<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astra International (ASII) Catat Laba Rp6,93 Triliun di Kuartal I-2025, Turun 7%</title><description>PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,93 triliun pada kuartal I-2025&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/01/278/3135282/astra-international-asii-catat-laba-rp6-93-triliun-di-kuartal-i-2025-turun-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/01/278/3135282/astra-international-asii-catat-laba-rp6-93-triliun-di-kuartal-i-2025-turun-7"/><item><title>Astra International (ASII) Catat Laba Rp6,93 Triliun di Kuartal I-2025, Turun 7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/01/278/3135282/astra-international-asii-catat-laba-rp6-93-triliun-di-kuartal-i-2025-turun-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/01/278/3135282/astra-international-asii-catat-laba-rp6-93-triliun-di-kuartal-i-2025-turun-7</guid><pubDate>Kamis 01 Mei 2025 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/01/278/3135282/astra-FnVz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,93 triliun. (Foto: Okezone.com/Astra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/01/278/3135282/astra-FnVz_large.jpg</image><title>PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,93 triliun. (Foto: Okezone.com/Astra)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,93 triliun pada kuartal I-2025, turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp7,46 triliun.&#13;
&#13;
Jika tidak memperhitungkan penyesuaian nilai wajar atas investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (Hermina), laba bersih grup tercatat sebesar Rp7,38 triliun, atau turun 9% dari sebelumnya Rp8,12 triliun pada kuartal I-2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penurunan kinerja ini terutama merefleksikan kinerja yang melemah dari lini bisnis batu bara,&amp;rdquo; ujar Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, Kamis (1/5/2025).&#13;
&#13;
Kinerja Lini Bisnis&#13;
&#13;
Djony menjelaskan, penurunan laba bersih grup mencerminkan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih serta harga batu bara yang mengalami penurunan signifikan dari level tertingginya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meskipun terjadi penurunan pada bisnis otomotif dan batu bara, kinerja tersebut sebagian diimbangi oleh pertumbuhan di lini bisnis lainnya,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Berikut rincian kinerja dari masing-masing lini usaha Astra:&#13;
&#13;
Otomotif dan Mobilitas:&#13;
&#13;
Laba bersih turun 4% menjadi Rp2,7 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan akibat pelemahan pasar otomotif nasional.&#13;
&#13;
Jasa Keuangan:&#13;
&#13;
Laba naik 3% menjadi Rp2,1 triliun, didorong oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen seiring dengan naiknya portofolio pembiayaan.&#13;
&#13;
Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi &amp;amp; Energi (melalui PT United Tractors Tbk/UNTR, 59,5% saham dimiliki Astra):&#13;
&#13;
Laba turun 30% menjadi Rp2 triliun, akibat melemahnya bisnis batu bara dan jasa penambangan, meskipun ada kontribusi positif dari bisnis pertambangan emas dan penjualan alat berat.&#13;
&#13;
Agribisnis (melalui PT Astra Agro Lestari Tbk/AALI, 79,7% saham dimiliki Astra):&#13;
&#13;
Laba naik 20% menjadi Rp221 miliar, berkat kenaikan harga jual dan efisiensi operasional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Infrastruktur:&#13;
&#13;
Laba meningkat 54% menjadi Rp260 miliar, didorong oleh peningkatan volume lalu lintas dan tarif jalan tol yang lebih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Grup mencatat peningkatan pendapatan harian sebesar 12% dari 396 km jalan tol yang telah beroperasi, termasuk ruas Trans-Jawa dan lingkar luar Jakarta,&amp;rdquo; ungkap Djony.&#13;
&#13;
Teknologi Informasi (melalui PT Astra Graphia Tbk/ASGR, 76,9% saham dimiliki Astra):&#13;
&#13;
Laba naik 64% menjadi Rp36 miliar, ditopang oleh pendapatan dari solusi TI dan peningkatan margin usaha.&#13;
&#13;
Properti:&#13;
&#13;
Laba meningkat 4% menjadi Rp47 miliar, terutama karena naiknya tingkat hunian di Menara Astra.&#13;
&#13;
Outlook Perusahaan&#13;
&#13;
Ke depan, Astra International akan terus memantau perkembangan kondisi makroekonomi sambil menjaga disiplin keuangan dan efisiensi operasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Didukung oleh neraca keuangan yang kuat, portofolio bisnis grup yang terdiversifikasi berada dalam posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang,&amp;rdquo; tutup Djony.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,93 triliun pada kuartal I-2025, turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp7,46 triliun.&#13;
&#13;
Jika tidak memperhitungkan penyesuaian nilai wajar atas investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (Hermina), laba bersih grup tercatat sebesar Rp7,38 triliun, atau turun 9% dari sebelumnya Rp8,12 triliun pada kuartal I-2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penurunan kinerja ini terutama merefleksikan kinerja yang melemah dari lini bisnis batu bara,&amp;rdquo; ujar Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, Kamis (1/5/2025).&#13;
&#13;
Kinerja Lini Bisnis&#13;
&#13;
Djony menjelaskan, penurunan laba bersih grup mencerminkan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih serta harga batu bara yang mengalami penurunan signifikan dari level tertingginya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meskipun terjadi penurunan pada bisnis otomotif dan batu bara, kinerja tersebut sebagian diimbangi oleh pertumbuhan di lini bisnis lainnya,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Berikut rincian kinerja dari masing-masing lini usaha Astra:&#13;
&#13;
Otomotif dan Mobilitas:&#13;
&#13;
Laba bersih turun 4% menjadi Rp2,7 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan akibat pelemahan pasar otomotif nasional.&#13;
&#13;
Jasa Keuangan:&#13;
&#13;
Laba naik 3% menjadi Rp2,1 triliun, didorong oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen seiring dengan naiknya portofolio pembiayaan.&#13;
&#13;
Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi &amp;amp; Energi (melalui PT United Tractors Tbk/UNTR, 59,5% saham dimiliki Astra):&#13;
&#13;
Laba turun 30% menjadi Rp2 triliun, akibat melemahnya bisnis batu bara dan jasa penambangan, meskipun ada kontribusi positif dari bisnis pertambangan emas dan penjualan alat berat.&#13;
&#13;
Agribisnis (melalui PT Astra Agro Lestari Tbk/AALI, 79,7% saham dimiliki Astra):&#13;
&#13;
Laba naik 20% menjadi Rp221 miliar, berkat kenaikan harga jual dan efisiensi operasional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Infrastruktur:&#13;
&#13;
Laba meningkat 54% menjadi Rp260 miliar, didorong oleh peningkatan volume lalu lintas dan tarif jalan tol yang lebih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Grup mencatat peningkatan pendapatan harian sebesar 12% dari 396 km jalan tol yang telah beroperasi, termasuk ruas Trans-Jawa dan lingkar luar Jakarta,&amp;rdquo; ungkap Djony.&#13;
&#13;
Teknologi Informasi (melalui PT Astra Graphia Tbk/ASGR, 76,9% saham dimiliki Astra):&#13;
&#13;
Laba naik 64% menjadi Rp36 miliar, ditopang oleh pendapatan dari solusi TI dan peningkatan margin usaha.&#13;
&#13;
Properti:&#13;
&#13;
Laba meningkat 4% menjadi Rp47 miliar, terutama karena naiknya tingkat hunian di Menara Astra.&#13;
&#13;
Outlook Perusahaan&#13;
&#13;
Ke depan, Astra International akan terus memantau perkembangan kondisi makroekonomi sambil menjaga disiplin keuangan dan efisiensi operasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Didukung oleh neraca keuangan yang kuat, portofolio bisnis grup yang terdiversifikasi berada dalam posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang,&amp;rdquo; tutup Djony.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
