<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamenkeu Thomas: Danantara Tak Gadai Saham Pemerintah</title><description>Thomas Djiwandono menegaskan bahwa pembentukan Danantara tidak akan melibatkan praktik gadai saham pemerintah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/13/320/3122119/wamenkeu-thomas-danantara-tak-gadai-saham-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/13/320/3122119/wamenkeu-thomas-danantara-tak-gadai-saham-pemerintah"/><item><title>Wamenkeu Thomas: Danantara Tak Gadai Saham Pemerintah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/13/320/3122119/wamenkeu-thomas-danantara-tak-gadai-saham-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/13/320/3122119/wamenkeu-thomas-danantara-tak-gadai-saham-pemerintah</guid><pubDate>Kamis 13 Maret 2025 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/13/320/3122119/danantara-dCMp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenkeu Thomas: Danantara Tak Gadai Saham Pemerintah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/13/320/3122119/danantara-dCMp_large.jpg</image><title>Wamenkeu Thomas: Danantara Tak Gadai Saham Pemerintah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menegaskan bahwa pembentukan Danantara tidak akan melibatkan praktik gadai saham pemerintah, termasuk saham-saham yang dimiliki negara di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).&#13;
&#13;
&amp;quot;Danantara di sini tidak gadai saham pemerintah,&amp;quot; tegas Thomas dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Kamis (13/3/2025).&#13;
&#13;
1. Saham Pemerintah dalam BUMN&#13;
&#13;
Dia menjelaskan bahwa saham pemerintah dalam BUMN hanya berfungsi sebagai underlying asset yang menghasilkan dividen. Dividen tersebut kemudian dikumpulkan dalam Danantara dan dioptimalkan dalam bentuk investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perlu digarisbawahi bahwa Danantara tidak menggadaikan saham sektor pemerintah. Saham pemerintah adalah underlying asset yang menghasilkan dividen. Dividen itu dipakai dalam Danantara untuk berinvestasi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Danantara merupakan sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, yang dibentuk dengan tujuan mengelola dividen dari BUMN dan menginvestasikannya untuk meningkatkan nilai aset negara.&#13;
&#13;
2. Kebijakan Dividen BUMN&#13;
&#13;
Thomas menekankan bahwa ekuitas pemerintah, termasuk saham BUMN, tidak akan digadaikan dalam proses ini. Polanya adalah dividen dari BUMN akan dikumpulkan (di-pool) di Danantara dan dijadikan modal investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di situlah pool investasi dividen tersebut akan di-leverage, bukan saham pemerintah yang digadaikan,&amp;quot; ujar Wamenkeu.&#13;
&#13;
Untuk modal awal, Danantara akan mendapatkan Rp1.000 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN), yang terdiri dari saham milik negara di BUMN dan sejumlah dana tunai.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembentukan Danantara telah menimbulkan kekhawatiran di publik, terutama terkait dengan kemungkinan digunakannya saham pemerintah sebagai jaminan atau agunan untuk investasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa pihak mencurigai bahwa Danantara bisa berujung pada penggadaian aset negara, sehingga berisiko bagi kepemilikan pemerintah atas BUMN strategis.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah menegaskan bahwa mekanisme Danantara tidak melibatkan penggadaian saham, melainkan murni menggunakan dividen yang dihasilkan oleh BUMN untuk berinvestasi lebih lanjut.&#13;
&#13;
Sebagai perbandingan, skema ini mirip dengan yang diterapkan oleh Temasek Holdings di Singapura, di mana dividen dari perusahaan milik negara diinvestasikan kembali untuk memperbesar nilai aset.&#13;
&#13;
Pemerintah berharap, dengan adanya Danantara, Indonesia bisa memiliki lembaga pengelola investasi yang lebih kuat dan mampu memanfaatkan keuntungan BUMN secara optimal untuk pembangunan nasional.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menegaskan bahwa pembentukan Danantara tidak akan melibatkan praktik gadai saham pemerintah, termasuk saham-saham yang dimiliki negara di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).&#13;
&#13;
&amp;quot;Danantara di sini tidak gadai saham pemerintah,&amp;quot; tegas Thomas dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Kamis (13/3/2025).&#13;
&#13;
1. Saham Pemerintah dalam BUMN&#13;
&#13;
Dia menjelaskan bahwa saham pemerintah dalam BUMN hanya berfungsi sebagai underlying asset yang menghasilkan dividen. Dividen tersebut kemudian dikumpulkan dalam Danantara dan dioptimalkan dalam bentuk investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perlu digarisbawahi bahwa Danantara tidak menggadaikan saham sektor pemerintah. Saham pemerintah adalah underlying asset yang menghasilkan dividen. Dividen itu dipakai dalam Danantara untuk berinvestasi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Danantara merupakan sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, yang dibentuk dengan tujuan mengelola dividen dari BUMN dan menginvestasikannya untuk meningkatkan nilai aset negara.&#13;
&#13;
2. Kebijakan Dividen BUMN&#13;
&#13;
Thomas menekankan bahwa ekuitas pemerintah, termasuk saham BUMN, tidak akan digadaikan dalam proses ini. Polanya adalah dividen dari BUMN akan dikumpulkan (di-pool) di Danantara dan dijadikan modal investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di situlah pool investasi dividen tersebut akan di-leverage, bukan saham pemerintah yang digadaikan,&amp;quot; ujar Wamenkeu.&#13;
&#13;
Untuk modal awal, Danantara akan mendapatkan Rp1.000 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN), yang terdiri dari saham milik negara di BUMN dan sejumlah dana tunai.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembentukan Danantara telah menimbulkan kekhawatiran di publik, terutama terkait dengan kemungkinan digunakannya saham pemerintah sebagai jaminan atau agunan untuk investasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa pihak mencurigai bahwa Danantara bisa berujung pada penggadaian aset negara, sehingga berisiko bagi kepemilikan pemerintah atas BUMN strategis.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah menegaskan bahwa mekanisme Danantara tidak melibatkan penggadaian saham, melainkan murni menggunakan dividen yang dihasilkan oleh BUMN untuk berinvestasi lebih lanjut.&#13;
&#13;
Sebagai perbandingan, skema ini mirip dengan yang diterapkan oleh Temasek Holdings di Singapura, di mana dividen dari perusahaan milik negara diinvestasikan kembali untuk memperbesar nilai aset.&#13;
&#13;
Pemerintah berharap, dengan adanya Danantara, Indonesia bisa memiliki lembaga pengelola investasi yang lebih kuat dan mampu memanfaatkan keuntungan BUMN secara optimal untuk pembangunan nasional.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
