<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>30 Perusahaan Antre IPO, Ada yang Punya Aset Rp250 Miliar</title><description>Sebanyak 30 perusahaan antre untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/278/3136132/30-perusahaan-antre-ipo-ada-yang-punya-aset-rp250-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/278/3136132/30-perusahaan-antre-ipo-ada-yang-punya-aset-rp250-miliar"/><item><title>30 Perusahaan Antre IPO, Ada yang Punya Aset Rp250 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/278/3136132/30-perusahaan-antre-ipo-ada-yang-punya-aset-rp250-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/278/3136132/30-perusahaan-antre-ipo-ada-yang-punya-aset-rp250-miliar</guid><pubDate>Minggu 04 Mei 2025 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/04/278/3136132/ihsg-DnPK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">30 Perusahaan Antre IPO, Ada yang Punya Aset Rp250 Miliar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/04/278/3136132/ihsg-DnPK_large.jpg</image><title>30 Perusahaan Antre IPO, Ada yang Punya Aset Rp250 Miliar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Sebanyak 30 perusahaan antre untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini mencerminkan minat korporasi untuk &amp;lsquo;Go Public&amp;rsquo; di BEI mengalami pertumbuhan. Hingga 2 Mei 2025, tercatat sebanyak 30 perusahaan mengantre dalam pipeline pencatatan saham BEI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mayoritas di antaranya merupakan perusahaan dengan aset skala menengah dan besar.&#13;
&#13;
1. Aset Perusahaan&#13;
&#13;
Merujuk pada klasifikasi aset dalam Peraturan OJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari 30 perusahaan dalam pipeline, sebanyak 10 perusahaan tergolong sebagai pemilik aset skala besar&amp;mdash;yakni dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, 17 perusahaan lainnya berada di skala menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada 3 perusahaan sisanya memiliki aset skala kecil di bawah Rp50 miliar,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, dikutip Minggu (4/5/2025).&#13;
&#13;
2. Calon Emiten&#13;
&#13;
Secara sektoral, calon emiten datang dari beragam industri. BEI mencatat ada 4 perusahaan dari sektor keuangan, 5 dari sektor kebutuhan pokok (consumer non-cyclicals), serta 4 lainnya dari bidang kesehatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sektor energi, industri, dan logistik juga tidak ketinggalan menyumbang masing-masing 3 perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sektor properti dan real estat menjadi satu-satunya sektor yang absen dari pipeline pencatatan saat ini. Sementara itu, sektor teknologi diwakili oleh dua calon emiten.&#13;
&#13;
Sebelumnya, sepanjang tahun berjalan hingga awal Mei, sudah terdapat 13 perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6,94 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Sebanyak 30 perusahaan antre untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini mencerminkan minat korporasi untuk &amp;lsquo;Go Public&amp;rsquo; di BEI mengalami pertumbuhan. Hingga 2 Mei 2025, tercatat sebanyak 30 perusahaan mengantre dalam pipeline pencatatan saham BEI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mayoritas di antaranya merupakan perusahaan dengan aset skala menengah dan besar.&#13;
&#13;
1. Aset Perusahaan&#13;
&#13;
Merujuk pada klasifikasi aset dalam Peraturan OJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari 30 perusahaan dalam pipeline, sebanyak 10 perusahaan tergolong sebagai pemilik aset skala besar&amp;mdash;yakni dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, 17 perusahaan lainnya berada di skala menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada 3 perusahaan sisanya memiliki aset skala kecil di bawah Rp50 miliar,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, dikutip Minggu (4/5/2025).&#13;
&#13;
2. Calon Emiten&#13;
&#13;
Secara sektoral, calon emiten datang dari beragam industri. BEI mencatat ada 4 perusahaan dari sektor keuangan, 5 dari sektor kebutuhan pokok (consumer non-cyclicals), serta 4 lainnya dari bidang kesehatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sektor energi, industri, dan logistik juga tidak ketinggalan menyumbang masing-masing 3 perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sektor properti dan real estat menjadi satu-satunya sektor yang absen dari pipeline pencatatan saat ini. Sementara itu, sektor teknologi diwakili oleh dua calon emiten.&#13;
&#13;
Sebelumnya, sepanjang tahun berjalan hingga awal Mei, sudah terdapat 13 perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6,94 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
