<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Fakta Sri Mulyani Tidak Terima dengan Penilaian Moody&amp;#039;s soal Ekonomi Indonesia Melemah</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak terima dengan penilaian lembaga pemeringkat Moody&amp;#39;s tentang ekonomi Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/30/320/3127001/3-fakta-sri-mulyani-tidak-terima-dengan-penilaian-moody-039-s-soal-ekonomi-indonesia-melemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/03/30/320/3127001/3-fakta-sri-mulyani-tidak-terima-dengan-penilaian-moody-039-s-soal-ekonomi-indonesia-melemah"/><item><title>3 Fakta Sri Mulyani Tidak Terima dengan Penilaian Moody&amp;#039;s soal Ekonomi Indonesia Melemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/03/30/320/3127001/3-fakta-sri-mulyani-tidak-terima-dengan-penilaian-moody-039-s-soal-ekonomi-indonesia-melemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/03/30/320/3127001/3-fakta-sri-mulyani-tidak-terima-dengan-penilaian-moody-039-s-soal-ekonomi-indonesia-melemah</guid><pubDate>Minggu 30 Maret 2025 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/29/320/3127001/sri_mulyani-Hc1f_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 Fakta Sri Mulyani Tidak Terima dengan Penilaian Moody&amp;#039;s soal Ekonomi Indonesia Melemah (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/29/320/3127001/sri_mulyani-Hc1f_large.jpg</image><title>3 Fakta Sri Mulyani Tidak Terima dengan Penilaian Moody&amp;#039;s soal Ekonomi Indonesia Melemah (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak terima dengan penilaian lembaga pemeringkat Moody&amp;#39;s tentang ekonomi Indonesia. Pada penilaiannya, Moody&amp;#39;s menyebutkan ekonomi dan fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
&#13;
Sri Mulyani menegaskan bahwa indikator-indikator perekonomian Indonesia menunjukkan kondisi yang baik.&#13;
&#13;
Berikut adalah fakta mengenai Sri Mulyani tidak terima penilaian Moody&amp;#39;s yang dirangkum Okezone, Minggu (30/3/2025).&#13;
&#13;
1. Indikator Ekonomi RI&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sri Mulyani berjanji akan menyampaikan data dan indikator perekonomian yang menunjukkan kinerja positif Indonesia. Ia menyoroti beberapa indikator utama seperti Indeks Manajer Pembelian (PMI) dan neraca perdagangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia bagus, nanti indikatornya kita sampaikan. PMI kita bagus, neraca perdagangan kita bagus jadi kita bisa sampaikan nanti ya,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani.&#13;
&#13;
2. Penilaian Moody&amp;#39;s&#13;
&#13;
Moody&amp;#39;s dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
&#13;
Moody&amp;#39;s menyoroti beberapa faktor yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti memperlambat perekonomian global dan memperlambat beberapa negara mitra dagang utama. Selain itu, Moody&amp;#39;s juga menyoroti tantangan dalam meningkatkan investasi dan produktivitas di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kondisi fiskal, Moody&amp;#39;s menyoroti tekanan pada anggaran negara akibat peningkatan belanja pemerintah, terutama untuk subsidi dan bantuan sosial. Mereka juga menyoroti risiko peningkatan utang pemerintah dan dampaknya terhadap stabilitas fiskal.&#13;
&#13;
Untuk faktor eksternal, Moody&amp;#39;s menyoroti potensi dampak kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan mempengaruhi geopolitik global terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, Moody&amp;#39;s juga mengakui bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang baik.&#13;
&#13;
&#13;
3. Tanggapan Gubernur BI&#13;
&#13;
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa kepercayaan Moody&amp;#39;s terhadap resiliensi ekonomi Indonesia mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kepercayaan Moody&amp;#39;s terhadap resiliensi ekonomi Indonesia menjadi salah satu indikator positif yang mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang solid, di tengah tingginya penjualan keuangan global,&amp;rdquo; ujar Perry.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak terima dengan penilaian lembaga pemeringkat Moody&amp;#39;s tentang ekonomi Indonesia. Pada penilaiannya, Moody&amp;#39;s menyebutkan ekonomi dan fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
&#13;
Sri Mulyani menegaskan bahwa indikator-indikator perekonomian Indonesia menunjukkan kondisi yang baik.&#13;
&#13;
Berikut adalah fakta mengenai Sri Mulyani tidak terima penilaian Moody&amp;#39;s yang dirangkum Okezone, Minggu (30/3/2025).&#13;
&#13;
1. Indikator Ekonomi RI&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sri Mulyani berjanji akan menyampaikan data dan indikator perekonomian yang menunjukkan kinerja positif Indonesia. Ia menyoroti beberapa indikator utama seperti Indeks Manajer Pembelian (PMI) dan neraca perdagangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia bagus, nanti indikatornya kita sampaikan. PMI kita bagus, neraca perdagangan kita bagus jadi kita bisa sampaikan nanti ya,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani.&#13;
&#13;
2. Penilaian Moody&amp;#39;s&#13;
&#13;
Moody&amp;#39;s dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia mengalami pelemahan.&#13;
&#13;
Moody&amp;#39;s menyoroti beberapa faktor yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti memperlambat perekonomian global dan memperlambat beberapa negara mitra dagang utama. Selain itu, Moody&amp;#39;s juga menyoroti tantangan dalam meningkatkan investasi dan produktivitas di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kondisi fiskal, Moody&amp;#39;s menyoroti tekanan pada anggaran negara akibat peningkatan belanja pemerintah, terutama untuk subsidi dan bantuan sosial. Mereka juga menyoroti risiko peningkatan utang pemerintah dan dampaknya terhadap stabilitas fiskal.&#13;
&#13;
Untuk faktor eksternal, Moody&amp;#39;s menyoroti potensi dampak kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan mempengaruhi geopolitik global terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, Moody&amp;#39;s juga mengakui bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang baik.&#13;
&#13;
&#13;
3. Tanggapan Gubernur BI&#13;
&#13;
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa kepercayaan Moody&amp;#39;s terhadap resiliensi ekonomi Indonesia mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kepercayaan Moody&amp;#39;s terhadap resiliensi ekonomi Indonesia menjadi salah satu indikator positif yang mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang solid, di tengah tingginya penjualan keuangan global,&amp;rdquo; ujar Perry.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
