<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Kritik soal QRIS, Ini Jawaban Menko Airlangga</title><description>Airlangga Hartarto buka suara mengenai kritik yang disampaikan Amerika Serikat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/25/320/3133700/as-kritik-soal-qris-ini-jawaban-menko-airlangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/25/320/3133700/as-kritik-soal-qris-ini-jawaban-menko-airlangga"/><item><title>AS Kritik soal QRIS, Ini Jawaban Menko Airlangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/25/320/3133700/as-kritik-soal-qris-ini-jawaban-menko-airlangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/25/320/3133700/as-kritik-soal-qris-ini-jawaban-menko-airlangga</guid><pubDate>Jum'at 25 April 2025 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/25/320/3133700/pembayaran_lewat_qris-p8dW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembayaran Lewat QRIS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/25/320/3133700/pembayaran_lewat_qris-p8dW_large.jpg</image><title>Pembayaran Lewat QRIS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara mengenai kritik yang disampaikan Amerika Serikat (AS) terkait sistem pembayaran QRIS dan GPN.&#13;
&#13;
1. Indonesia Terbuka&#13;
&#13;
Airlangga menyampaikan bahwa dalam hal ini Indonesia terbuka untuk para operator luar negeri termasuk Mastercard dan VISA. Untuk sektor kartu kredit Airlangga menyebut tidak ada perubahan, sementara untuk sektor gateway payment, para operator terbuka untuk masuk di dalam front end.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini sebetulnya masalahnya hanya penjelasan,&amp;rdquo; kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring pada Jumat (25/4/2025).&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Pemerintah AS menilai kebijakan ini memberi keunggulan bagi pelaku usaha dalam negeri dan membatasi ruang gerak perusahaan asing, termasuk dari AS. Di mana, AS melihat keberadaan QRIS dan GPN sebagai bentuk hambatan non-tarif yang dianggap merugikan pelaku usaha Amerika.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Respon BI&#13;
&#13;
Terkait hal ini, Bank Indonesia (BI) juga telah memberikan respons. BI menegaskan, kerja sama dalam sistem pembayaran antarnegara sangat bergantung pada kesiapan masing-masing pihak.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, BI tidak membeda-bedakan negara mana pun dalam kerja sama sistem pembayaran. Artinya, BI terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan negara mana pun, termasuk AS, apabila kedua pihak sama-sama sia&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara mengenai kritik yang disampaikan Amerika Serikat (AS) terkait sistem pembayaran QRIS dan GPN.&#13;
&#13;
1. Indonesia Terbuka&#13;
&#13;
Airlangga menyampaikan bahwa dalam hal ini Indonesia terbuka untuk para operator luar negeri termasuk Mastercard dan VISA. Untuk sektor kartu kredit Airlangga menyebut tidak ada perubahan, sementara untuk sektor gateway payment, para operator terbuka untuk masuk di dalam front end.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini sebetulnya masalahnya hanya penjelasan,&amp;rdquo; kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring pada Jumat (25/4/2025).&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Pemerintah AS menilai kebijakan ini memberi keunggulan bagi pelaku usaha dalam negeri dan membatasi ruang gerak perusahaan asing, termasuk dari AS. Di mana, AS melihat keberadaan QRIS dan GPN sebagai bentuk hambatan non-tarif yang dianggap merugikan pelaku usaha Amerika.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Respon BI&#13;
&#13;
Terkait hal ini, Bank Indonesia (BI) juga telah memberikan respons. BI menegaskan, kerja sama dalam sistem pembayaran antarnegara sangat bergantung pada kesiapan masing-masing pihak.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, BI tidak membeda-bedakan negara mana pun dalam kerja sama sistem pembayaran. Artinya, BI terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan negara mana pun, termasuk AS, apabila kedua pihak sama-sama sia&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
