<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK Ungkap AS Bisa Resesi jika Trump Pertahankan Kebijakan Tarif Impor Baru</title><description>Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) meyakini, Amerika Serikat (AS) mengalami resesi bila Presiden Donald Trump&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/05/320/3128459/jk-ungkap-as-bisa-resesi-jika-trump-pertahankan-kebijakan-tarif-impor-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/05/320/3128459/jk-ungkap-as-bisa-resesi-jika-trump-pertahankan-kebijakan-tarif-impor-baru"/><item><title>JK Ungkap AS Bisa Resesi jika Trump Pertahankan Kebijakan Tarif Impor Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/05/320/3128459/jk-ungkap-as-bisa-resesi-jika-trump-pertahankan-kebijakan-tarif-impor-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/05/320/3128459/jk-ungkap-as-bisa-resesi-jika-trump-pertahankan-kebijakan-tarif-impor-baru</guid><pubDate>Sabtu 05 April 2025 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/05/320/3128459/jusuf_kalla-qRUf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jusuf Kalla soal Tarif Baru Impor AS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/05/320/3128459/jusuf_kalla-qRUf_large.jpg</image><title>Jusuf Kalla soal Tarif Baru Impor AS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) meyakini, Amerika Serikat (AS) bisa mengalami resesi bila Presiden Donald Trump mempertahankan kebijakan tarif resiprokal terhadap negara mitra dagang negeri Paman Sam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Amerika bisa resesi. Kalau dia lama (pertahankan kebijakan tarif resiprokal),&amp;quot; kata JK kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025).&#13;
&#13;
1. Tak Lama Terapkan Kebijakan Tarif&#13;
&#13;
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini pun meyakini, Trump tidak akan lama menerapkan kebijakan tarif resiprokal terhadap negara mitra dagang AS. Ia pun menilai, kebijakan Trump ini tak bisa serta-merta membuat industri negeri Paman Sam bakal naik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal ini saya kira tidak lama di Amerika. Karena tidak mungkin tiba-tiba industri Amerika tiba-tiba naik, Tidak mungkin. Butuh waktu,&amp;quot; ujar JK.&#13;
&#13;
2. Ada Buruh Dipersiapkan&#13;
&#13;
Dalam membangun industri, kata JK, ada buruh dan tempat yang harus dipersiapkan. Apalagi, kata dia, membangun industri itu memerlukan biaya yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Katakanlah kasus Indonesia ingin agar pabrik sepatu tetap di Amerika, buruhnya dari mana? Bagaimana mempersiapkan pabrik? Berapa bulan? Tiba-tiba, tidak mungkin murah, semua negara-negara Asia,&amp;quot; tutur JK.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak mungkin dia dapat US$20 satu sepatu kalau yang kerjakan orang Amerika. Tidak mungkin itu. Mau tingkatkan pabrik mobil berapa lama itu bisa ditingkatkan?,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi umumkan keadaan darurat ekonomi nasional dengan meluncurkan tarif timbal balik (Resiprocal Tarrifs) pada Rabu, 2 April 2025.&#13;
&#13;
Tarif timbal balik tersebut termasuk untuk Indonesia, yang masuk daftar negara ke 10 berkontribusi terhadap defisit perdagangan Amerika.&#13;
&#13;
Nilai impor Amerika dari Indonesia dinilai lebih tinggi US$ 18 Milyar dibanding sebaliknya. Adapun tarif baru bagi Indonesia, yaitu 32%.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) meyakini, Amerika Serikat (AS) bisa mengalami resesi bila Presiden Donald Trump mempertahankan kebijakan tarif resiprokal terhadap negara mitra dagang negeri Paman Sam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Amerika bisa resesi. Kalau dia lama (pertahankan kebijakan tarif resiprokal),&amp;quot; kata JK kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025).&#13;
&#13;
1. Tak Lama Terapkan Kebijakan Tarif&#13;
&#13;
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini pun meyakini, Trump tidak akan lama menerapkan kebijakan tarif resiprokal terhadap negara mitra dagang AS. Ia pun menilai, kebijakan Trump ini tak bisa serta-merta membuat industri negeri Paman Sam bakal naik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal ini saya kira tidak lama di Amerika. Karena tidak mungkin tiba-tiba industri Amerika tiba-tiba naik, Tidak mungkin. Butuh waktu,&amp;quot; ujar JK.&#13;
&#13;
2. Ada Buruh Dipersiapkan&#13;
&#13;
Dalam membangun industri, kata JK, ada buruh dan tempat yang harus dipersiapkan. Apalagi, kata dia, membangun industri itu memerlukan biaya yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Katakanlah kasus Indonesia ingin agar pabrik sepatu tetap di Amerika, buruhnya dari mana? Bagaimana mempersiapkan pabrik? Berapa bulan? Tiba-tiba, tidak mungkin murah, semua negara-negara Asia,&amp;quot; tutur JK.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak mungkin dia dapat US$20 satu sepatu kalau yang kerjakan orang Amerika. Tidak mungkin itu. Mau tingkatkan pabrik mobil berapa lama itu bisa ditingkatkan?,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi umumkan keadaan darurat ekonomi nasional dengan meluncurkan tarif timbal balik (Resiprocal Tarrifs) pada Rabu, 2 April 2025.&#13;
&#13;
Tarif timbal balik tersebut termasuk untuk Indonesia, yang masuk daftar negara ke 10 berkontribusi terhadap defisit perdagangan Amerika.&#13;
&#13;
Nilai impor Amerika dari Indonesia dinilai lebih tinggi US$ 18 Milyar dibanding sebaliknya. Adapun tarif baru bagi Indonesia, yaitu 32%.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
