<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Beredar di Indonesia Naik Tembus Rp9.436,4 Triliun pada Maret 2025</title><description>BI melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) naik pada Maret.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/25/622/3133623/uang-beredar-di-indonesia-naik-tembus-rp9-436-4-triliun-pada-maret-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/25/622/3133623/uang-beredar-di-indonesia-naik-tembus-rp9-436-4-triliun-pada-maret-2025"/><item><title>Uang Beredar di Indonesia Naik Tembus Rp9.436,4 Triliun pada Maret 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/25/622/3133623/uang-beredar-di-indonesia-naik-tembus-rp9-436-4-triliun-pada-maret-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/25/622/3133623/uang-beredar-di-indonesia-naik-tembus-rp9-436-4-triliun-pada-maret-2025</guid><pubDate>Jum'at 25 April 2025 06:33 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/25/622/3133623/uang-4SCk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perputaran Uang RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/25/622/3133623/uang-4SCk_large.jpg</image><title>Perputaran Uang RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) naik pada Maret 2025.&#13;
&#13;
1. Tumbuh Sebesar 6,1%&#13;
&#13;
Posisi M2 pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp9.436,4 triliun atau tumbuh sebesar 6,1%&amp;nbsp;(yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,2 persen (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,1 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 3,0 persen (yoy),&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Kamis (24/4/2025) malam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ramdan menjelaskan perkembangan M2 pada Maret 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyaluran kredit pada Maret 2025 tumbuh sebesar 8,7 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy),&amp;quot; ungkap Ramdan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kredit tersebut yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker&amp;#39;s Acceptances), dan Tagihan Repo.&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.&#13;
&#13;
2. Tagihan Bersih&#13;
&#13;
Tagihan bersih kepada Pemerintah pusat terkontraksi sebesar 8,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2025 sebesar 5,8 persen (yoy).&#13;
&#13;
Untuk aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 6,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,1 persen (yoy).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) naik pada Maret 2025.&#13;
&#13;
1. Tumbuh Sebesar 6,1%&#13;
&#13;
Posisi M2 pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp9.436,4 triliun atau tumbuh sebesar 6,1%&amp;nbsp;(yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,2 persen (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,1 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 3,0 persen (yoy),&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Kamis (24/4/2025) malam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ramdan menjelaskan perkembangan M2 pada Maret 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyaluran kredit pada Maret 2025 tumbuh sebesar 8,7 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy),&amp;quot; ungkap Ramdan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kredit tersebut yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker&amp;#39;s Acceptances), dan Tagihan Repo.&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.&#13;
&#13;
2. Tagihan Bersih&#13;
&#13;
Tagihan bersih kepada Pemerintah pusat terkontraksi sebesar 8,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2025 sebesar 5,8 persen (yoy).&#13;
&#13;
Untuk aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 6,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,1 persen (yoy).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
