<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Pemerintah Kontraksi 1,38% di Kuartal I-2025, Efek Efisiensi Anggaran?</title><description>BPS) mencatat ada kontraksi pada konsumsi pemerintah sebesar 1,38 persen pada Kuartal I 2025 secara year-on-year (yoy).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/05/320/3136391/konsumsi-pemerintah-kontraksi-1-38-di-kuartal-i-2025-efek-efisiensi-anggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/05/320/3136391/konsumsi-pemerintah-kontraksi-1-38-di-kuartal-i-2025-efek-efisiensi-anggaran"/><item><title>Konsumsi Pemerintah Kontraksi 1,38% di Kuartal I-2025, Efek Efisiensi Anggaran?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/05/320/3136391/konsumsi-pemerintah-kontraksi-1-38-di-kuartal-i-2025-efek-efisiensi-anggaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/05/320/3136391/konsumsi-pemerintah-kontraksi-1-38-di-kuartal-i-2025-efek-efisiensi-anggaran</guid><pubDate>Senin 05 Mei 2025 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/05/320/3136391/kepala_bps-xdWH_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPS soal Konsumsi Pemerintah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/05/320/3136391/kepala_bps-xdWH_large.JPG</image><title>Kepala BPS soal Konsumsi Pemerintah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kontraksi pada konsumsi pemerintah sebesar 1,38 persen pada Kuartal I 2025 secara year-on-year (yoy).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Konsumsi Pemerintah Kontraksi&#13;
&#13;
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, kontraksi tersebut disebabkan oleh normalisasi belanja pemerintah, berbeda dengan Kuartal I tahun sebelumnya yang terdapat belanja besar terkait Pemilu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan pertumbuhan PDB menurut pengeluaran, seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif, kecuali konsumsi pemerintah,&amp;quot; ujar Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (5/5/2025).&#13;
&#13;
Meskipun demikian, kabar baik datang dari sisi ekspor barang dan jasa yang tumbuh solid sebesar 6,78 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan ekspor beberapa komoditas nonmigas seperti lemak &amp;amp; minyak hewan/nabati, besi &amp;amp; baja, mesin &amp;amp; peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga turut mendorong kinerja ekspor jasa.&#13;
&#13;
Lebih rinci, Amalia memaparkan kontribusi masing-masing komponen pengeluaran terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2025 yang tercatat sebesar 4,87 persen (yoy).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Penyumbang Terbesar&#13;
&#13;
Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 2,61 persen dan tumbuh 4,89 persen, didorong oleh momen liburan dan Ramadan serta Lebaran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi berkontribusi 0,65 persen dengan pertumbuhan melambat sebesar 2,12 persen. Net-ekspor memberikan kontribusi 0,83 persen, dan komponen lainnya sebesar 0,86 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi negatif sebesar -0,08 persen.&#13;
&#13;
Secara distribusi terhadap PDB, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan 54,53 persen, diikuti oleh PMTB sebesar 28,03 persen, ekspor 22,3 persen (tumbuh paling tinggi sebesar 6,78 persen), impor -19,74 persen (tumbuh 3,96 persen), konsumsi LNPRT 1,39 persen (tumbuh 3,07 persen), dan konsumsi pemerintah 5,88 persen (kontraksi 1,38 persen).&#13;
&#13;
3. Ekonomi RI Kuartal I&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada Kuartal I-2025 tumbuh sebesar 4,87%&amp;nbsp;(yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,11 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, tren pertumbuhan tetap terjaga, didukung oleh sektor pertanian yang tumbuh double digit (10,52 persen), industri makanan dan minuman yang solid, serta sektor transportasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pertumbuhan sektor pertanian yang signifikan ini didorong oleh peningkatan produksi padi dan jagung serta meningkatnya permintaan domestik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sektor industri pengolahan juga menjadi penyumbang utama PDB dengan pertumbuhan 4,55 persen, dan sektor informasi dan komunikasi tumbuh signifikan sebesar 7,72 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kontraksi pada konsumsi pemerintah sebesar 1,38 persen pada Kuartal I 2025 secara year-on-year (yoy).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Konsumsi Pemerintah Kontraksi&#13;
&#13;
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, kontraksi tersebut disebabkan oleh normalisasi belanja pemerintah, berbeda dengan Kuartal I tahun sebelumnya yang terdapat belanja besar terkait Pemilu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan pertumbuhan PDB menurut pengeluaran, seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif, kecuali konsumsi pemerintah,&amp;quot; ujar Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (5/5/2025).&#13;
&#13;
Meskipun demikian, kabar baik datang dari sisi ekspor barang dan jasa yang tumbuh solid sebesar 6,78 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan ekspor beberapa komoditas nonmigas seperti lemak &amp;amp; minyak hewan/nabati, besi &amp;amp; baja, mesin &amp;amp; peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga turut mendorong kinerja ekspor jasa.&#13;
&#13;
Lebih rinci, Amalia memaparkan kontribusi masing-masing komponen pengeluaran terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2025 yang tercatat sebesar 4,87 persen (yoy).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Penyumbang Terbesar&#13;
&#13;
Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 2,61 persen dan tumbuh 4,89 persen, didorong oleh momen liburan dan Ramadan serta Lebaran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi berkontribusi 0,65 persen dengan pertumbuhan melambat sebesar 2,12 persen. Net-ekspor memberikan kontribusi 0,83 persen, dan komponen lainnya sebesar 0,86 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi negatif sebesar -0,08 persen.&#13;
&#13;
Secara distribusi terhadap PDB, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan 54,53 persen, diikuti oleh PMTB sebesar 28,03 persen, ekspor 22,3 persen (tumbuh paling tinggi sebesar 6,78 persen), impor -19,74 persen (tumbuh 3,96 persen), konsumsi LNPRT 1,39 persen (tumbuh 3,07 persen), dan konsumsi pemerintah 5,88 persen (kontraksi 1,38 persen).&#13;
&#13;
3. Ekonomi RI Kuartal I&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada Kuartal I-2025 tumbuh sebesar 4,87%&amp;nbsp;(yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,11 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, tren pertumbuhan tetap terjaga, didukung oleh sektor pertanian yang tumbuh double digit (10,52 persen), industri makanan dan minuman yang solid, serta sektor transportasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pertumbuhan sektor pertanian yang signifikan ini didorong oleh peningkatan produksi padi dan jagung serta meningkatnya permintaan domestik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sektor industri pengolahan juga menjadi penyumbang utama PDB dengan pertumbuhan 4,55 persen, dan sektor informasi dan komunikasi tumbuh signifikan sebesar 7,72 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
