<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK Sebut AS Bisa Resesi jika Pertahankan Kebijakan Tarif Impor Baru, Ini Alasannya</title><description>JK) mengatakan bahwa Amerika Serikat bisa mengalami resesi jika Donald Trump.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/06/320/3128525/jk-sebut-as-bisa-resesi-jika-pertahankan-kebijakan-tarif-impor-baru-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/06/320/3128525/jk-sebut-as-bisa-resesi-jika-pertahankan-kebijakan-tarif-impor-baru-ini-alasannya"/><item><title>JK Sebut AS Bisa Resesi jika Pertahankan Kebijakan Tarif Impor Baru, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/06/320/3128525/jk-sebut-as-bisa-resesi-jika-pertahankan-kebijakan-tarif-impor-baru-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/06/320/3128525/jk-sebut-as-bisa-resesi-jika-pertahankan-kebijakan-tarif-impor-baru-ini-alasannya</guid><pubDate>Minggu 06 April 2025 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Vebyola Lutfikaputri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/05/320/3128525/jusuf_kalla-arf4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jusuf Kalla soal Tarif Impor Baru AS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/05/320/3128525/jusuf_kalla-arf4_large.jpg</image><title>Jusuf Kalla soal Tarif Impor Baru AS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Mantan Presiden Indonesia ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa Amerika Serikat bisa mengalami resesi jika Donald Trump mempertahankan kebijakan tarif resiprokal kepada negara mitra dagang negeri Paman Sam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Amerika bisa resesi. Kalau dia lama (pertahankan kebijakan tarif resiprokal),&amp;quot; ucap&amp;nbsp; JK kepada awak media pada, Sabtu (5/4/2025).&#13;
&#13;
1. Tak Berlangsung Lama&#13;
&#13;
Menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Trump pada negara-negara mitra dagang Amerika Serikat diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Ia juga berpendapat bahwa kebijakan ini tidak serta-merta akan meningkatkan industri AS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal ini saya kira tidak lama di Amerika. Karena tidak mungkin tiba-tiba industri Amerika tiba-tiba naik, Tidak mungkin. Butuh waktu,&amp;quot; ujar JK.&#13;
&#13;
2. Tarif Timbal Balik&#13;
&#13;
JK mengatakan ada buruh dan tempat yang harus dipersiapkan teruma untuk membangun industri pasti memerlukan biaya yang cukup besar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Katakanlah kasus Indonesia ingin agar pabrik sepatu tetap di Amerika, buruhnya dari mana? Bagaimana mempersiapkan pabrik? Berapa bulan? Tiba-tiba, tidak mungkin murah, semua negara-negara Asia,&amp;quot; ucap JK.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak mungkin dia dapat US$20 satu sepatu kalau yang kerjakan orang Amerika. Tidak mungkin itu. Mau tingkatkan pabrik mobil berapa lama itu bisa ditingkatkan?,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Pada Rabu 2 April 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendeklarasikan keadaan darurat ekonomi nasional. Langkah ini diwujudkan dengan pemberlakuan tarif timbal balik (Resiprocal Tarrifs).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kebijakan tarif balasan ini juga menyasar Indonesia, yang tercatat sebagai negara ke-10 yang dianggap berkontribusi terhadap defisit perdagangan Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Amerika Serikat mengimpor barang dari Indonesia dengan nilai yang lebih besar sekitar 18 Miliar Dolar AS dibandingkan nilai ekspornya ke Indonesia. Sebagai konsekuensinya, Indonesia dikenakan tarif baru sebesar 32%.&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya : JK Ungkap AS Bisa Resesi jika Trump Pertahankan Kebijakan Tarif Impor Baru&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Mantan Presiden Indonesia ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa Amerika Serikat bisa mengalami resesi jika Donald Trump mempertahankan kebijakan tarif resiprokal kepada negara mitra dagang negeri Paman Sam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Amerika bisa resesi. Kalau dia lama (pertahankan kebijakan tarif resiprokal),&amp;quot; ucap&amp;nbsp; JK kepada awak media pada, Sabtu (5/4/2025).&#13;
&#13;
1. Tak Berlangsung Lama&#13;
&#13;
Menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Trump pada negara-negara mitra dagang Amerika Serikat diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Ia juga berpendapat bahwa kebijakan ini tidak serta-merta akan meningkatkan industri AS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal ini saya kira tidak lama di Amerika. Karena tidak mungkin tiba-tiba industri Amerika tiba-tiba naik, Tidak mungkin. Butuh waktu,&amp;quot; ujar JK.&#13;
&#13;
2. Tarif Timbal Balik&#13;
&#13;
JK mengatakan ada buruh dan tempat yang harus dipersiapkan teruma untuk membangun industri pasti memerlukan biaya yang cukup besar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Katakanlah kasus Indonesia ingin agar pabrik sepatu tetap di Amerika, buruhnya dari mana? Bagaimana mempersiapkan pabrik? Berapa bulan? Tiba-tiba, tidak mungkin murah, semua negara-negara Asia,&amp;quot; ucap JK.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak mungkin dia dapat US$20 satu sepatu kalau yang kerjakan orang Amerika. Tidak mungkin itu. Mau tingkatkan pabrik mobil berapa lama itu bisa ditingkatkan?,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Pada Rabu 2 April 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendeklarasikan keadaan darurat ekonomi nasional. Langkah ini diwujudkan dengan pemberlakuan tarif timbal balik (Resiprocal Tarrifs).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kebijakan tarif balasan ini juga menyasar Indonesia, yang tercatat sebagai negara ke-10 yang dianggap berkontribusi terhadap defisit perdagangan Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Amerika Serikat mengimpor barang dari Indonesia dengan nilai yang lebih besar sekitar 18 Miliar Dolar AS dibandingkan nilai ekspornya ke Indonesia. Sebagai konsekuensinya, Indonesia dikenakan tarif baru sebesar 32%.&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya : JK Ungkap AS Bisa Resesi jika Trump Pertahankan Kebijakan Tarif Impor Baru&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
