<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Flyover Sitinjau Lauik Rp2,79 Triliun, Menteri PU Ingatkan Tahan Gempa</title><description>Dody Hanggodo melakukan groundbreaking proyek pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/470/3136101/bangun-flyover-sitinjau-lauik-rp2-79-triliun-menteri-pu-ingatkan-tahan-gempa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/470/3136101/bangun-flyover-sitinjau-lauik-rp2-79-triliun-menteri-pu-ingatkan-tahan-gempa"/><item><title>Bangun Flyover Sitinjau Lauik Rp2,79 Triliun, Menteri PU Ingatkan Tahan Gempa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/470/3136101/bangun-flyover-sitinjau-lauik-rp2-79-triliun-menteri-pu-ingatkan-tahan-gempa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/04/470/3136101/bangun-flyover-sitinjau-lauik-rp2-79-triliun-menteri-pu-ingatkan-tahan-gempa</guid><pubDate>Minggu 04 Mei 2025 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/04/470/3136101/sitinjau_lauik-pDQf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bangun Flyover Sitinjau Lauik Rp2,79 Triliun, Menteri PU Ingatkan Tahan Gempa (Foto: PU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/04/470/3136101/sitinjau_lauik-pDQf_large.jpg</image><title>Bangun Flyover Sitinjau Lauik Rp2,79 Triliun, Menteri PU Ingatkan Tahan Gempa (Foto: PU)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan groundbreaking proyek pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kehadiran flyover ini diharapkan mampu mengurai simpul kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan pada jalur Sitinjau Lauik yang terkenal memiliki kelokan tajam dan gradien ekstrem. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Daerah Rawan&#13;
&#13;
Menteri Dody mengatakan jalur Sitinjau Lauik I merupakan daerah rawan kemacetan dan kecelakaan, karena memiliki tikungan atau geometrik jalan yang cukup tajam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sehingga, diperlukan penanganan dengan melakukan perubahan geometrik melalui pembangunan jalan baru yang sesuai dengan standar teknis, keselamatan, dan kenyamanan lalu lintas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembangunan Flyover Panorama I ini diharapkan juga dapat memperbaiki kondisi geometrik jalan dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mempercepat waktu tempuh dan menurunkan biaya logistik sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,&amp;quot; kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Minggu (4/4/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Tahan Gempa&#13;
&#13;
Menteri Dody berpesan pembangunan konstruksi Flyover Panorama I agar memperhatikan aspek ketahanan gempa. Mengingat Provinsi Sumatera Barat seperti diketahui dikelilingi oleh patahan yang setiap waktu bisa bergerak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pembangunan Flyover Panorama I merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha melalui skema ketersediaan layanan atau availability payment (KPBU-AP), dengan nilai investasi sebesar Rp2,79 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Proyek ini diprakarsai oleh konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur dengan panjang penanganan 2,77 km terdiri dari AT grade 1,77 km dan elevated 1 km.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menteri Dody berharap kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dalam hal pembebasan/pengadaan lahan dapat segera terwujud &amp;nbsp;agar pekerjaan konstruksi Flyover Sitinjau Lauik dapat berjalan lancar sehingga dapat segera bermanfaat untuk masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah desain dan lahan siap, kegiatan konstruksi akan dilakukan selama 2 tahun dan dilanjutkan dengan masa layanan selama 10 tahun,&amp;quot; pungkas Menteri Dody.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan groundbreaking proyek pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kehadiran flyover ini diharapkan mampu mengurai simpul kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan pada jalur Sitinjau Lauik yang terkenal memiliki kelokan tajam dan gradien ekstrem. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Daerah Rawan&#13;
&#13;
Menteri Dody mengatakan jalur Sitinjau Lauik I merupakan daerah rawan kemacetan dan kecelakaan, karena memiliki tikungan atau geometrik jalan yang cukup tajam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sehingga, diperlukan penanganan dengan melakukan perubahan geometrik melalui pembangunan jalan baru yang sesuai dengan standar teknis, keselamatan, dan kenyamanan lalu lintas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembangunan Flyover Panorama I ini diharapkan juga dapat memperbaiki kondisi geometrik jalan dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mempercepat waktu tempuh dan menurunkan biaya logistik sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,&amp;quot; kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Minggu (4/4/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Tahan Gempa&#13;
&#13;
Menteri Dody berpesan pembangunan konstruksi Flyover Panorama I agar memperhatikan aspek ketahanan gempa. Mengingat Provinsi Sumatera Barat seperti diketahui dikelilingi oleh patahan yang setiap waktu bisa bergerak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pembangunan Flyover Panorama I merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha melalui skema ketersediaan layanan atau availability payment (KPBU-AP), dengan nilai investasi sebesar Rp2,79 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Proyek ini diprakarsai oleh konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur dengan panjang penanganan 2,77 km terdiri dari AT grade 1,77 km dan elevated 1 km.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menteri Dody berharap kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dalam hal pembebasan/pengadaan lahan dapat segera terwujud &amp;nbsp;agar pekerjaan konstruksi Flyover Sitinjau Lauik dapat berjalan lancar sehingga dapat segera bermanfaat untuk masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah desain dan lahan siap, kegiatan konstruksi akan dilakukan selama 2 tahun dan dilanjutkan dengan masa layanan selama 10 tahun,&amp;quot; pungkas Menteri Dody.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
