<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nilai Tukar Petani Turun 2,15% di April 2025, Perkebunan Rakyat Tertekan</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP)  pada April 2025 turun 2,15%&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/02/320/3135537/nilai-tukar-petani-turun-2-15-di-april-2025-perkebunan-rakyat-tertekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/02/320/3135537/nilai-tukar-petani-turun-2-15-di-april-2025-perkebunan-rakyat-tertekan"/><item><title>Nilai Tukar Petani Turun 2,15% di April 2025, Perkebunan Rakyat Tertekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/02/320/3135537/nilai-tukar-petani-turun-2-15-di-april-2025-perkebunan-rakyat-tertekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/02/320/3135537/nilai-tukar-petani-turun-2-15-di-april-2025-perkebunan-rakyat-tertekan</guid><pubDate>Jum'at 02 Mei 2025 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/02/320/3135537/petani-tkGi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai Tukar Petani Menurun. (Foto: Okezone.com/Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/02/320/3135537/petani-tkGi_large.jpg</image><title>Nilai Tukar Petani Menurun. (Foto: Okezone.com/Kementan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP)&amp;nbsp; pada April 2025 turun 2,15% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 121,60.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,35%, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik lebih tinggi, yaitu 3,57%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang dominan memengaruhi penurunan It nasional antara lain kelapa sawit, gabah, karet, dan cabai rawit,&amp;rdquo; kata Pudji dalam rilis resmi BPS, Jumat (2/5/2025).&#13;
&#13;
1. Subsektor Perkebunan Rakyat Tekan NTP&#13;
&#13;
Subsektor yang mengalami penurunan NTP terdalam adalah tanaman perkebunan rakyat, dengan penurunan sebesar 4,07%. Penurunan ini disebabkan It yang melemah 3,13% di tengah kenaikan Ib sebesar 0,98%.&#13;
&#13;
Komoditas utama penyumbang penurunan indeks harga di subsektor ini meliputi kelapa sawit, karet, kakao, dan kopi.&#13;
&#13;
Sementara itu, subsektor hortikultura mencatatkan peningkatan NTP sebesar 2,72%. Kenaikan ini disebabkan oleh It yang naik 3,45%, melebihi kenaikan Ib sebesar 0,71%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang mendorong kenaikan It di subsektor hortikultura adalah bawang merah, cabai merah, tomat, dan petai,&amp;rdquo; jelas Pudji.&#13;
&#13;
2. Nilai Tukar Nelayan Juga Melemah&#13;
&#13;
Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga mengalami penurunan sebesar 0,13% pada April 2025. Hal ini disebabkan oleh It yang naik 0,32%, namun tidak mampu mengimbangi kenaikan Ib sebesar 0,45%.&#13;
&#13;
Komoditas yang memengaruhi laju inflasi Ib di sektor kelautan antara lain teri, kakap, gulamah, tenggiri, dan bawal.&#13;
&#13;
3. Deflasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) 0,05%&#13;
&#13;
BPS juga mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) nasional mengalami deflasi sebesar 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada April 2025. Namun secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi IHPB tercatat 1,63%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 1,64%.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Deflasi bulanan disebabkan oleh seksi hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami deflasi 0,72% dengan andil 0,13%,&amp;rdquo; ujar Pudji.&#13;
&#13;
Sebaliknya, inflasi tahunan tertinggi terjadi pada produk logam, mesin, dan perlengkapannya dengan inflasi 0,49%, diikuti oleh seksi hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan andil 0,48%.&#13;
&#13;
Satu-satunya seksi yang mengalami deflasi tahunan adalah bijih besi dan mineral, serta listrik, gas, dan air, yaitu sebesar 0,10%.&#13;
&#13;
4. IHPB Konstruksi Naik 0,10% di April 2025&#13;
&#13;
Untuk kelompok bangunan/konstruksi, IHPB mengalami inflasi sebesar 0,10% secara bulanan dan 1,08% secara tahunan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Inflasi bulanan terjadi pada seluruh jenis bangunan, termasuk bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, bangunan pekerjaan umum, jalan, jembatan, pelabuhan, serta bangunan lainnya,&amp;rdquo; tambah Pudji.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP)&amp;nbsp; pada April 2025 turun 2,15% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 121,60.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,35%, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik lebih tinggi, yaitu 3,57%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang dominan memengaruhi penurunan It nasional antara lain kelapa sawit, gabah, karet, dan cabai rawit,&amp;rdquo; kata Pudji dalam rilis resmi BPS, Jumat (2/5/2025).&#13;
&#13;
1. Subsektor Perkebunan Rakyat Tekan NTP&#13;
&#13;
Subsektor yang mengalami penurunan NTP terdalam adalah tanaman perkebunan rakyat, dengan penurunan sebesar 4,07%. Penurunan ini disebabkan It yang melemah 3,13% di tengah kenaikan Ib sebesar 0,98%.&#13;
&#13;
Komoditas utama penyumbang penurunan indeks harga di subsektor ini meliputi kelapa sawit, karet, kakao, dan kopi.&#13;
&#13;
Sementara itu, subsektor hortikultura mencatatkan peningkatan NTP sebesar 2,72%. Kenaikan ini disebabkan oleh It yang naik 3,45%, melebihi kenaikan Ib sebesar 0,71%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang mendorong kenaikan It di subsektor hortikultura adalah bawang merah, cabai merah, tomat, dan petai,&amp;rdquo; jelas Pudji.&#13;
&#13;
2. Nilai Tukar Nelayan Juga Melemah&#13;
&#13;
Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga mengalami penurunan sebesar 0,13% pada April 2025. Hal ini disebabkan oleh It yang naik 0,32%, namun tidak mampu mengimbangi kenaikan Ib sebesar 0,45%.&#13;
&#13;
Komoditas yang memengaruhi laju inflasi Ib di sektor kelautan antara lain teri, kakap, gulamah, tenggiri, dan bawal.&#13;
&#13;
3. Deflasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) 0,05%&#13;
&#13;
BPS juga mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) nasional mengalami deflasi sebesar 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada April 2025. Namun secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi IHPB tercatat 1,63%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 1,64%.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Deflasi bulanan disebabkan oleh seksi hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami deflasi 0,72% dengan andil 0,13%,&amp;rdquo; ujar Pudji.&#13;
&#13;
Sebaliknya, inflasi tahunan tertinggi terjadi pada produk logam, mesin, dan perlengkapannya dengan inflasi 0,49%, diikuti oleh seksi hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan andil 0,48%.&#13;
&#13;
Satu-satunya seksi yang mengalami deflasi tahunan adalah bijih besi dan mineral, serta listrik, gas, dan air, yaitu sebesar 0,10%.&#13;
&#13;
4. IHPB Konstruksi Naik 0,10% di April 2025&#13;
&#13;
Untuk kelompok bangunan/konstruksi, IHPB mengalami inflasi sebesar 0,10% secara bulanan dan 1,08% secara tahunan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Inflasi bulanan terjadi pada seluruh jenis bangunan, termasuk bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, bangunan pekerjaan umum, jalan, jembatan, pelabuhan, serta bangunan lainnya,&amp;rdquo; tambah Pudji.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
