<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Fakta APBN Tekor di Maret 2025</title><description>Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/03/320/3135482/3-fakta-apbn-tekor-di-maret-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/03/320/3135482/3-fakta-apbn-tekor-di-maret-2025"/><item><title>3 Fakta APBN Tekor di Maret 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/03/320/3135482/3-fakta-apbn-tekor-di-maret-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/03/320/3135482/3-fakta-apbn-tekor-di-maret-2025</guid><pubDate>Sabtu 03 Mei 2025 10:21 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/02/320/3135482/menkeu_sri_mulyani-eAIQ_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani Bicara soal APBN di Maret (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/02/320/3135482/menkeu_sri_mulyani-eAIQ_large.png</image><title>Menkeu Sri Mulyani Bicara soal APBN di Maret (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp104,2 triliun atau 0,43 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Maret 2025.&#13;
&#13;
Namun, pendapatan negara tercatat sebesar Rp516,1 triliun atau 17,2 persen dari target sebesar Rp3.005,1 triliun.&#13;
&#13;
Berikut fakta APBN tekor di Maret 2025 yang dirangkum Okezone, Sabtu (3/5/2025):&#13;
&#13;
1. Pendapatan Negara&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pendapatan negara naik hingga Rp200 triliun dari sebelumnya Rp316,9 triliun di bulan Februari 2025 berkat salah satunya penerimaan pajak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi dalam waktu satu bulan Maret saja pendapatan negara mengalami kenaikan Rp200 triliun sendiri. Ini terlihat dari di pajak Rp187 triliun naik ke Rp322,6 triliun,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi April 2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Realisasi Pendapatan&#13;
&#13;
Menurut Sri Mulyani, realisasi pendapatan tersebut menunjukkan suatu adanya pemulihan yang cukup menyakinkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ini hal positif yang kita harapkan akan kami laporkan pada bulan-bulan selanjutnya,&amp;quot; ujar Menkeu.&#13;
&#13;
Rincian pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp400,1 triliun. Untuk Penerimaan Pajak Rp322,6 triliun dan Kepabeanan &amp;amp; Cukai Rp77,5 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp115,9 triliun.&#13;
&#13;
3. Realisasi Belanja Negara&#13;
&#13;
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp620,3 triliun atau 17,1 persen dari target APBN. Realisasi belanja ini hampir dua kali lipat dibandingkan total belanja bulan sebelumnya yang sebesar Rp348,1 triliun.&#13;
&#13;
Belanja negara tersebut meliputi belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp413,2 triliun (Belanja K/L Rp196,1 triliun dan Belanja Non K/L Rp217,1 triliun) dan transfer ke daerah sebesar Rp207,1 triliun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp104,2 triliun atau 0,43 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Maret 2025.&#13;
&#13;
Namun, pendapatan negara tercatat sebesar Rp516,1 triliun atau 17,2 persen dari target sebesar Rp3.005,1 triliun.&#13;
&#13;
Berikut fakta APBN tekor di Maret 2025 yang dirangkum Okezone, Sabtu (3/5/2025):&#13;
&#13;
1. Pendapatan Negara&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pendapatan negara naik hingga Rp200 triliun dari sebelumnya Rp316,9 triliun di bulan Februari 2025 berkat salah satunya penerimaan pajak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi dalam waktu satu bulan Maret saja pendapatan negara mengalami kenaikan Rp200 triliun sendiri. Ini terlihat dari di pajak Rp187 triliun naik ke Rp322,6 triliun,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi April 2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Realisasi Pendapatan&#13;
&#13;
Menurut Sri Mulyani, realisasi pendapatan tersebut menunjukkan suatu adanya pemulihan yang cukup menyakinkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ini hal positif yang kita harapkan akan kami laporkan pada bulan-bulan selanjutnya,&amp;quot; ujar Menkeu.&#13;
&#13;
Rincian pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp400,1 triliun. Untuk Penerimaan Pajak Rp322,6 triliun dan Kepabeanan &amp;amp; Cukai Rp77,5 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp115,9 triliun.&#13;
&#13;
3. Realisasi Belanja Negara&#13;
&#13;
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp620,3 triliun atau 17,1 persen dari target APBN. Realisasi belanja ini hampir dua kali lipat dibandingkan total belanja bulan sebelumnya yang sebesar Rp348,1 triliun.&#13;
&#13;
Belanja negara tersebut meliputi belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp413,2 triliun (Belanja K/L Rp196,1 triliun dan Belanja Non K/L Rp217,1 triliun) dan transfer ke daerah sebesar Rp207,1 triliun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
