<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,25%-4,5%</title><description>Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve diprediksi menahan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) di level 4,25% - 4,5% pada pertemuan pekan depan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/320/3136074/the-fed-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-4-25-4-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/320/3136074/the-fed-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-4-25-4-5"/><item><title>The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,25%-4,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/320/3136074/the-fed-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-4-25-4-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/320/3136074/the-fed-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-4-25-4-5</guid><pubDate>Minggu 04 Mei 2025 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/04/320/3136074/the_fed-J6Kw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,25%-4,5% (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/04/320/3136074/the_fed-J6Kw_large.jpg</image><title>The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,25%-4,5% (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve diprediksi menahan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) di level 4,25% - 4,5% pada pertemuan pekan depan.&#13;
&#13;
Sesuai jadwal, Federal Open Market Committee (FOMC) mulai digelar pada 6 Mei dengan pengambilan kebijakan FFR pada 7 Mei (waktu setempat) atau Kamis dini hari waktu Indonesia.&#13;
&#13;
1. Suku Bunga The Fed&#13;
&#13;
Peluang penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve diperkirakan masih jauh dari ekspektasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Data dari FedWatch Tool milik CME Group, diakses Sabtu malam pukul 22:12 WIB, menunjukkan bahwa probabilitas pemangkasan suku bunga hanya 2,8%, sementara sebesar 97,2% meyakini Fed akan menahan FFR.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;The Fed masih berada dalam fase menunggu sambil memantau dampak kebijakan tarif terhadap inflasi,&amp;quot; kata Ekonom Oxford Economics, Nancy Vanden Houten, dilansir Forbes, Minggu (4/5/2025).&#13;
&#13;
2. Data Inflasi dan Tenaga Kerja&#13;
&#13;
Sikap &amp;quot;wait and see&amp;quot; disebut telah menjadi pilihan The Fed sepanjang tahun ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Ekspektasi FFR masih bertahan di level yang sama juga datang dari sejumlah raksasa perbankan, seperti Barclays dan Goldman Sachs.&#13;
&#13;
&#13;
Keduanya menggeser prediksi waktu penurunan suku bunga ke Juli, dari sebelumnya Juni, demikian menurut laporan yang diterbitkan pada Jumat kemarin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Meski tekanan inflasi masih tergolong jinak dan pasar tenaga kerja menunjukkan ketahanan &amp;ndash;dengan tingkat pengangguran tetap di level 4,2% pada April&amp;ndash;, sejumlah survei dan proyeksi ekonomi memperingatkan adanya risiko resesi jika harga barang terus naik dan aktivitas usaha terganggu akibat tarif impor.&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, laporan tenaga kerja AS terbaru bahkan menunjukkan data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) naik lebih tinggi dari perkiraan sebesar 177 ribu pekerjaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve diprediksi menahan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) di level 4,25% - 4,5% pada pertemuan pekan depan.&#13;
&#13;
Sesuai jadwal, Federal Open Market Committee (FOMC) mulai digelar pada 6 Mei dengan pengambilan kebijakan FFR pada 7 Mei (waktu setempat) atau Kamis dini hari waktu Indonesia.&#13;
&#13;
1. Suku Bunga The Fed&#13;
&#13;
Peluang penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve diperkirakan masih jauh dari ekspektasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Data dari FedWatch Tool milik CME Group, diakses Sabtu malam pukul 22:12 WIB, menunjukkan bahwa probabilitas pemangkasan suku bunga hanya 2,8%, sementara sebesar 97,2% meyakini Fed akan menahan FFR.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;The Fed masih berada dalam fase menunggu sambil memantau dampak kebijakan tarif terhadap inflasi,&amp;quot; kata Ekonom Oxford Economics, Nancy Vanden Houten, dilansir Forbes, Minggu (4/5/2025).&#13;
&#13;
2. Data Inflasi dan Tenaga Kerja&#13;
&#13;
Sikap &amp;quot;wait and see&amp;quot; disebut telah menjadi pilihan The Fed sepanjang tahun ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Ekspektasi FFR masih bertahan di level yang sama juga datang dari sejumlah raksasa perbankan, seperti Barclays dan Goldman Sachs.&#13;
&#13;
&#13;
Keduanya menggeser prediksi waktu penurunan suku bunga ke Juli, dari sebelumnya Juni, demikian menurut laporan yang diterbitkan pada Jumat kemarin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Meski tekanan inflasi masih tergolong jinak dan pasar tenaga kerja menunjukkan ketahanan &amp;ndash;dengan tingkat pengangguran tetap di level 4,2% pada April&amp;ndash;, sejumlah survei dan proyeksi ekonomi memperingatkan adanya risiko resesi jika harga barang terus naik dan aktivitas usaha terganggu akibat tarif impor.&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, laporan tenaga kerja AS terbaru bahkan menunjukkan data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) naik lebih tinggi dari perkiraan sebesar 177 ribu pekerjaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
