaker-bB9r_large.jpg</image><title>Menaker: THR Wajib Diberikan Paling Lambat H-7 Lebaran dan Tak Boleh Dicicil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa tunjangan hari raya (THR) wajib diberikan perusahaan kepada para pekerja paling lambat H-7 lebaran. Selain itu, perusahaan juga wajib membayarkan THR secara penuh dan tidak boleh dicicil.&#13;
&#13;
1. THR Wajib Diberikan ke Karyawan&#13;
&#13;
Menaker Yassierli menyampaikan, pemberian THR merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. THR harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil dan saya minta sekali lagi agar perusahaan memberikan perhatian terhadap ketentuan ini,&amp;quot; kata Menaker Yassierli dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (11/3/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Cara Menghitung THR&#13;
&#13;
Menaker Yassierli menyatakan bahwa pekerja atau buruh yang berhak mendapatkan THR adalah mereka yang telah memiliki masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih dalam hubungan kerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWTT).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Menaker juga menegaskan ketentuan THR berlaku juga bagi pekerja atau buruh harian lepas dan pekerja dengan sistem satuan hasil yang telah memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagi pekerja atau buruh yang telah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan THR sebesar 1 bulan upah. Sedangkan bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus tapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa tunjangan hari raya (THR) wajib diberikan perusahaan kepada para pekerja paling lambat H-7 lebaran. Selain itu, perusahaan juga wajib membayarkan THR secara penuh dan tidak boleh dicicil.&#13;
&#13;
1. THR Wajib Diberikan ke Karyawan&#13;
&#13;
Menaker Yassierli menyampaikan, pemberian THR merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. THR harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil dan saya minta sekali lagi agar perusahaan memberikan perhatian terhadap ketentuan ini,&amp;quot; kata Menaker Yassierli dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (11/3/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Cara Menghitung THR&#13;
&#13;
Menaker Yassierli menyatakan bahwa pekerja atau buruh yang berhak mendapatkan THR adalah mereka yang telah memiliki masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih dalam hubungan kerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWTT).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Menaker juga menegaskan ketentuan THR berlaku juga bagi pekerja atau buruh harian lepas dan pekerja dengan sistem satuan hasil yang telah memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagi pekerja atau buruh yang telah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan THR sebesar 1 bulan upah. Sedangkan bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus tapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
