<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Danantara Singgung Investasi dan Kualitas SDM Indonesia</title><description>Rosan Roeslani, menegaskan perlunya fokus investasi untuk menyasar peningkatan kualitas.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/16/470/3122903/bos-danantara-singgung-investasi-dan-kualitas-sdm-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/16/470/3122903/bos-danantara-singgung-investasi-dan-kualitas-sdm-indonesia"/><item><title>Bos Danantara Singgung Investasi dan Kualitas SDM Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/16/470/3122903/bos-danantara-singgung-investasi-dan-kualitas-sdm-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/16/470/3122903/bos-danantara-singgung-investasi-dan-kualitas-sdm-indonesia</guid><pubDate>Minggu 16 Maret 2025 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/16/470/3122903/rosan_roeslani-kIb2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos Danantara Rosan Roeslani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/16/470/3122903/rosan_roeslani-kIb2_large.jpg</image><title>Bos Danantara Rosan Roeslani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan perlunya fokus investasi untuk menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) di Indonesia.&#13;
&#13;
1. Dukung Pertumbuhan Ekonomi&#13;
&#13;
Rosan yang juga Menteri Investasi menuturkan upaya ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan kita ini tidak akan berkelanjutan jika SDMnya tidak tumbuh,&amp;rdquo; kata Rosan dalam IDX Channel Economic Insight 2025 bertema &amp;#39;Towards a New Era of Indonesia&amp;#39;s Sustainable &amp;amp; Inclusive Economic Growth,&amp;#39; di Jakarta dikutip Minggu (16/3/2025).&#13;
&#13;
2. SDM Indonesia Mendominasi Pekerja&#13;
&#13;
Rosan memperkirakan SDM di Indonesia masih didominasi oleh kalangan pekerja dengan pendidikan sekolah dasar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekitar 34-35 persen tenaga kerja kita masih berpendidikan sekolah dasar, sementara yang berpendidikan diploma atau universitas hanya 12-13 persen,&amp;rdquo; ungkap Rosan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Investasi Pendidikan&#13;
&#13;
Menurutnya, investasi di sektor pendidikan dan pelatihan vokasi harus diperkuat guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.&#13;
&#13;
Dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja, pemerintah telah memberikan insentif bagi perusahaan yang berpartisipasi dalam pendidikan vokasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Insentif tersebut memungkinkan perusahaan mendapatkan pengurangan pajak hingga 200 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Peningkatan dari sumber daya manusia menjadi sangat penting bagi kita mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan perlunya fokus investasi untuk menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) di Indonesia.&#13;
&#13;
1. Dukung Pertumbuhan Ekonomi&#13;
&#13;
Rosan yang juga Menteri Investasi menuturkan upaya ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan kita ini tidak akan berkelanjutan jika SDMnya tidak tumbuh,&amp;rdquo; kata Rosan dalam IDX Channel Economic Insight 2025 bertema &amp;#39;Towards a New Era of Indonesia&amp;#39;s Sustainable &amp;amp; Inclusive Economic Growth,&amp;#39; di Jakarta dikutip Minggu (16/3/2025).&#13;
&#13;
2. SDM Indonesia Mendominasi Pekerja&#13;
&#13;
Rosan memperkirakan SDM di Indonesia masih didominasi oleh kalangan pekerja dengan pendidikan sekolah dasar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekitar 34-35 persen tenaga kerja kita masih berpendidikan sekolah dasar, sementara yang berpendidikan diploma atau universitas hanya 12-13 persen,&amp;rdquo; ungkap Rosan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Investasi Pendidikan&#13;
&#13;
Menurutnya, investasi di sektor pendidikan dan pelatihan vokasi harus diperkuat guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.&#13;
&#13;
Dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja, pemerintah telah memberikan insentif bagi perusahaan yang berpartisipasi dalam pendidikan vokasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Insentif tersebut memungkinkan perusahaan mendapatkan pengurangan pajak hingga 200 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Peningkatan dari sumber daya manusia menjadi sangat penting bagi kita mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
