<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biaya Logistik RI Mahal Dibanding Malaysia dan Singapura</title><description>Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti tingginya biaya logistik di Indonesia yang dinilai menghambat daya saing pelaku usaha nasional&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/23/320/3133099/biaya-logistik-ri-mahal-dibanding-malaysia-dan-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/23/320/3133099/biaya-logistik-ri-mahal-dibanding-malaysia-dan-singapura"/><item><title>Biaya Logistik RI Mahal Dibanding Malaysia dan Singapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/23/320/3133099/biaya-logistik-ri-mahal-dibanding-malaysia-dan-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/23/320/3133099/biaya-logistik-ri-mahal-dibanding-malaysia-dan-singapura</guid><pubDate>Rabu 23 April 2025 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/23/320/3133099/biaya_logistik-iqy1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apindo menyoroti tingginya biaya logistik. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/23/320/3133099/biaya_logistik-iqy1_large.jpg</image><title>Apindo menyoroti tingginya biaya logistik. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti tingginya biaya logistik di Indonesia yang dinilai menghambat daya saing pelaku usaha nasional. Beban logistik domestik jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.&#13;
&#13;
1. Biaya Logistik RI Tinggi&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Logistik kita itu masih cukup tinggi dibandingkan dengan regional seperti Malaysia dan Singapura,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Apindo, Anika Faisal, dalam HSBC Summit 2025 di Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2025).&#13;
&#13;
Sebagai perbandingan, biaya logistik di Malaysia hanya berkisar 13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Biaya logistik kita sekitar 23% dari PDB, which is quite high,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Perbedaan ini menunjukkan adanya gap efisiensi yang signifikan, yang berdampak langsung terhadap harga barang, struktur biaya, dan margin usaha.&#13;
&#13;
2. Dampak Tingginya Biaya Logistik&#13;
&#13;
Menurut Apindo, tingginya biaya logistik tidak hanya membebani sektor manufaktur dan distribusi, tapi juga menjadi salah satu penghambat utama dalam menarik investasi baru, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.&#13;
&#13;
Anika menekankan perbaikan sektor logistik perlu menjadi prioritas kebijakan pemerintah, terutama untuk mendukung pertumbuhan industri nasional dan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global.&#13;
&#13;
Selain logistik, dia juga menyinggung isu lain seperti suku bunga yang masih cukup tinggi serta ketidakefisienan dalam proses perizinan usaha yang turut menekan iklim investasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Harapan Pengusaha&#13;
&#13;
Pengusaha berharap pemerintah dapat mengoptimalkan reformasi infrastruktur dan mempercepat integrasi sistem logistik nasional agar lebih efisien.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kolaborasi dengan swasta dalam hal ini juga dianggap penting untuk menciptakan ekosistem distribusi yang lebih kompetitif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Suku bunga kita memang masih cukup tinggi, Jadi cost of fund nya juga besar,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti tingginya biaya logistik di Indonesia yang dinilai menghambat daya saing pelaku usaha nasional. Beban logistik domestik jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.&#13;
&#13;
1. Biaya Logistik RI Tinggi&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Logistik kita itu masih cukup tinggi dibandingkan dengan regional seperti Malaysia dan Singapura,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Apindo, Anika Faisal, dalam HSBC Summit 2025 di Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2025).&#13;
&#13;
Sebagai perbandingan, biaya logistik di Malaysia hanya berkisar 13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Biaya logistik kita sekitar 23% dari PDB, which is quite high,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Perbedaan ini menunjukkan adanya gap efisiensi yang signifikan, yang berdampak langsung terhadap harga barang, struktur biaya, dan margin usaha.&#13;
&#13;
2. Dampak Tingginya Biaya Logistik&#13;
&#13;
Menurut Apindo, tingginya biaya logistik tidak hanya membebani sektor manufaktur dan distribusi, tapi juga menjadi salah satu penghambat utama dalam menarik investasi baru, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.&#13;
&#13;
Anika menekankan perbaikan sektor logistik perlu menjadi prioritas kebijakan pemerintah, terutama untuk mendukung pertumbuhan industri nasional dan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global.&#13;
&#13;
Selain logistik, dia juga menyinggung isu lain seperti suku bunga yang masih cukup tinggi serta ketidakefisienan dalam proses perizinan usaha yang turut menekan iklim investasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Harapan Pengusaha&#13;
&#13;
Pengusaha berharap pemerintah dapat mengoptimalkan reformasi infrastruktur dan mempercepat integrasi sistem logistik nasional agar lebih efisien.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kolaborasi dengan swasta dalam hal ini juga dianggap penting untuk menciptakan ekosistem distribusi yang lebih kompetitif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Suku bunga kita memang masih cukup tinggi, Jadi cost of fund nya juga besar,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
