<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Sri Mulyani Tak Terima Moody&amp;#039;s Sebut Ekonomi Indonesia Lemah</title><description>Sri Mulyani Indrawati membantah penilaian lembaga pemeringkat Moody&amp;#39;s yang menyebutkan ekonomi dan fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/24/320/3125325/ketika-sri-mulyani-tak-terima-moody-039-s-sebut-ekonomi-indonesia-lemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/24/320/3125325/ketika-sri-mulyani-tak-terima-moody-039-s-sebut-ekonomi-indonesia-lemah"/><item><title>Ketika Sri Mulyani Tak Terima Moody&amp;#039;s Sebut Ekonomi Indonesia Lemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/24/320/3125325/ketika-sri-mulyani-tak-terima-moody-039-s-sebut-ekonomi-indonesia-lemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/24/320/3125325/ketika-sri-mulyani-tak-terima-moody-039-s-sebut-ekonomi-indonesia-lemah</guid><pubDate>Senin 24 Maret 2025 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/24/320/3125325/sri_mulyani-ypSX_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Ketika Sri Mulyani Tak Terima Moody&amp;#039;s Sebut Ekonomi Indonesia Lemah (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/24/320/3125325/sri_mulyani-ypSX_large.png</image><title>Ketika Sri Mulyani Tak Terima Moody&amp;#039;s Sebut Ekonomi Indonesia Lemah (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah penilaian lembaga pemeringkat Moody&amp;#39;s yang menyebutkan ekonomi dan fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
&#13;
Sri Mulyani menegaskan bahwa indikator-indikator ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi yang baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Indonesia bagus, nanti indikatornya kita sampaikan. PMI kita bagus, neraca perdagangan kita bagus jadi kita bisa sampaikan nanti ya,&amp;quot; ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, Jakarta, Senin (24/3/2025).&#13;
&#13;
Sri Mulyani berjanji akan menyampaikan data dan indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja positif Indonesia. Dia menyoroti beberapa indikator utama seperti Purchasing Managers&amp;#39; Index (PMI) dan neraca perdagangan.&#13;
&#13;
1. Laporan Moody&amp;#39;s soal Ekonomi Indonesia&#13;
&#13;
Sebelumnya, Moody&amp;#39;s dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
&#13;
Moody&amp;#39;s menyoroti beberapa faktor yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang utama. Selain itu, Moody&amp;#39;s juga menyoroti tantangan dalam meningkatkan investasi dan produktivitas di Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Moody&amp;#39;s Soroti Tekanan pada Anggaran Negara&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam kondisi fiskal, Moody&amp;#39;s menyoroti tekanan pada anggaran negara akibat peningkatan belanja pemerintah, terutama untuk subsidi dan bantuan sosial. Mereka juga menyoroti risiko dari peningkatan utang pemerintah dan dampaknya terhadap stabilitas fiskal.&#13;
&#13;
Untuk faktor eksternal, Moody&amp;#39;s menyoroti potensi dampak dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan ketidakpastian geopolitik global terhadap perekonomian Indonesia.&#13;
&#13;
Meskipun demikian, Moody&amp;#39;s juga mengakui bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang baik.&#13;
&#13;
Tanggapan Sri Mulyani menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia memiliki pandangan yang berbeda dengan Moody&amp;#39;s mengenai kondisi ekonomi dan fiskal negara. Pemerintah yakin bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah penilaian lembaga pemeringkat Moody&amp;#39;s yang menyebutkan ekonomi dan fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
&#13;
Sri Mulyani menegaskan bahwa indikator-indikator ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi yang baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Indonesia bagus, nanti indikatornya kita sampaikan. PMI kita bagus, neraca perdagangan kita bagus jadi kita bisa sampaikan nanti ya,&amp;quot; ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, Jakarta, Senin (24/3/2025).&#13;
&#13;
Sri Mulyani berjanji akan menyampaikan data dan indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja positif Indonesia. Dia menyoroti beberapa indikator utama seperti Purchasing Managers&amp;#39; Index (PMI) dan neraca perdagangan.&#13;
&#13;
1. Laporan Moody&amp;#39;s soal Ekonomi Indonesia&#13;
&#13;
Sebelumnya, Moody&amp;#39;s dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
&#13;
Moody&amp;#39;s menyoroti beberapa faktor yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang utama. Selain itu, Moody&amp;#39;s juga menyoroti tantangan dalam meningkatkan investasi dan produktivitas di Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Moody&amp;#39;s Soroti Tekanan pada Anggaran Negara&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam kondisi fiskal, Moody&amp;#39;s menyoroti tekanan pada anggaran negara akibat peningkatan belanja pemerintah, terutama untuk subsidi dan bantuan sosial. Mereka juga menyoroti risiko dari peningkatan utang pemerintah dan dampaknya terhadap stabilitas fiskal.&#13;
&#13;
Untuk faktor eksternal, Moody&amp;#39;s menyoroti potensi dampak dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan ketidakpastian geopolitik global terhadap perekonomian Indonesia.&#13;
&#13;
Meskipun demikian, Moody&amp;#39;s juga mengakui bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang baik.&#13;
&#13;
Tanggapan Sri Mulyani menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia memiliki pandangan yang berbeda dengan Moody&amp;#39;s mengenai kondisi ekonomi dan fiskal negara. Pemerintah yakin bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
