<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lawan Tarif Impor Trump, RI Wajib Mandiri Pangan dan Stop Impor</title><description>AS mengenakan tarif impor 32% kepada Indonesia dari basis tarif sebesar 10% yang diterapkan kepada semua negara.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/04/320/3128169/lawan-tarif-impor-trump-ri-wajib-mandiri-pangan-dan-stop-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/04/320/3128169/lawan-tarif-impor-trump-ri-wajib-mandiri-pangan-dan-stop-impor"/><item><title>Lawan Tarif Impor Trump, RI Wajib Mandiri Pangan dan Stop Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/04/320/3128169/lawan-tarif-impor-trump-ri-wajib-mandiri-pangan-dan-stop-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/04/320/3128169/lawan-tarif-impor-trump-ri-wajib-mandiri-pangan-dan-stop-impor</guid><pubDate>Jum'at 04 April 2025 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/04/320/3128169/pangan-Nj8y_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Wajib Mandiri Pangan untuk Lawan Tarif Impor. (Foto: Okezone.com/PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/04/320/3128169/pangan-Nj8y_large.jpg</image><title>RI Wajib Mandiri Pangan untuk Lawan Tarif Impor. (Foto: Okezone.com/PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi siap mendorong produksi pangan dalam negeri sebagai respons terhadap kebijakan tarif timbal balik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. AS mengenakan tarif impor 32% kepada Indonesia dari basis tarif sebesar 10% yang diterapkan kepada semua negara.&#13;
&#13;
1. Momentum RI Kurangi Impor Pangan&#13;
&#13;
Arief menilai, kebijakan tarif yang diberlakukan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat menjadi momentum Indonesia untuk lebih mandiri dalam produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada saat currency rate tinggi, harga pangan dunia tinggi, kemudian pemberlakuan tarif yang tinggi dari beberapa negara bukan cuma Donald Trump, ini waktunya kita meningkatkan produksi dalam negeri,&amp;quot; kata Arief, pada Rapat Koordinasi dalam rangka Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Pasca-Idul Fitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan Bapanas secara daring, dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat (4/4/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat ditanyai kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif dasar dan bea masuk baru kepada banyak mitra dagang, termasuk Indonesia yang terkena tarif timbal balik sebesar 32%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Arief menekankan pentingnya meningkatkan cadangan pangan pemerintah, yang bisa digunakan untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasar, terutama di daerah-daerah dengan kebutuhan lebih tinggi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian yang berikutnya meningkatkan cadangan pangan pemerintah (CPP). Bolak-balik saya selalu sampaikan cadangan pangan pemerintah. Ini saya nggak bosan mengulang-ulang,&amp;quot; ujar Arief.&#13;
&#13;
2. Ayo Beli Produk Lokal&#13;
&#13;
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membeli produk pangan dengan harga yang kompetitif dan menyimpannya dalam kondisi beku di cold storage, untuk digunakan saat harga pangan melonjak tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya tadi pada saat karkas, live bird harganya rendah, dibeli tetap dengan harga yang bagus, kemudian digunakan airbrush freezer, simpan dalam cold storage, frozen condition,&amp;quot; ujarnya lagi.&#13;
&#13;
Menurut Arief, dengan langkah itu, maka produk unggas tersebut bisa dilakukan penjualan untuk intervensi ke berbagai daerah yang harganya tinggi, misalnya Indonesia bagian timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atau beberapa daerah yang memang memerlukan. Jadi harga bisa tetap stabil,&amp;quot; kata Arief pula.&#13;
&#13;
Kendati demikian, dia menyebutkan bahwa saat ini Bapanas sedang fokus mencari teknologi yang dapat memperpanjang masa simpan produk pangan, sehingga dapat menghindari kerugian akibat penurunan kualitas saat distribusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;PR kita berikutnya adalah mencari teknologi untuk bisa memperpanjang safe life,&amp;quot; ujar Arief.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Keputusan Trump&#13;
&#13;
Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif perdagangan ke negara-negara yang selama ini menikmati surplus neraca perdagangan dengan AS.&#13;
&#13;
Dari data Gedung Putih, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32% .&#13;
&#13;
Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.&#13;
&#13;
Indonesia bukan satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara, yang menjadi sasaran kebijakan dagang AS itu.&#13;
&#13;
Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24%, 49%, 46%, dan 36%.&#13;
&#13;
Tarif-tarif yang telah lama disuarakan Trump itu diumumkan dalam acara &amp;quot;Make America Wealthy Again&amp;quot;, di Rose Garden, Gedung Putih, Rabu waktu setempat.&#13;
&#13;
Tarif universal era Trump dikabarkan akan mulai berlaku pada Sabtu 5 April 2025, &amp;nbsp;sementara tarif timbal balik, yang menargetkan sekitar 60 mitra dagang AS, akan diberlakukan mulai Rabu 9 April 2025.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi siap mendorong produksi pangan dalam negeri sebagai respons terhadap kebijakan tarif timbal balik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. AS mengenakan tarif impor 32% kepada Indonesia dari basis tarif sebesar 10% yang diterapkan kepada semua negara.&#13;
&#13;
1. Momentum RI Kurangi Impor Pangan&#13;
&#13;
Arief menilai, kebijakan tarif yang diberlakukan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat menjadi momentum Indonesia untuk lebih mandiri dalam produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada saat currency rate tinggi, harga pangan dunia tinggi, kemudian pemberlakuan tarif yang tinggi dari beberapa negara bukan cuma Donald Trump, ini waktunya kita meningkatkan produksi dalam negeri,&amp;quot; kata Arief, pada Rapat Koordinasi dalam rangka Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Pasca-Idul Fitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan Bapanas secara daring, dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat (4/4/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat ditanyai kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif dasar dan bea masuk baru kepada banyak mitra dagang, termasuk Indonesia yang terkena tarif timbal balik sebesar 32%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Arief menekankan pentingnya meningkatkan cadangan pangan pemerintah, yang bisa digunakan untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasar, terutama di daerah-daerah dengan kebutuhan lebih tinggi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian yang berikutnya meningkatkan cadangan pangan pemerintah (CPP). Bolak-balik saya selalu sampaikan cadangan pangan pemerintah. Ini saya nggak bosan mengulang-ulang,&amp;quot; ujar Arief.&#13;
&#13;
2. Ayo Beli Produk Lokal&#13;
&#13;
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membeli produk pangan dengan harga yang kompetitif dan menyimpannya dalam kondisi beku di cold storage, untuk digunakan saat harga pangan melonjak tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya tadi pada saat karkas, live bird harganya rendah, dibeli tetap dengan harga yang bagus, kemudian digunakan airbrush freezer, simpan dalam cold storage, frozen condition,&amp;quot; ujarnya lagi.&#13;
&#13;
Menurut Arief, dengan langkah itu, maka produk unggas tersebut bisa dilakukan penjualan untuk intervensi ke berbagai daerah yang harganya tinggi, misalnya Indonesia bagian timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atau beberapa daerah yang memang memerlukan. Jadi harga bisa tetap stabil,&amp;quot; kata Arief pula.&#13;
&#13;
Kendati demikian, dia menyebutkan bahwa saat ini Bapanas sedang fokus mencari teknologi yang dapat memperpanjang masa simpan produk pangan, sehingga dapat menghindari kerugian akibat penurunan kualitas saat distribusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;PR kita berikutnya adalah mencari teknologi untuk bisa memperpanjang safe life,&amp;quot; ujar Arief.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Keputusan Trump&#13;
&#13;
Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif perdagangan ke negara-negara yang selama ini menikmati surplus neraca perdagangan dengan AS.&#13;
&#13;
Dari data Gedung Putih, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32% .&#13;
&#13;
Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.&#13;
&#13;
Indonesia bukan satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara, yang menjadi sasaran kebijakan dagang AS itu.&#13;
&#13;
Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24%, 49%, 46%, dan 36%.&#13;
&#13;
Tarif-tarif yang telah lama disuarakan Trump itu diumumkan dalam acara &amp;quot;Make America Wealthy Again&amp;quot;, di Rose Garden, Gedung Putih, Rabu waktu setempat.&#13;
&#13;
Tarif universal era Trump dikabarkan akan mulai berlaku pada Sabtu 5 April 2025, &amp;nbsp;sementara tarif timbal balik, yang menargetkan sekitar 60 mitra dagang AS, akan diberlakukan mulai Rabu 9 April 2025.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
