<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Pelabuhan Tanjung Priok Overload dan Macet</title><description>Pelindo membatasi sementara jumlah kontainer yang masuk dan keluar Pelabuhan Tanjung Priok.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/21/320/3132239/5-fakta-pelabuhan-tanjung-priok-overload-dan-macet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/21/320/3132239/5-fakta-pelabuhan-tanjung-priok-overload-dan-macet"/><item><title>5 Fakta Pelabuhan Tanjung Priok Overload dan Macet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/21/320/3132239/5-fakta-pelabuhan-tanjung-priok-overload-dan-macet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/21/320/3132239/5-fakta-pelabuhan-tanjung-priok-overload-dan-macet</guid><pubDate>Senin 21 April 2025 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/20/320/3132239/kemacetan_tanjung_priok-UqKQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemacetan Tanjung Priok (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/20/320/3132239/kemacetan_tanjung_priok-UqKQ_large.jpg</image><title>Kemacetan Tanjung Priok (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pelindo membatasi sementara jumlah kontainer yang masuk dan keluar Pelabuhan Tanjung Priok hingga kondisi kembali normal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk sementara, kami memutuskan membatasi jumlah kontainer yang akan masuk dan keluar sampai dengan situasi normal,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta Pelabuhan Tanjung Priok kelebihan muatan dan kemacetan yang dirangkum Okezone, Senin (21/4/2025):&#13;
&#13;
1. Pelindo Batasi Jumlah Kontainer dan Operasional Kapal&#13;
&#13;
Selain melakukan pertolongan jumlah kontainer, Pelindo juga menghentikan sementara operasi kapal.&#13;
&#13;
Penghentian operasi kapal bertujuan agar terminal fokus melayani operasional lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika di terminal NPCT1 masih penuh maka disimpan untuk digeser ke terminal lain,&amp;rdquo; kata Arif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Penyebab Kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menyampaikan, penyebab utama kemacetan adalah meningkatnya jumlah kendaraan yang akan mengambil dan mengirim peti kemas.&#13;
&#13;
Peningkatan terjadi khususnya di terminal New Priok Container Terminal One (NPCT1), yang biasanya hanya 2.500 truk, kini mencapai lebih dari 4.000 truk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini disebabkan setelah Lebaran, juga hari libur panjang,&amp;rdquo; katanya lagi.&#13;
&#13;
3. Kondisi Terkini Pelabuhan Tanjung Priok&#13;
&#13;
Arif juga memastikan tidak ada sistem error atau rusak di gerbang (gerbang) masuk kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, meski terjadi kemacetan panjang di luar kawasan itu.&#13;
&#13;
Kondisi terkini katanya lagi, arus kendaraan sudah mulai lancar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejak kemarin kami pantau dan arus sudah mulai lancar,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
4. Penumpukan Kontainer&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Martha Catur menyatakan pengiriman barang di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Priok menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Yos Sudarso hingga ke Cilincing, Jakarta Utara.&#13;
&#13;
5. Liburan Panjang&#13;
&#13;
Ia mengatakan kalau ini diperkirakan terjadi karena Jumat (18/4/2025) libur, sehingga Kamis ini menjadi hari terakhir pengangkutan dengan jumlah peti kemas yang diangkut cukup banyak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada 4.000 unit yang ada di kawasan ini dan ini jumlahnya di luar kapasitas,&amp;rdquo; kata dia pula.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pelindo membatasi sementara jumlah kontainer yang masuk dan keluar Pelabuhan Tanjung Priok hingga kondisi kembali normal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk sementara, kami memutuskan membatasi jumlah kontainer yang akan masuk dan keluar sampai dengan situasi normal,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta Pelabuhan Tanjung Priok kelebihan muatan dan kemacetan yang dirangkum Okezone, Senin (21/4/2025):&#13;
&#13;
1. Pelindo Batasi Jumlah Kontainer dan Operasional Kapal&#13;
&#13;
Selain melakukan pertolongan jumlah kontainer, Pelindo juga menghentikan sementara operasi kapal.&#13;
&#13;
Penghentian operasi kapal bertujuan agar terminal fokus melayani operasional lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika di terminal NPCT1 masih penuh maka disimpan untuk digeser ke terminal lain,&amp;rdquo; kata Arif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Penyebab Kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menyampaikan, penyebab utama kemacetan adalah meningkatnya jumlah kendaraan yang akan mengambil dan mengirim peti kemas.&#13;
&#13;
Peningkatan terjadi khususnya di terminal New Priok Container Terminal One (NPCT1), yang biasanya hanya 2.500 truk, kini mencapai lebih dari 4.000 truk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini disebabkan setelah Lebaran, juga hari libur panjang,&amp;rdquo; katanya lagi.&#13;
&#13;
3. Kondisi Terkini Pelabuhan Tanjung Priok&#13;
&#13;
Arif juga memastikan tidak ada sistem error atau rusak di gerbang (gerbang) masuk kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, meski terjadi kemacetan panjang di luar kawasan itu.&#13;
&#13;
Kondisi terkini katanya lagi, arus kendaraan sudah mulai lancar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejak kemarin kami pantau dan arus sudah mulai lancar,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
4. Penumpukan Kontainer&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Martha Catur menyatakan pengiriman barang di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Priok menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Yos Sudarso hingga ke Cilincing, Jakarta Utara.&#13;
&#13;
5. Liburan Panjang&#13;
&#13;
Ia mengatakan kalau ini diperkirakan terjadi karena Jumat (18/4/2025) libur, sehingga Kamis ini menjadi hari terakhir pengangkutan dengan jumlah peti kemas yang diangkut cukup banyak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada 4.000 unit yang ada di kawasan ini dan ini jumlahnya di luar kapasitas,&amp;rdquo; kata dia pula.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
