<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bansos PKH hingga Sembako Cair Rp38,9 Triliun, Ini Daftar Penerimanya</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga 31 Maret 2025 telah mencapai Rp38,9 triliun&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/01/320/3135324/bansos-pkh-hingga-sembako-cair-rp38-9-triliun-ini-daftar-penerimanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/01/320/3135324/bansos-pkh-hingga-sembako-cair-rp38-9-triliun-ini-daftar-penerimanya"/><item><title>Bansos PKH hingga Sembako Cair Rp38,9 Triliun, Ini Daftar Penerimanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/01/320/3135324/bansos-pkh-hingga-sembako-cair-rp38-9-triliun-ini-daftar-penerimanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/01/320/3135324/bansos-pkh-hingga-sembako-cair-rp38-9-triliun-ini-daftar-penerimanya</guid><pubDate>Kamis 01 Mei 2025 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/01/320/3135324/bansos-x3od_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga 31 Maret 2025 telah mencapai Rp38,9 triliun. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/01/320/3135324/bansos-x3od_large.jpg</image><title>Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga 31 Maret 2025 telah mencapai Rp38,9 triliun. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga 31 Maret 2025 telah mencapai Rp38,9 triliun, atau sekitar 28,8% dari anggaran yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belanja bantuan sosial hingga akhir Maret telah dibelanjakan Rp38,9 triliun, yang merupakan 28,8% dari APBN,&amp;rdquo; kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/5/2025).&#13;
&#13;
Pada Februari 2025, total belanja bansos tercatat sebesar Rp25,9 triliun, sehingga realisasi pada Maret 2025 tercatat meningkat sebesar Rp13 triliun.&#13;
&#13;
Adapun distribusi bantuan tersebut mencakup beberapa program utama:&#13;
&#13;
- Program Keluarga Harapan (PKH): Rp7,3 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).&#13;
&#13;
- Kartu Sembako: Rp11 triliun untuk 18,3 juta KPM.&#13;
&#13;
- Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN): Rp11,6 triliun untuk 96,7 juta jiwa.&#13;
&#13;
- Program Indonesia Pintar (PIP): Rp1,5 triliun untuk 2,8 juta pelajar.&#13;
&#13;
- Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah: Rp6,7 triliun untuk 794 ribu mahasiswa.&#13;
&#13;
- Asistensi Sosial: Rp800 miliar untuk bantuan sosial bagi lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan korban bencana.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh realisasi belanja bantuan sosial ini telah disalurkan tepat waktu dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,&amp;quot; ujar Suahasil.&#13;
&#13;
Sementara itu, total belanja negara melalui pemerintah pusat mencapai Rp413,2 triliun, atau 15,3% dari target, dengan rincian:&#13;
&#13;
- Rp196,1 triliun melalui belanja kementerian/lembaga (K/L) (16,9% dari pagu).&#13;
&#13;
- Rp217,1 triliun melalui belanja non-K/L (14,1% dari pagu).&#13;
&#13;
- Belanja transfer ke daerah tercatat sebesar Rp207,1 triliun, atau 22,5% dari target.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, penerimaan negara dari sektor perpajakan tercatat mencapai Rp400,1 triliun (16,1% dari target), dengan rincian:&#13;
&#13;
- Rp322,6 triliun dari penerimaan pajak (14,7% dari target).&#13;
&#13;
- Rp77,5 triliun dari kepabeanan dan cukai (25,7% dari target).&#13;
&#13;
Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp115,9 triliun (22,6% dari target).&#13;
&#13;
Dengan demikian, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp104,2 triliun, atau 0,43% dari Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga 31 Maret 2025 telah mencapai Rp38,9 triliun, atau sekitar 28,8% dari anggaran yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belanja bantuan sosial hingga akhir Maret telah dibelanjakan Rp38,9 triliun, yang merupakan 28,8% dari APBN,&amp;rdquo; kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/5/2025).&#13;
&#13;
Pada Februari 2025, total belanja bansos tercatat sebesar Rp25,9 triliun, sehingga realisasi pada Maret 2025 tercatat meningkat sebesar Rp13 triliun.&#13;
&#13;
Adapun distribusi bantuan tersebut mencakup beberapa program utama:&#13;
&#13;
- Program Keluarga Harapan (PKH): Rp7,3 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).&#13;
&#13;
- Kartu Sembako: Rp11 triliun untuk 18,3 juta KPM.&#13;
&#13;
- Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN): Rp11,6 triliun untuk 96,7 juta jiwa.&#13;
&#13;
- Program Indonesia Pintar (PIP): Rp1,5 triliun untuk 2,8 juta pelajar.&#13;
&#13;
- Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah: Rp6,7 triliun untuk 794 ribu mahasiswa.&#13;
&#13;
- Asistensi Sosial: Rp800 miliar untuk bantuan sosial bagi lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan korban bencana.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh realisasi belanja bantuan sosial ini telah disalurkan tepat waktu dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,&amp;quot; ujar Suahasil.&#13;
&#13;
Sementara itu, total belanja negara melalui pemerintah pusat mencapai Rp413,2 triliun, atau 15,3% dari target, dengan rincian:&#13;
&#13;
- Rp196,1 triliun melalui belanja kementerian/lembaga (K/L) (16,9% dari pagu).&#13;
&#13;
- Rp217,1 triliun melalui belanja non-K/L (14,1% dari pagu).&#13;
&#13;
- Belanja transfer ke daerah tercatat sebesar Rp207,1 triliun, atau 22,5% dari target.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, penerimaan negara dari sektor perpajakan tercatat mencapai Rp400,1 triliun (16,1% dari target), dengan rincian:&#13;
&#13;
- Rp322,6 triliun dari penerimaan pajak (14,7% dari target).&#13;
&#13;
- Rp77,5 triliun dari kepabeanan dan cukai (25,7% dari target).&#13;
&#13;
Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp115,9 triliun (22,6% dari target).&#13;
&#13;
Dengan demikian, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp104,2 triliun, atau 0,43% dari Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
