<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Tertekan Pembatasan Ekspor ke China, Saham&amp;nbsp;Nvidia Anjlok 6%</title><description>- Bursa saham AS, Wall Street dibuka menurun pada perdagangan Rabu waktu setempat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/16/278/3131461/wall-street-tertekan-pembatasan-ekspor-ke-china-saham-nbsp-nvidia-anjlok-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/16/278/3131461/wall-street-tertekan-pembatasan-ekspor-ke-china-saham-nbsp-nvidia-anjlok-6"/><item><title>Wall Street Tertekan Pembatasan Ekspor ke China, Saham&amp;nbsp;Nvidia Anjlok 6%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/16/278/3131461/wall-street-tertekan-pembatasan-ekspor-ke-china-saham-nbsp-nvidia-anjlok-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/16/278/3131461/wall-street-tertekan-pembatasan-ekspor-ke-china-saham-nbsp-nvidia-anjlok-6</guid><pubDate>Rabu 16 April 2025 22:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/16/278/3131461/tarif_impor_as-UaPL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Tertekan Pembatasan Ekspor ke China, Saham&amp;nbsp;Nvidia Anjlok 6% (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/16/278/3131461/tarif_impor_as-UaPL_large.jpg</image><title>Wall Street Tertekan Pembatasan Ekspor ke China, Saham&amp;nbsp;Nvidia Anjlok 6% (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street dibuka menurun pada perdagangan Rabu waktu setempat. Pasar saham terseret sektor teknologi setelah Nvidia mengungkap kerugian besar akibat pembatasan ekspor ke China.&#13;
&#13;
Penurunan ini tetap terjadi meski data penjualan ritel AS mencatat lonjakan signifikan pada Maret 2025.&#13;
&#13;
Dow Jones Industrial Average turun 0,3%, S&amp;amp;P 500 terkoreksi 0,9%, sementara Nasdaq Composite melemah lebih dalam, merosot 295 poin atau 1,7%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saham Nvidia (NVDA) anjlok lebih dari 6%, setelah perusahaan berpotensi menanggung beban sebesar USD5,5 miliar sebagai imbas dari keputusan Departemen Perdagangan AS yang membatasi ekspor chip AI H20 ke pasar China.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sedianya produsen chip tersebut sebelumnya menjadi satu-satunya yang diizinkan untuk diekspor di bawah kebijakan pembatasan yang ditetapkan oleh Pemerintahan Joe Biden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembatasan ini berdampak signifikan bagi kami, terutama mengingat pentingnya pasar China dalam penyerapan teknologi AI,&amp;rdquo; tulis Nvidia dalam pernyataan resminya, dilansir Investing, Rabu (16/4/2025).&#13;
&#13;
Sentimen negatif ini turut menyeret saham emiten chip lainnya seperti Intel (INTC), AMD (AMD), dan Broadcom (AVGO), serta pemasok utama Nvidia, yaitu TSMC (TSM), yang juga mencatat penurunan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara fundamental, investor mencerna data penjualan eceran atau ritel AS yang meningkat tajam sebesar 1,4 persen pada Maret 2025, melesat dari kenaikan 0,2 persen pada Februari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lonjakan ini ditopang oleh meningkatnya pembelian kendaraan bermotor, yang diduga akibat kekhawatiran konsumen terhadap pemberlakuan tarif impor.&#13;
&#13;
Investor juga menanti pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell. Powell sebelumnya menyebut bank sentral masih dalam mode &amp;ldquo;wait and see&amp;rdquo; menghadapi situasi ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan dan dampaknya terhadap perekonomian.&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
Dinar Fitra Maghiszha&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street dibuka menurun pada perdagangan Rabu waktu setempat. Pasar saham terseret sektor teknologi setelah Nvidia mengungkap kerugian besar akibat pembatasan ekspor ke China.&#13;
&#13;
Penurunan ini tetap terjadi meski data penjualan ritel AS mencatat lonjakan signifikan pada Maret 2025.&#13;
&#13;
Dow Jones Industrial Average turun 0,3%, S&amp;amp;P 500 terkoreksi 0,9%, sementara Nasdaq Composite melemah lebih dalam, merosot 295 poin atau 1,7%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saham Nvidia (NVDA) anjlok lebih dari 6%, setelah perusahaan berpotensi menanggung beban sebesar USD5,5 miliar sebagai imbas dari keputusan Departemen Perdagangan AS yang membatasi ekspor chip AI H20 ke pasar China.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sedianya produsen chip tersebut sebelumnya menjadi satu-satunya yang diizinkan untuk diekspor di bawah kebijakan pembatasan yang ditetapkan oleh Pemerintahan Joe Biden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembatasan ini berdampak signifikan bagi kami, terutama mengingat pentingnya pasar China dalam penyerapan teknologi AI,&amp;rdquo; tulis Nvidia dalam pernyataan resminya, dilansir Investing, Rabu (16/4/2025).&#13;
&#13;
Sentimen negatif ini turut menyeret saham emiten chip lainnya seperti Intel (INTC), AMD (AMD), dan Broadcom (AVGO), serta pemasok utama Nvidia, yaitu TSMC (TSM), yang juga mencatat penurunan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara fundamental, investor mencerna data penjualan eceran atau ritel AS yang meningkat tajam sebesar 1,4 persen pada Maret 2025, melesat dari kenaikan 0,2 persen pada Februari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lonjakan ini ditopang oleh meningkatnya pembelian kendaraan bermotor, yang diduga akibat kekhawatiran konsumen terhadap pemberlakuan tarif impor.&#13;
&#13;
Investor juga menanti pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell. Powell sebelumnya menyebut bank sentral masih dalam mode &amp;ldquo;wait and see&amp;rdquo; menghadapi situasi ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan dan dampaknya terhadap perekonomian.&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
Dinar Fitra Maghiszha&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
