<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Jadi Negosiator Tarif Impor AS, Inisiatif RI Cari Jalan Keluar</title><description>Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai koordinator negosiator tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/28/320/3134322/menko-airlangga-jadi-negosiator-tarif-impor-as-inisiatif-ri-cari-jalan-keluar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/04/28/320/3134322/menko-airlangga-jadi-negosiator-tarif-impor-as-inisiatif-ri-cari-jalan-keluar"/><item><title>Menko Airlangga Jadi Negosiator Tarif Impor AS, Inisiatif RI Cari Jalan Keluar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/04/28/320/3134322/menko-airlangga-jadi-negosiator-tarif-impor-as-inisiatif-ri-cari-jalan-keluar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/04/28/320/3134322/menko-airlangga-jadi-negosiator-tarif-impor-as-inisiatif-ri-cari-jalan-keluar</guid><pubDate>Senin 28 April 2025 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Beby Apriliani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/28/320/3134322/airlangga-HIyU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga Jadi Negosiator Tarif Impor AS, Inisiatif RI Cari Jalan Keluar (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/28/320/3134322/airlangga-HIyU_large.jpg</image><title>Menko Airlangga Jadi Negosiator Tarif Impor AS, Inisiatif RI Cari Jalan Keluar (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai koordinator negosiator tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).&#13;
&#13;
Langkah pemerintah mengutus Airlangga merupakan strategi diplomasi berbasis teknis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Proposal lima pilar yang disampaikan Airlangga menunjukkan bahwa pemerintah tidak menunggu diserang, tetapi berinisiatif menawarkan jalan keluar yang menguntungkan kedua belah pihak,&amp;rdquo; kata Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi, Senin (28/4/2025).&#13;
&#13;
1. Tarif Impor AS&#13;
&#13;
Syafruddin menuturkan tarif dagang AS merupakan sektor ekonomi yang membutuhkan sosok piawai di bidang ekonomi untuk melindungi kepentingan domestik maupun internasional.&#13;
&#13;
Ia menilai surat Menko Airlangga kepada Pemerintah AS menjadi langkah awal untuk negosiasi lanjutan yang saat ini tengah berlangsung di AS.&#13;
&#13;
Meski negosiasi menjadi strategi cerdas, namun, potensi bahaya konsesi berlebihan masih tetap ada. Ia menilai, prinsip negosiasi yang dilakukan tim negosiator di AS jangan sampai mengorbankan kemandirian industri strategis nasional.&#13;
&#13;
2. Strategi Pemerintah RI&#13;
&#13;
Ia menyarankan Airlangga agar tidak menggunakan deregulasi sebagai komoditas negosiasi tarif dengan AS.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ekonom Universitas Andalas itu menegaskan Airlangga dan utusan negosiator lainnya juga harus tetap menjaga ruang kebijakan nasional.&#13;
&#13;
Hal ini perlu dilakukan agar negosiasi tidak mereduksi prinsip kedaulatan dan keadilan sosial dalam pembangunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ke depan harus didasarkan pada prinsip Indonesia bukan objek reformasi global, tetapi subjek yang menentukan arah kepentingannya sendiri,&amp;rdquo; ujarnya, demikian dilansir dari Antara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Negosiasi Tarif Impor&#13;
&#13;
Diketahui, Menko Airlangga memimpin tim negosiator ke AS terkait tarif resiprokal yang akan ditetapkan Presiden Donald Trump.&#13;
&#13;
Airlangga mengaku Indonesia menjadi salah satu negara yang diterima Pemerintah AS di awal-awal sejak Trump mengumumkan kenaikan tarif impor.&#13;
&#13;
Pemerintah RI menawarkan proposal negosiasi agar Indonesia mendapatkan tarif yang adil. Proposal itu berisi lima kepentingan nasional.&#13;
&#13;
Pertama, kebutuhan energi nasional yang akan tetap membeli dari AS. Kedua, perjuangan pasar ekspor Indonesia ke AS agar mendapat tarif adil dan kompetitif dibandingkan kompetitor.&#13;
&#13;
Tiga, deregulasi untuk memberi kemudahan berusaha dalam negeri yang akan menciptakan lapangan pekerjaan. Keempat, mendapat nilai tambah dengan kerja sama rantai pasok (supply chain) industri strategis dan mineral kritis (critical mineral).&#13;
&#13;
Terakhir, akses teknologi di berbagai bidang, seperti kesehatan pertanian energi baru terbarukan. Menko Perekonomian mengatakan, proposal itu sudah diterima dan diapresiasi Pemerintah AS.&#13;
&#13;
Ia mengaku proposal dibuat berdasarkan masukan dari berbagai pihak, seperti pengusaha, asosiasi bisnis, dan para pemangku kepentingan di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia akan melakukan pendekatan dan konsultasi internal dengan para pemangku kepentingan di dalam negeri ataupun komunikasi dengan pihak Amerika untuk melanjutkan proses negosiasi di tingkat teknis,&amp;rdquo; tegas Airlangga.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai koordinator negosiator tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).&#13;
&#13;
Langkah pemerintah mengutus Airlangga merupakan strategi diplomasi berbasis teknis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Proposal lima pilar yang disampaikan Airlangga menunjukkan bahwa pemerintah tidak menunggu diserang, tetapi berinisiatif menawarkan jalan keluar yang menguntungkan kedua belah pihak,&amp;rdquo; kata Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi, Senin (28/4/2025).&#13;
&#13;
1. Tarif Impor AS&#13;
&#13;
Syafruddin menuturkan tarif dagang AS merupakan sektor ekonomi yang membutuhkan sosok piawai di bidang ekonomi untuk melindungi kepentingan domestik maupun internasional.&#13;
&#13;
Ia menilai surat Menko Airlangga kepada Pemerintah AS menjadi langkah awal untuk negosiasi lanjutan yang saat ini tengah berlangsung di AS.&#13;
&#13;
Meski negosiasi menjadi strategi cerdas, namun, potensi bahaya konsesi berlebihan masih tetap ada. Ia menilai, prinsip negosiasi yang dilakukan tim negosiator di AS jangan sampai mengorbankan kemandirian industri strategis nasional.&#13;
&#13;
2. Strategi Pemerintah RI&#13;
&#13;
Ia menyarankan Airlangga agar tidak menggunakan deregulasi sebagai komoditas negosiasi tarif dengan AS.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ekonom Universitas Andalas itu menegaskan Airlangga dan utusan negosiator lainnya juga harus tetap menjaga ruang kebijakan nasional.&#13;
&#13;
Hal ini perlu dilakukan agar negosiasi tidak mereduksi prinsip kedaulatan dan keadilan sosial dalam pembangunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ke depan harus didasarkan pada prinsip Indonesia bukan objek reformasi global, tetapi subjek yang menentukan arah kepentingannya sendiri,&amp;rdquo; ujarnya, demikian dilansir dari Antara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Negosiasi Tarif Impor&#13;
&#13;
Diketahui, Menko Airlangga memimpin tim negosiator ke AS terkait tarif resiprokal yang akan ditetapkan Presiden Donald Trump.&#13;
&#13;
Airlangga mengaku Indonesia menjadi salah satu negara yang diterima Pemerintah AS di awal-awal sejak Trump mengumumkan kenaikan tarif impor.&#13;
&#13;
Pemerintah RI menawarkan proposal negosiasi agar Indonesia mendapatkan tarif yang adil. Proposal itu berisi lima kepentingan nasional.&#13;
&#13;
Pertama, kebutuhan energi nasional yang akan tetap membeli dari AS. Kedua, perjuangan pasar ekspor Indonesia ke AS agar mendapat tarif adil dan kompetitif dibandingkan kompetitor.&#13;
&#13;
Tiga, deregulasi untuk memberi kemudahan berusaha dalam negeri yang akan menciptakan lapangan pekerjaan. Keempat, mendapat nilai tambah dengan kerja sama rantai pasok (supply chain) industri strategis dan mineral kritis (critical mineral).&#13;
&#13;
Terakhir, akses teknologi di berbagai bidang, seperti kesehatan pertanian energi baru terbarukan. Menko Perekonomian mengatakan, proposal itu sudah diterima dan diapresiasi Pemerintah AS.&#13;
&#13;
Ia mengaku proposal dibuat berdasarkan masukan dari berbagai pihak, seperti pengusaha, asosiasi bisnis, dan para pemangku kepentingan di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia akan melakukan pendekatan dan konsultasi internal dengan para pemangku kepentingan di dalam negeri ataupun komunikasi dengan pihak Amerika untuk melanjutkan proses negosiasi di tingkat teknis,&amp;rdquo; tegas Airlangga.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
