<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Begini Kata Pengusaha</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% (yoy) pada kuartal I 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/06/320/3136624/ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5-begini-kata-pengusaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/06/320/3136624/ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5-begini-kata-pengusaha"/><item><title>Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Begini Kata Pengusaha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/06/320/3136624/ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5-begini-kata-pengusaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/06/320/3136624/ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5-begini-kata-pengusaha</guid><pubDate>Selasa 06 Mei 2025 09:59 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/06/320/3136624/ekonomi_ri-8Mys_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Begini Kata Pengusaha (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/06/320/3136624/ekonomi_ri-8Mys_large.jpg</image><title>Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Begini Kata Pengusaha (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% (yoy) pada kuartal I 2025. Meski tumbuh di bawah 5%, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengaku masih optimis dengan ekonomi RI.&#13;
&#13;
Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Perdagangan dan Perjanjian Internasional Kadin, Pahala N. Mansury menyatakan tetap optimistis dengan tren ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tentunya masih cukup tetap optimistis ya. Pemerintah telah mencanangkan program deregulasi dan debirokratisasi yang kami harap bisa mendorong peningkatan investasi dan ekspor bersih ke depan,&amp;quot; sebut Pahala, Selasa (6/5/2025).&#13;
&#13;
1. Ekonomi RI Masih Tumbuh&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan pertumbuhan negara lain, capaian Indonesia masih relatif baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita masih tetap cukup optimis bahwa pertemuan kita juga di masa-masa mendatang ini, khususnya di tiga triwulan mendatang ini masih bisa lebih baik dibandingkan apa yang dicapai di triwulan pertama,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
2. Optimalisasi Perjanjian Perdagangan&#13;
&#13;
Kadin Indonesia menggelar diskusi bertajuk &amp;quot;Optimalisasi CEPA dan Perjanjian Perdagangan Internasional Pasca-Liberation Day&amp;quot;. Acara ini diadakan untuk membahas pemanfaatan maksimal dari perjanjian perdagangan internasional, khususnya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), guna memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan nilai global.&#13;
&#13;
Pahala menyatakan, Indonesia saat ini memiliki hampir 26 perjanjian perdagangan internasional, termasuk CEPA dengan berbagai negara. Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan perjanjian-perjanjian ini sangat penting dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus memiliki mindset untuk menjadikan Indonesia bagian dari global supply chain atau rantai pasok produksi dunia&amp;quot; ujar Pahala.&#13;
&#13;
Pahala menambahkan bahwa negara-negara lain yang telah menjalin perjanjian CEPA umumnya langsung memposisikan diri sebagai bagian penting dari sistem produksi negara mitra.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena mengingat negara-negara lain yang juga memiliki perjanjian dagang khususnya dalam hal ini adalah CEPA, yang mereka lakukan pertama-tama adalah bagaimana mereka betul-betul bisa menjadi bagian daripada rantai pasok produksi dari masing-masing negara tersebut,&amp;quot; kata Pahala.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% (yoy) pada kuartal I 2025. Meski tumbuh di bawah 5%, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengaku masih optimis dengan ekonomi RI.&#13;
&#13;
Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Perdagangan dan Perjanjian Internasional Kadin, Pahala N. Mansury menyatakan tetap optimistis dengan tren ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tentunya masih cukup tetap optimistis ya. Pemerintah telah mencanangkan program deregulasi dan debirokratisasi yang kami harap bisa mendorong peningkatan investasi dan ekspor bersih ke depan,&amp;quot; sebut Pahala, Selasa (6/5/2025).&#13;
&#13;
1. Ekonomi RI Masih Tumbuh&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan pertumbuhan negara lain, capaian Indonesia masih relatif baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita masih tetap cukup optimis bahwa pertemuan kita juga di masa-masa mendatang ini, khususnya di tiga triwulan mendatang ini masih bisa lebih baik dibandingkan apa yang dicapai di triwulan pertama,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
2. Optimalisasi Perjanjian Perdagangan&#13;
&#13;
Kadin Indonesia menggelar diskusi bertajuk &amp;quot;Optimalisasi CEPA dan Perjanjian Perdagangan Internasional Pasca-Liberation Day&amp;quot;. Acara ini diadakan untuk membahas pemanfaatan maksimal dari perjanjian perdagangan internasional, khususnya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), guna memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan nilai global.&#13;
&#13;
Pahala menyatakan, Indonesia saat ini memiliki hampir 26 perjanjian perdagangan internasional, termasuk CEPA dengan berbagai negara. Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan perjanjian-perjanjian ini sangat penting dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus memiliki mindset untuk menjadikan Indonesia bagian dari global supply chain atau rantai pasok produksi dunia&amp;quot; ujar Pahala.&#13;
&#13;
Pahala menambahkan bahwa negara-negara lain yang telah menjalin perjanjian CEPA umumnya langsung memposisikan diri sebagai bagian penting dari sistem produksi negara mitra.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena mengingat negara-negara lain yang juga memiliki perjanjian dagang khususnya dalam hal ini adalah CEPA, yang mereka lakukan pertama-tama adalah bagaimana mereka betul-betul bisa menjadi bagian daripada rantai pasok produksi dari masing-masing negara tersebut,&amp;quot; kata Pahala.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
