<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efek Tarif Trump: Wall Street Anjlok, S&amp;amp;P 500 Terjun Bebas</title><description>Bursa saham AS, Wall Street anjlok setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor pada sejumlah mitra dagangnya.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/04/278/3128171/efek-tarif-trump-wall-street-anjlok-s-amp-p-500-terjun-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/04/278/3128171/efek-tarif-trump-wall-street-anjlok-s-amp-p-500-terjun-bebas"/><item><title>Efek Tarif Trump: Wall Street Anjlok, S&amp;amp;P 500 Terjun Bebas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/04/278/3128171/efek-tarif-trump-wall-street-anjlok-s-amp-p-500-terjun-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/04/278/3128171/efek-tarif-trump-wall-street-anjlok-s-amp-p-500-terjun-bebas</guid><pubDate>Jum'at 04 April 2025 07:58 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/04/278/3128171/wall_street-Tce2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Anjlok Setelah Keputusan Trump Kenakan Tarif Impor. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/04/278/3128171/wall_street-Tce2_large.jpg</image><title>Wall Street Anjlok Setelah Keputusan Trump Kenakan Tarif Impor. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street anjlok setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor pada sejumlah mitra dagangnya. Indeks S&amp;amp;P 500 mengalami penurunan harian terbesar sejak 2020 di perdagangan Kamis waktu setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan Trump mengumumkan tarif perdagangan baru memicu kekhawatiran akan perang dagang besar-besaran yang dapat menyebabkan resesi global.&#13;
&#13;
Mengutip Investing, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.679,4 poin atau 3,98% ke 40.545, S&amp;amp;P 500 turun 4,84% ke 5.396, sementara Nasdaq Composite merosot 5,97% ke 16.550.&#13;
&#13;
Ekonom High Frequency Economics, Carl Weinberg menilai kebijakan tarif Trump dapat mengurangi produk domestik bruto (PDB) AS hingga 10% pada kuartal II-2025. Kemudian berpotensi mendorong ekonomi AS ke dalam resesi setelah kontraksi kecil yang diprediksi pada kuartal pertama.&#13;
&#13;
Weinberg juga memperkirakan tarif akan mengurangi pendapatan rumah tangga atau keuntungan korporasi AS hingga USD741 miliar, atau lebih jika memasukkan tarif pada baja, aluminium, serta perdagangan dengan Kanada dan Meksiko.&#13;
&#13;
Sementara itu, UBS memperkirakan bahwa jika tarif ini tetap berlaku, PDB riil AS dapat turun 1,5 hingga 2 poin persentase pada 2025, sementara inflasi dapat mencapai 5%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Analis UBS pun memperingatkan bahwa situasi ini berpotensi memperburuk keseimbangan pertumbuhan dan inflasi di AS serta ekonomi global dalam tahun mendatang.&#13;
&#13;
UBS juga telah menurunkan target jangka pendek S&amp;amp;P 500 menjadi 5.300, namun memperingatkan bahwa ketidakpastian tarif dapat mendorong indeks turun di bawah 5.000.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Trump mengumumkan tarif baru yang mencakup bea masuk 10% pada semua impor, serta tarif lebih tinggi untuk negara-negara yang dianggap sebagai aktor buruk.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
China menghadapi tambahan tarif 34% di atas bea masuk 20% yang sudah berlaku. Uni Eropa, Jepang, dan negara lain akan dikenakan tarif antara 20% hingga 49%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tarif umum ini mulai berlaku pada 5 April, sementara tarif khusus negara tertentu akan diterapkan mulai 9 April. Trump beralasan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi industri dalam negeri AS serta mengurangi utang nasional.&#13;
&#13;
Namun, pengumuman ini memicu reaksi negatif dari para analis dan investor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tarif yang diumumkan lebih agresif dari perkiraan, terutama bagi Eropa dan China, dengan tarif mencapai 20% hingga 54%,&amp;quot; tulis Analis Barclays dalam sebuah catatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka memperingatkan bahwa ketidakpastian akibat tarif ini dapat meningkatkan risiko resesi, membuat pasar saham berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut sebelum pulih.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street anjlok setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor pada sejumlah mitra dagangnya. Indeks S&amp;amp;P 500 mengalami penurunan harian terbesar sejak 2020 di perdagangan Kamis waktu setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan Trump mengumumkan tarif perdagangan baru memicu kekhawatiran akan perang dagang besar-besaran yang dapat menyebabkan resesi global.&#13;
&#13;
Mengutip Investing, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.679,4 poin atau 3,98% ke 40.545, S&amp;amp;P 500 turun 4,84% ke 5.396, sementara Nasdaq Composite merosot 5,97% ke 16.550.&#13;
&#13;
Ekonom High Frequency Economics, Carl Weinberg menilai kebijakan tarif Trump dapat mengurangi produk domestik bruto (PDB) AS hingga 10% pada kuartal II-2025. Kemudian berpotensi mendorong ekonomi AS ke dalam resesi setelah kontraksi kecil yang diprediksi pada kuartal pertama.&#13;
&#13;
Weinberg juga memperkirakan tarif akan mengurangi pendapatan rumah tangga atau keuntungan korporasi AS hingga USD741 miliar, atau lebih jika memasukkan tarif pada baja, aluminium, serta perdagangan dengan Kanada dan Meksiko.&#13;
&#13;
Sementara itu, UBS memperkirakan bahwa jika tarif ini tetap berlaku, PDB riil AS dapat turun 1,5 hingga 2 poin persentase pada 2025, sementara inflasi dapat mencapai 5%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Analis UBS pun memperingatkan bahwa situasi ini berpotensi memperburuk keseimbangan pertumbuhan dan inflasi di AS serta ekonomi global dalam tahun mendatang.&#13;
&#13;
UBS juga telah menurunkan target jangka pendek S&amp;amp;P 500 menjadi 5.300, namun memperingatkan bahwa ketidakpastian tarif dapat mendorong indeks turun di bawah 5.000.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Trump mengumumkan tarif baru yang mencakup bea masuk 10% pada semua impor, serta tarif lebih tinggi untuk negara-negara yang dianggap sebagai aktor buruk.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
China menghadapi tambahan tarif 34% di atas bea masuk 20% yang sudah berlaku. Uni Eropa, Jepang, dan negara lain akan dikenakan tarif antara 20% hingga 49%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tarif umum ini mulai berlaku pada 5 April, sementara tarif khusus negara tertentu akan diterapkan mulai 9 April. Trump beralasan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi industri dalam negeri AS serta mengurangi utang nasional.&#13;
&#13;
Namun, pengumuman ini memicu reaksi negatif dari para analis dan investor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tarif yang diumumkan lebih agresif dari perkiraan, terutama bagi Eropa dan China, dengan tarif mencapai 20% hingga 54%,&amp;quot; tulis Analis Barclays dalam sebuah catatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka memperingatkan bahwa ketidakpastian akibat tarif ini dapat meningkatkan risiko resesi, membuat pasar saham berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut sebelum pulih.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
