<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Titiek Soeharto Minta Pembangunan Kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Dipercepat</title><description>Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi meminta pembangunan kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) Ie Meulee, Sabang dipercepat. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/13/320/3130463/titiek-soeharto-minta-pembangunan-kawasan-sentra-kelautan-dan-perikanan-terpadu-dipercepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/13/320/3130463/titiek-soeharto-minta-pembangunan-kawasan-sentra-kelautan-dan-perikanan-terpadu-dipercepat"/><item><title>Titiek Soeharto Minta Pembangunan Kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Dipercepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/13/320/3130463/titiek-soeharto-minta-pembangunan-kawasan-sentra-kelautan-dan-perikanan-terpadu-dipercepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/13/320/3130463/titiek-soeharto-minta-pembangunan-kawasan-sentra-kelautan-dan-perikanan-terpadu-dipercepat</guid><pubDate>Minggu 13 April 2025 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fir Yal Huwaida Zahirah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/13/320/3130463/titiek_soeharto-OZFN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Titiek Soeharto Minta Pembangunan Kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Dipercepat</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/13/320/3130463/titiek_soeharto-OZFN_large.jpg</image><title>Titiek Soeharto Minta Pembangunan Kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Dipercepat</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi meminta pembangunan kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) Ie Meulee, Sabang dipercepat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pimpinan komisi yang akrab disapa Titiek Soeharto ini, menjelaskan pembangunan &amp;nbsp;SKPT harus dipacu karena telah mendapat bantuan luar negeri dan jangan penyelewengan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harus kita pacu lagi padahal ini dapat bantuan hibah dari Jepang, saya tadi tekankan kalau dapat bantuan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya jangan dikorupsi atau diselewengkan,&amp;rdquo; tegas Titiek, Minggu (13/4/2025).&#13;
&#13;
1. Solusi Pembangunan&#13;
&#13;
Dia memastikan Komisi IV akan mencari tahu penyebab terlambatnya penyelesaian SKPT, agar segera bisa segera tuntas dan dimanfaatkan nelayan&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin tahu masalah sebenarnya, semoga bisa dicarikan solusinya sehingga bisa segera selesai dan bisa digunakan para nelayan,&amp;rdquo; ungkap dia.&#13;
&#13;
Titiek bersama anggota Komisi IV DPR RI secara khusus meninjau Gudang BULOG Siron di Banda Aceh, yang menjadi salah satu sentra penyimpanan pangan strategis di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
2. Cadangan Pangan&#13;
&#13;
Selain itu Komisi IV DPR RI, juga melakukan diskusi dengan pemangku kepentingan yang terkait dengan pangan untuk mengevaluasi penyerapan gabah dan beras dari petani lokal, guna mendukung target nasional sebesar 3 juta ton setara beras.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Titiek Soeharto, menekankan pentingnya kerja sama antara pusat dan daerah dalam menjamin ketersediaan pangan nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin memastikan bahwa BULOG dapat menjalankan perannya secara optimal, mulai dari serapan gabah hingga distribusi beras yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,&amp;quot; ujarnya di hadapan para pemangku kepentingan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Kunjungan Kerja&#13;
&#13;
Dalam kunjungan kerja saat Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024&amp;ndash;2025 kali ini, &amp;nbsp;Rombongan juga melakukan kunjungan ke Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Weh, yang memiliki luas daratan sekitar 1.197 hektare dan perairan mencapai 5.280 hektare.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebanyak 14 anggota Komisi IV turut serta dalam kegiatan ini &amp;nbsp;seperti Rajiv, &amp;nbsp;I Ketut Suwendra, Agus Ambo Djiwa, Dadang M. Naser, Darori Wonodipuro, H. T.A. Khalid, Usman Husin, Rina Sa&amp;rsquo;adah, H. Slamet, Riyono, dan Bambang Purwanto.&#13;
&#13;
Salah satu agenda penting dari kunjungan ini adalah diskusi terbuka yang dilangsungkan di kawasan Tugu Kilometer Nol (TKN), &amp;nbsp;yang membahas strategi pemanfaatan kawasan konservasi sebagai destinasi wisata yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam diskusi ini, Komisi IV menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga kelestarian alam serta mendorong pariwisata hijau yang berorientasi pada konservasi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi meminta pembangunan kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) Ie Meulee, Sabang dipercepat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pimpinan komisi yang akrab disapa Titiek Soeharto ini, menjelaskan pembangunan &amp;nbsp;SKPT harus dipacu karena telah mendapat bantuan luar negeri dan jangan penyelewengan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harus kita pacu lagi padahal ini dapat bantuan hibah dari Jepang, saya tadi tekankan kalau dapat bantuan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya jangan dikorupsi atau diselewengkan,&amp;rdquo; tegas Titiek, Minggu (13/4/2025).&#13;
&#13;
1. Solusi Pembangunan&#13;
&#13;
Dia memastikan Komisi IV akan mencari tahu penyebab terlambatnya penyelesaian SKPT, agar segera bisa segera tuntas dan dimanfaatkan nelayan&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin tahu masalah sebenarnya, semoga bisa dicarikan solusinya sehingga bisa segera selesai dan bisa digunakan para nelayan,&amp;rdquo; ungkap dia.&#13;
&#13;
Titiek bersama anggota Komisi IV DPR RI secara khusus meninjau Gudang BULOG Siron di Banda Aceh, yang menjadi salah satu sentra penyimpanan pangan strategis di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
2. Cadangan Pangan&#13;
&#13;
Selain itu Komisi IV DPR RI, juga melakukan diskusi dengan pemangku kepentingan yang terkait dengan pangan untuk mengevaluasi penyerapan gabah dan beras dari petani lokal, guna mendukung target nasional sebesar 3 juta ton setara beras.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Titiek Soeharto, menekankan pentingnya kerja sama antara pusat dan daerah dalam menjamin ketersediaan pangan nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin memastikan bahwa BULOG dapat menjalankan perannya secara optimal, mulai dari serapan gabah hingga distribusi beras yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,&amp;quot; ujarnya di hadapan para pemangku kepentingan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Kunjungan Kerja&#13;
&#13;
Dalam kunjungan kerja saat Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024&amp;ndash;2025 kali ini, &amp;nbsp;Rombongan juga melakukan kunjungan ke Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Weh, yang memiliki luas daratan sekitar 1.197 hektare dan perairan mencapai 5.280 hektare.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebanyak 14 anggota Komisi IV turut serta dalam kegiatan ini &amp;nbsp;seperti Rajiv, &amp;nbsp;I Ketut Suwendra, Agus Ambo Djiwa, Dadang M. Naser, Darori Wonodipuro, H. T.A. Khalid, Usman Husin, Rina Sa&amp;rsquo;adah, H. Slamet, Riyono, dan Bambang Purwanto.&#13;
&#13;
Salah satu agenda penting dari kunjungan ini adalah diskusi terbuka yang dilangsungkan di kawasan Tugu Kilometer Nol (TKN), &amp;nbsp;yang membahas strategi pemanfaatan kawasan konservasi sebagai destinasi wisata yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam diskusi ini, Komisi IV menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga kelestarian alam serta mendorong pariwisata hijau yang berorientasi pada konservasi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
