<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembayaran Digital Naik 80% saat Ramadhan, Sektor Ritel Dapat Cuan</title><description>Laporan terbaru VISA mengungkap bahwa pembayaran digital selama ramadhan mengalami kenaikan hingga 80%.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/22/622/3124687/pembayaran-digital-naik-80-saat-ramadhan-sektor-ritel-dapat-cuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/22/622/3124687/pembayaran-digital-naik-80-saat-ramadhan-sektor-ritel-dapat-cuan"/><item><title>Pembayaran Digital Naik 80% saat Ramadhan, Sektor Ritel Dapat Cuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/22/622/3124687/pembayaran-digital-naik-80-saat-ramadhan-sektor-ritel-dapat-cuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/22/622/3124687/pembayaran-digital-naik-80-saat-ramadhan-sektor-ritel-dapat-cuan</guid><pubDate>Sabtu 22 Maret 2025 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/21/622/3124687/kartu_kredit-yTAs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembayaran Digital Naik 80% saat Ramadhan, Sektor Ritel Dapat Cuan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/21/622/3124687/kartu_kredit-yTAs_large.jpg</image><title>Pembayaran Digital Naik 80% saat Ramadhan, Sektor Ritel Dapat Cuan (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laporan terbaru VISA mengungkap bahwa pembayaran digital selama ramadhan mengalami kenaikan hingga 80%. Berdasarkan data VISA, sektor pariwisata melalui online travel agent (OTAs) menjadi pendorong utama pertumbuhan transaksi, mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan solusi digital dan e-commerce.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bulan Ramadhan bukan sekedar momen perayaan namun juga bulan yang menunjukkan aktivitas ekonomi tertinggi di Indonesia. Data Visa pada tahun 2024 mencatat lonjakan transaksi pembayaran yang signifikan mencapai 80%, di mana sektor perjalanan mendominasi total jumlah transaksi,&amp;rdquo; kata Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari, dikutip Sabtu (21/3/2025).&#13;
&#13;
1. Transaksi Sektor Ritel Tumbuh&#13;
&#13;
Sektor ritel offline mengalami pertumbuhan transaksi tertinggi hingga 35% (YoY), khususnya untuk transaksi department store yang selaras dengan kebutuhan pembelanjaan Idul Fitri termasuk fesyen, makanan, dan barang kebutuhan rumah tangga. Selain itu, beberapa ritel offline untuk kategori high-end brand juga memperlihatkan tren yang meningkat sepanjang Ramadhan, terutama setelah pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), yang menunjukkan preferensi konsumen untuk berbelanja barang mewah.&#13;
&#13;
Tren ini juga menggaris bawahi bahwa pengalaman belanja di toko fisik tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen Indonesia meskipun e-commerce terus berkembang. Sementara di sektor e-commerce sendiri, pembelanjaan di platform tersebut mencatat&amp;nbsp; pertumbuhan transaksi hingga 40% sebelum bulan Ramadhan terutama untuk produk fesyen dan elektronik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Optimalisasi Transaksi&#13;
&#13;
Untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama Ramadhan di tahun ini, terutama di pekan terakhir menjelang Idul Fitri, pelaku bisnis dapat mengambil langkah-langkah strategis berikut:&#13;
&#13;
&amp;bull; Institusi finansial: Mengembangkan pembayaran digital dengan penawaran cashback dan insentif transaksi lintas negara.&#13;
&#13;
&amp;bull; E-commerce dan Ritel: Meluncurkan kampanye flash sale dan promo eksklusif di dua minggu terakhir pada bulan Ramadhan setelah keluarnya THR untuk memaksimalkan lonjakan belanja menjelang Lebaran.&#13;
&#13;
&amp;bull; Sektor Perjalanan &amp;amp; Perhotelan: Menawarkan paket perjalanan khusus sepanjang libur Ramadhan dan Idul Fitri baik bagi wisatawan domestik ataupun mancanegara yang berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan sektor pariwisata.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laporan terbaru VISA mengungkap bahwa pembayaran digital selama ramadhan mengalami kenaikan hingga 80%. Berdasarkan data VISA, sektor pariwisata melalui online travel agent (OTAs) menjadi pendorong utama pertumbuhan transaksi, mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan solusi digital dan e-commerce.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bulan Ramadhan bukan sekedar momen perayaan namun juga bulan yang menunjukkan aktivitas ekonomi tertinggi di Indonesia. Data Visa pada tahun 2024 mencatat lonjakan transaksi pembayaran yang signifikan mencapai 80%, di mana sektor perjalanan mendominasi total jumlah transaksi,&amp;rdquo; kata Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari, dikutip Sabtu (21/3/2025).&#13;
&#13;
1. Transaksi Sektor Ritel Tumbuh&#13;
&#13;
Sektor ritel offline mengalami pertumbuhan transaksi tertinggi hingga 35% (YoY), khususnya untuk transaksi department store yang selaras dengan kebutuhan pembelanjaan Idul Fitri termasuk fesyen, makanan, dan barang kebutuhan rumah tangga. Selain itu, beberapa ritel offline untuk kategori high-end brand juga memperlihatkan tren yang meningkat sepanjang Ramadhan, terutama setelah pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), yang menunjukkan preferensi konsumen untuk berbelanja barang mewah.&#13;
&#13;
Tren ini juga menggaris bawahi bahwa pengalaman belanja di toko fisik tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen Indonesia meskipun e-commerce terus berkembang. Sementara di sektor e-commerce sendiri, pembelanjaan di platform tersebut mencatat&amp;nbsp; pertumbuhan transaksi hingga 40% sebelum bulan Ramadhan terutama untuk produk fesyen dan elektronik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Optimalisasi Transaksi&#13;
&#13;
Untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama Ramadhan di tahun ini, terutama di pekan terakhir menjelang Idul Fitri, pelaku bisnis dapat mengambil langkah-langkah strategis berikut:&#13;
&#13;
&amp;bull; Institusi finansial: Mengembangkan pembayaran digital dengan penawaran cashback dan insentif transaksi lintas negara.&#13;
&#13;
&amp;bull; E-commerce dan Ritel: Meluncurkan kampanye flash sale dan promo eksklusif di dua minggu terakhir pada bulan Ramadhan setelah keluarnya THR untuk memaksimalkan lonjakan belanja menjelang Lebaran.&#13;
&#13;
&amp;bull; Sektor Perjalanan &amp;amp; Perhotelan: Menawarkan paket perjalanan khusus sepanjang libur Ramadhan dan Idul Fitri baik bagi wisatawan domestik ataupun mancanegara yang berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan sektor pariwisata.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
