<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>60 Hari Menuju Kesepakatan Tarif RI - AS, Investor Bisa Bernapas Lega?</title><description>Potensi rampungnya kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam waktu 60 hari.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/20/320/3132252/60-hari-menuju-kesepakatan-tarif-ri-as-investor-bisa-bernapas-lega</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/20/320/3132252/60-hari-menuju-kesepakatan-tarif-ri-as-investor-bisa-bernapas-lega"/><item><title>60 Hari Menuju Kesepakatan Tarif RI - AS, Investor Bisa Bernapas Lega?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/20/320/3132252/60-hari-menuju-kesepakatan-tarif-ri-as-investor-bisa-bernapas-lega</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/20/320/3132252/60-hari-menuju-kesepakatan-tarif-ri-as-investor-bisa-bernapas-lega</guid><pubDate>Minggu 20 April 2025 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/20/320/3132252/tarif_barang_impor-qAsQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tarif Barang Impor AS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/20/320/3132252/tarif_barang_impor-qAsQ_large.jpg</image><title>Tarif Barang Impor AS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Potensi rampungnya kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam waktu 60 hari ke depan dinilai bisa menjadi katalis positif bagi bursa saham.&#13;
&#13;
Hal ini memandang langkah ini dapat memberi kepastian arah kebijakan yang dinantikan pelaku pasar pasca-libur panjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kabar ini (kesepakatan RI-AS dalam waktu 60 hari) seharusnya menjadi berita positif bagi investor, dan dapat memberikan keuntungan bagi indeks setelah libur panjang karena Jumat Agung setelah pasar kembali pada Senin,&amp;rdquo; kata Head of Research NHKSI, Ezaridho Ibnutama, Minggu (20/4/2025).&#13;
&#13;
1. Progres Negosiasi&#13;
&#13;
Eza menilai progres negosiasi bilateral tersebut juga membuka peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang akhir pekan ini berakhir menguat 0,6 persen ke 6.438.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investor dapat bernapas lega untuk saat ini,&amp;rdquo; kata Eza.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Ditargetkan Selesai 60 Hari&#13;
&#13;
Pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan bahwa negosiasi dengan pemerintah AS ditargetkan selesai dalam 60 hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Percepatan ini dinilai sebagai langkah mengamankan akses perdagangan sebelum masa pelonggaran tarif selama 90 hari berakhir di masing-masing negara.&#13;
&#13;
NHKSI mencatat langkah cepat Indonesia ini sejalan dengan upaya sejumlah negara untuk menghindari dampak lanjutan dari kebijakan tarif baru yang diberlakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Negara yang tidak memiliki kesepakatan bilateral dinilai berisiko terkena tarif tinggi, seperti yang saat ini terjadi pada China.&#13;
&#13;
Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas menilai pasar masih &amp;lsquo;wait and see&amp;rsquo; terhadap ketidakpastian perdagangan global, khususnya negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat yang belum usai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;IHSG diperkirakan masih melanjutkan fase konsolidasi dalam rentang 6.400-6.500 pada Senin (21/4),&amp;rdquo; tulis Phintraco dalam risetnya&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Potensi rampungnya kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam waktu 60 hari ke depan dinilai bisa menjadi katalis positif bagi bursa saham.&#13;
&#13;
Hal ini memandang langkah ini dapat memberi kepastian arah kebijakan yang dinantikan pelaku pasar pasca-libur panjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kabar ini (kesepakatan RI-AS dalam waktu 60 hari) seharusnya menjadi berita positif bagi investor, dan dapat memberikan keuntungan bagi indeks setelah libur panjang karena Jumat Agung setelah pasar kembali pada Senin,&amp;rdquo; kata Head of Research NHKSI, Ezaridho Ibnutama, Minggu (20/4/2025).&#13;
&#13;
1. Progres Negosiasi&#13;
&#13;
Eza menilai progres negosiasi bilateral tersebut juga membuka peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang akhir pekan ini berakhir menguat 0,6 persen ke 6.438.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investor dapat bernapas lega untuk saat ini,&amp;rdquo; kata Eza.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Ditargetkan Selesai 60 Hari&#13;
&#13;
Pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan bahwa negosiasi dengan pemerintah AS ditargetkan selesai dalam 60 hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Percepatan ini dinilai sebagai langkah mengamankan akses perdagangan sebelum masa pelonggaran tarif selama 90 hari berakhir di masing-masing negara.&#13;
&#13;
NHKSI mencatat langkah cepat Indonesia ini sejalan dengan upaya sejumlah negara untuk menghindari dampak lanjutan dari kebijakan tarif baru yang diberlakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Negara yang tidak memiliki kesepakatan bilateral dinilai berisiko terkena tarif tinggi, seperti yang saat ini terjadi pada China.&#13;
&#13;
Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas menilai pasar masih &amp;lsquo;wait and see&amp;rsquo; terhadap ketidakpastian perdagangan global, khususnya negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat yang belum usai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;IHSG diperkirakan masih melanjutkan fase konsolidasi dalam rentang 6.400-6.500 pada Senin (21/4),&amp;rdquo; tulis Phintraco dalam risetnya&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
